
sarada sedang menyuapi boruto yg terbaring lemah, sesekali sarada meniup makanan nya karena memang masih panas
"aaaa..."ujar sarada menyuruh boruto membuka mulutnya
boruto pun dengan pelan memakan makanan yg di berikan sarada, walaupun itu hanya bubur namun karena masih dalam kondisi lemah, membuat boruto makan dengan perlahan
"bolt..."panggil sarada yg telah sudah menyuapi boruto
"hmmm..."
"masih sakit nggak"tanya sarada menekan tangan boruto yg di perban
"kalau di tekan kayak gitu ya sakit lah"
"maaf... soalnya aku khawatir takut kau kenapa napa..."
boruto tersenyum mengetahui sarada mengkhawatirkan dirinya
"ngomong ngomong ibu mana ya?"tanya boruto melihat sekeliling karena dari awal sadar dia hanya melihat sarada yg ada di sana
"bibi Hinata pulang sebentar, katanya mau ambil baju ganti untuk mu"ujar sarada mengusap rambut boruto
boruto terdiam, seakan menikmati belaian tangan sarada yg mengelus pelan rambutnya,pelan pelan mata nya terpejam dan tak lama terdengar dengkuran boruto yg terlelap tidur
"aii... sudah tidur?"ujar sarada heran
sarada memandangi wajah boruto yg sedang tidur, sekali kali ia mengelus luka lecet yg ada di wajah boruto
"ini yg kedua kalinya aku melihat wajah bolt yg sedang tidur"gumam sarada dalam hati dan teringat saat ia mengerjai boruto waktu ia singgah di kediaman Uzumaki tempo hari
"bolt.., kau tak tau betapa cemas nya aku saat tau kalau kau kecelakaan...,aku belum siap kalau harus kehilangan mu.., dunia ini mungkin hanya akan menjadi neraka kalau kau tak ada..
mungkin ini agak berlebihan tapi inilah yg ada di hati ku yg paling dalam bolt"ujar sarada pelan takut membangun boruto
perlahan sarada mendekatkan wajahnya ke wajah boruto
"bolt...aku harap ku akan terus bersamamu"ujar sarada dan mencium kening boruto
"cepat sembuh ya"
skip~
"aduh...s.. sakit bu"teriak Boruto kesakitan karena Hinata memeluk nya dengan kuat
"kau membuat ibu khawatir tau...,ibu bersyukur Tuhan mendengar do,a ibu"ujar Hinata belum melepaskan pelukannya
"bi..."panggil sarada, Hinata pun menoleh ke arah sarada
"iya nak.?"
"bi..aku mau keluar sebentar ya..,mau beli sesuatu di kantin"Ujar sarada membuka pintu
"baiklah... terimakasih ya karena menjaga boruto"ujar Hinata
"iya bi.."
"ehh.. sarada tunggu"panggil boruto
",ada apa bolt?"
"aku nitip makanan ya, aku mau makan yg lain..bosan makan bubur terus"ujar boruto
mendengar itu Hinata langsung menjewer telinga boruto
"kau pikir kau sudah sehat betul,mau makan makanan yg lain lagi... tunggu kau sehat dulu baru boleh"ujar Hinata
"betul kata ibu mu, lebih baik aku bawakan minuman penyegar aja"ujar sarada
"haa yaa.., bibi setuju dengan mu, bawakan boruto air penyegar ya..ini uangnya"ujar Hinata memberikan uang sepuluh ribu pada sarada
"baiklah bi..aku pergi dulu ya"
"iya...."
skip~
"ehh.. sarada kau sudah kembali"ujar Hinata menyambut sarada
"iya bi...ini minuman nya"
"terimakasih ya..."
Hinata pun menyuruh boruto minum air itu dan sekaligus minum obat yg di berikan sakura
"kalian datang juga akhirnya"ucap boruto pada shikadai
"pasti lah kami datang, sekolah bubar kami langsung kemari melihat keadaan mu, rupanya kau sudah sadar"jelas shikadai
melihat teman teman boruto datang Hinata hendak keluar karena tak ingin ikut campur obrolan anak muda
"ibu keluar bentar ya"
"mau kemana bu?"tanya boruto
"ini.. dokter sakura bilang hasil ronsen kaki mu sudah keluar, ibu mau mengambil nya"ujar Hinata dan menutup pintu
sekarang tinggalah boruto sarada,dan teman temannya di kamar itu
"boruto...,kau kenapa bisa sampai kecelakaan?"tanya Mitsuki
"panjang ceritanya,tapi yg pasti itu semua gara gara kalian yg mengajak ku main game online jadi nya aku terlambat bangun dan buru buru pergi ke sekolah, kejadian deh kek gini"ujar boruto menunjuk ino, mitsu,shika
"apa boruto ....?, ternyata kau terlambat bangun hanya karena main game"ujar sarada dengan nada dan tatapan membunuh
boruto langsung turun mental,ia takut bila sudah melihat sarada dengan tatapan tajam nya
"tapi boruto kau harus berterima kasih sama, inojin dan ketua kelas"ujar shikadai
"kenapa?"
"karena mereka sudah mendonor kan darah nya untuk mu"
"hah?,yg beneran?"
"ho,oh"
boruto pun berterima kasih pada inojin dan sumire
"sudah tak usah di pikir kan bor, itu lah kegunaan persahabatan"ujar inojin
"betul, melihat kau baik baik saja sudah cukup"ujar sumire
sarada yg duduk di sofa yg memang sudah ada di situ menatap ketua kelas dengan penuh penasaran,apa lagi maksud dari perkataan sumire kemarin, namun sarada segera membuang pikiran itu jauh jauh
"boruto..,saat kau tak sadarkan diri,apa yg kau rasakan"tanya Mitsuki yg penasaran rasanya pingsan karena seumur umur ia belum pernah merasakan yg namanya pingsan
"aku tak terlalu ingat..., namun saat kecelakaan itu aku merasa seperti..ahh pokoknya susah di jelaskan, saat itu aku luka kan... namun Luka itu tak trasa sakit...yg kurasakan saat itu Dunia seperti berputar dan samar samar aku melihat orang yang berkerumun dan saat itu aku langsung tak sadarkan diri"
"saat itu seingat ku,aku terbangun di hamparan padang bunga dan di sana sangat indah bahkan rasanya aku tak mau pergi dari sana"
"lalu dari jauh aku melihat seorang wanita dewasa yg menatap langit, saat aku bertanya siapa dia.., dia hanya menjawab.."ujar boruto menggantungkan cerita nya
"menjawab apa?, apa yang wanita itu katakan?"tanya shikadai dan yg lain sementara sarada juga sangat fokus mendengar kan cerita boruto sehingga Ia mendekat dan duduk di sebelah boruto
"apa yg perempuan itu kata kan?"tanya sarada
"perempuan itu bilang........ dia bilang.."
"belum waktunya kau menemuiku"
bersambung......
#jangan lupa, like, komen, rate, and vote ya 😉
#salam