
Sasuke dan sakura tampak keluar dari rumah dengan membawa koper besar, hari ini mereka berencana pergi ke rumah ayahnya Sasuke yaitu fugaku uchiha, karena fugaku di kabarkan sakit
"kamu yakin bisa tinggal sendiri di rumah nak"tanya Sasuke yg tak tenang meninggal kan anak semata wayangnya itu sendiri di rumah
sarada memang tak bisa pergi karena ia harus sekolah, dan di tambah rumah fugaku yg berada di luar kota yang pasti membuat mereka harus menginap beberapa hari di sana
"papa tenang saja,aku ini sudah besar bukan anak anak lagi"ujar sarada meyakinkan
"sudahlah sayang..., sarada sudah besar pasti ia bisa jaga diri, lagipula kita hanya tiga hari disana"ujar sakura memasukkan koper ke bagasi mobil
"benar kata mama....,aku ini sudah besar,kan sudah kelas 2 SMA"ujar sarada tersenyum
"tapi papa masih belum tenang,papa telpon boruto saja biar ia menjaga mu di rumah"ujar Sasuke mengeluarkan hp nya
"jangan pa,..."cegah sarada
"kenapa"
"aku tak mau merepotkan bolt terus"
"tapi dia kan pacar mu"ujar Sasuke
sarada ngeblush mendengar kata kata Sasuke
"bolt sekarang sedang sibuk,ia sekarang berkerja paruh waktu di supermarket.., sarada tak mau merepotkan nya"
"boruto kerja paruh waktu,kenapa?..,apa si bodoh itu tak memberi anak nya sendiri uang"ujar Sasuke,si bodoh yg ia maksud adalah Naruto
"bukan begitu pa.., boruto bilang ia ingin mandiri..ia ingin menghasilkan uang dengan usaha nya sendiri"ujar sarada
Sasuke tersenyum dan mengelus kepala putri nya
"tak salah kau memilih boruto"ujar Sasuke
sasusaku pun pergi,kini hanya tinggal sarada yg sendiri an di rumah
sarada masuk ke kamarnya dan berbaring
"sekarang aku harus apa?"gumam sarada
"oh iya aku tau, kalau bolt belajar menghasilkan uang dengan usaha sendiri,aku juga harus belajar cara merapikan rumah, memasak dan pekerjaan rumah lain nya"ujar sarada bersemangat
ia pun mulai melakukan pekerjaan rumah dengan semangat,di kepala nya terbayang ia sedang merapikan rumah yg akan ia tempati dengan boruto kelak
______________
"hu... selesai juga akhirnya"ujar boruto keluar dari mini market,malam itu ia pulang dari kerja paruh waktu nya
"tumben sald tidak menghubungi ku hari ini"gumam boruto membuka hp nya
"mampir ke rumah sarada dulu ah.."gumam boruto
sementara di rumah sarada tampak sedang belajar menjahit dengan mesin jahit ibu nya
tampak tangan nya masih kaku dan belum terbiasa
"ternyata menjahit tak semudah yang dibayangkan"gumam sarada
sarada berteriak keras dan mengibaskan tangannya yang mengucur kan darah
boruto yg mendengar suara teriakan sarada dari luar langsung masuk ke rumah
"sald kau tak apa apa"teriak boruto
"bolt,..?.,kenap kau bisa ada di sini"tanya sarada menahan sakit di tangan nya
"aku baru pulang kerja dan ingin mampir sebentar ke rumah mu,tapi kenapa kau berteriak tadi?"Tanya boruto
"ini.."sarada menunjukkan tangan nya yg berdarah,dan tampak mata nya berkaca menahan tangis
"ya ampun,ini kenapa..."ucap boruto memegang tangan sarada
"nggak sengaja tertusuk jarum"
"tahan dulu ya...,di mana kotak p3k di rumah ini?"tanya boruto
"di dapur,di dalam lemari kayu"ujar sarada
boruto segera mengambil kotak p3k dan mengobati luka sarada
"kenapa kau sampai terluka sald,dan di mana bibi sakura kok sepi amat ni rumah?"tanya boruto setelah selesai mengobati luka sarada
"mama dan papa sedang keluar kota, kakek ku sakit"
"haa.. jadi mereka membiarkan mu sendiri an di rumah"
"iya..."
"ceroboh sekali mereka membiarkan mu sendiri an di rumah, kalau nanti kau kenapa napa gimana?"
"tidak apa apa kok,kan aku udah gede"
"badan aja gede tapi sifat manja kek anak sd"ujar boruto menyubit pipi sarada"
sarada hanya bisa menggembung kan pipi nya, mendengar boruto berkata seperti itu
"aduhh..apa boleh buat,malam ini aku akan menginap di sini untuk menemani mu"ujar boruto
sarada membelakan mata nya,ia terkejut mendengar ide boruto
"kau bercanda kan?"tanya sarada
"tidak aku serius"
sarada bingung harus menjawab apa,ia hanya bisa terdiam,ia tak menyangka hal seperti ini akan terjadi.
bersambung......
#jangan lupa, like, komen, vote ya 😉
#salam