
"akhirnya sampai rumah..."keluh boruto menurunkan ransel nya
mereka sudah pulang ke rumah masing-masing,jam menunjukkan pukul dua siang
mendengar ada suara di ruang depan Hinata langsung melihat nya.
"boruto..kau sudah pulang"ujar Hinata
"iya bu,lelah banget rasanya"ujar boruto melepas sepatu
"sarada bagaimana?, sudah kau antar pulang?"tanya Hinata mengeluarkan baju kotor dari dalam ransel boruto
"sudah bu..."
"aku ke kamar dulu ya,mau ganti baju"ujar boruto menuju ke kamar nya
"sudah ganti baju langsung makan.."teriak hinata
"baaiik"
di kamar boruto langsung merebahkan badannya,dan mengeluarkan kamera yg berisi foto foto mereka Waktu kemah kemarin
boruto langsung mengeluarkan memori nya dan memasukkan nya ke laptop
"hmm..., untung ku bawa kamera kemarin, jadi nya kan momen langka seperti ini bisa di kenang terus"gumam boruto melihat foto dan video mereka sewaktu kemah
sampai ia melihat foto sarada yg tampak cantik di malam api unggun kemarin, tampak natural dan sudut foto yg pas.
"ya Tuhan... nikmat mu yg mana lagi harus ku dustakan"ujar boruto tak lepas memandang foto sarada
tiba-tiba Hinata teriak memanggil boruto untuk makan
"baiikk"
skip~
di kediaman uchiha nampak sarada sedang duduk di meja belajar
"aduhh.. tugas jadi numpuk gini"ujar sarada fokus mengerjakan pr, waktu baru pulang sarada langsung ganti pakaian dan mengerjakan pr yg belum ia kerjakan karena kemarin pergi kemah
sementara ia sendirian di rumah karena sakura masih kerja di rumah sakit
"akhirnya..."ujar sarada melepas lelah setelah mengerjakan pr
ia pun langsung membuka ransel yg ia bawa waktu kemah kemarin
"ini dia.."ujar sarada mengeluarkan kantung bubuk teh hitam yg di beri boruto kemarin
ia pun ke dapur untuk menyeduh teh
setelah selesai sarada pun membawa teh itu untuk di minum di teras rumah nya
"setiap kali meminum teh ini..."
"aku selalu teringat momen malam itu"ujar sarada tersenyum sembari mengenang malam yg ia lalui bersama boruto waktu kemah
dan wajah nya memerah saat mengingat ciuman pertama nya dengan Boruto
"sarada kau sudah pulang"
sarada Langsung kaget, ternyata itu suara sakura yg baru pulang dari rumah sakit
"mama... jangan ngagetin gitu lah"teriak sarada kesal
"maaf .."
"ehh kau minum apa itu"tanya sakura dan mengambil gelas sarada
"eh..ma jangan"
"wah teh hitam.."ujar sakura dan meminum nya, karena kehausan tak sadar sakura menghabiskan nya
sakura pun mengembalikan gelas nya dan masuk ke dalam
melihat gelas nya sudah kosong sarada langsung teriak
"mamaaaa.......!"
skip~
hari itu awan hitam bergelayut di atas kota Konoha,angin bertiup kencang pertanda hari akan hujan
hari itu sarada nampak berjalan di trotoar,langkah nya agak cepat karena takut keburu hujan sebelum sampai di rumah
"aduhh seharusnya aku menuruti kata mama untuk bawa payung"ujar sarada menyesal tak mengindahkan perkataan ibunya
tiba-tiba hujan turun dengan deras, sarada tak punya pilihan lain selain berteduh, dari pada novel yg baru ia beli nanti basah
sarada berteduh di depan toko yg sudah tidak buka lagi
"nampak nya hujan nya bakal lama ini"gumam sarada lesu
lama sarada menunggu hujan reda,tak terasa sudah satu jam ia menunggu namun tak ada tanda tanda hujan akan berhenti
"sarada.."
"bibi Hinata"
"sarada kamu kenapa bisa ada di sini?"tanya Hinata setelah di dekat sarada
"ini bi, baru pulang dari toko buku tiba tiba hujan turun jadi nya terjebak di sini"terang sarada
"pulang ke rumah bibi aja dulu, rumah kau masih jauh, hujan ini kelihatannya bakal lama"ujar Hinata karena rumah kediaman Uzumaki memang dekat dari sana
"ehh..tapi bi.."
"sudah.. jangan sungkan ayo naik ke mobil"ujar Hinata menarik pelan tangan sarada
sarada tak dapat menolak ajakan hinata
setelah sampai di kediaman Uzumaki nampak Himawari yg sedang membaca komik di ruang tengah
"Himawari.."panggil Hinata
Himawari langsung berlari untuk membuka pintu dan ia terkejut ketika ada sarada di samping ibunya
"kak sarada..."ujar Himawari senang dan memeluk sarada
"Himawari... bawa masuk kak sarada ke dalam,ibu mau bikin teh"ujar Hinata
"baik bu.., ayo kak"ujar Himawari menarik lengan sarada
sarada duduk di ruang tamu, nampak ia sangat gugup karena baru pertama kali setelah sekian lama ia berkunjung ke kediaman boruto
namun dari tadi ia tak melihat boruto sama sekali
"di mana dia?"gumam sarada dalam hati
menyadari sarada seperti mencari seseorang, Himawari langsung tau kalau sarada sedang mencari keberadaan boruto
"kak boruto sedang tidur di kamar kak"ujar Himawari menggoda sarada
di goda seperti itu sarada langsung menjadi salah tingkah
"siapa yg mencari bolt,ehh...ma.. maksudku boruto"ujar sarada gugup dan keceplosan memanggil nama pemberian nya pada boruto
"sudah kak jangan malu gitu ama Hima"ujar Himawari
Hinata keluar dari dapur dengan membawa gelas yg berisi teh dan di suguhi pada sarada
"kakak mu mana hima"tanya Hinata pada hima
"dia tidur ma"
"ya ampun tu anak, sore sore gini tidur"ujar Hinata
namun saat Hinata baru ingin pergi ke kamar boruto, Himawari langsung mencegahnya
"ehhh..ma jangan"hadang hima
"kenapa hima?"
"biar kak sarada saja yg bangunin tu kak boruto"ujar hima tersenyum dan menatap sarada yg sedang minum teh tadi
sarada tersedak karena terkejut dengan ide gila Himawari
"hmm..memang nya sarada mau bangunin boruto"tanya Hinata pada sarada
"ehh..."
belum selesai sarada bicara Himawari langsung menyela
"pasti mau kan kak sarada"ujar Himawari
"baiklah...ini sarada, kalau ia susah di bangunin siram saja"ujar Hinata memberikan segelas air pada sarada
sarada terjebak dan tak dapat menolak permintaan Hinata
sarada pun pergi ke kamar boruto, dari jauh Himawari berteriak
"semangat kak sarada"
sarada sudah di depan pintu kamar,ia langsung mengetuk pintu namun tak ada jawaban
sarada pun masuk dan melihat boruto yg sedang tidur dengan nyenyak nya
sarada tersenyum melihat boruto yg sedang tidur namun ia seketika terkejut karena melihat foto sarada saat kemah yg di perbesar oleh boruto dan di gantung di dinding kamar nya di bingkai foto itu ada sebuah kalimat yaitu
"dunia ku"
itulah tulisan yg tertulis di bingkai foto itu
"boruto.."lirih sarada bahagia
bersambung.......
#jangan lupa like komen rate and vote ya 😉
#salam