
.
.
"maafkan aku boruto!"
"apa?.."boruto berhenti dan menoleh ke arah sarada yang menunduk kebawah air mata sarada menetes dibalik kacamata merah nya
"ku mohon..hiks..hiks..,maaf..,aku minta maaf"isak sarada, tubuhnya berguncang karna isak tangis nya itu
lorong sekolah saat itu sedang sepi karena memang waktu itu belajar mengajar sedang berlangsung, angin berhembus pelan membuat surai hitam sarada melambai lambai terkena angin.
boruto terdiam sejenak, melihat sarada yang tertunduk dan menangis, boruto hendak melangkah mendekati sarada,namun..
bayangan masa lalu saat sarada mencampakkan nya dan pergi bersama kawaki masih bermain di kepala boruto
"mulai sekarang kita bukan siapa-siapa jadi lupakan lah yang telah lalu"
Kalimat Sarada waktu itu terus bergema di kepala boruto, membuat ia mengurungkan niatnya mendekati Sarada
"maaf,..kau minta maaf Sarada?, setelah apa yang kau katakan pada ku kau minta maaf?"ucap boruto menatap Sarada
sarada terhenyak mendengar perkataan boruto, iapun mengangkat kepalanya, tampak pipi sarada basah oleh air matanya
"sudah lupakah?,siapa yang mencampakkan ku duluan,siapa yang pergi dengan laki laki lain tepat di depan mataku dan siapa yang meminta supaya melupakan hubungan kita dan menganggap semua tak pernah terjadi?...siapa sarada?"ucap boruto, nafasnya tidak teratur lagi
sarada diam dan kembali menundukkan kepalanya dan menangis, mengingat yang ia perbuat pada boruto dulu
"sudah lah,aku harus kembali ke kelas.."ucap boruto membalikkan badannya dan berjalan menuju kelas
boruto tidak ingin berlama lama bersama sarada dan membuat nya teringat kenangan bersama nya
namun...
"aku mohon bolt.. maafkan aku.."ucap sarada lagi,suara sangat kecil namun mampu masuk ke telinga boruto dan membuat nya berhenti.
boruto terdiam, jantung nya berdebar kencang, ada perasaan aneh di hati nya mendengar kalimat itu lagi
namun lagi-lagi, boruto mendahulukan dendam nya lagi dari pada perasaan sebenarnya.
"jangan panggil aku dengan panggilan menjijikkan itu"ucap boruto dan berjalan menjauhi sarada
sarada menatap boruto yang menjauh, hati nya hancur, sehancur hancur nya
ia menangis, meratapi hidupnya, meratapi kebodohan nya
"boruto.."ucap sarada menangis
________________________
bel sekolah berbunyi, menandakan sekolah telah usai, nampak murid sekolah keluar dari gerbang sekolah
Mereka makan dan berbincang kesana kemari, namun nampak boruto yang melamun menatap keluar jendela, Burger yang ada di depan mata sama sekali tidak disentuh nya.
"boruto..,kenapa kau, kalau tak mau makan biar aku yang makan"ucap shikadai hendak mengambil burger boruto namun cepat cepat di cegah boruto
"enak aja kau.., punya gue ni"ucap boruto memakan burger bbq nya
"makanya jangan melamun terus"ucap mitsuki
"lho mikirin apa sih, sampai melamun gitu,kayak anak ayam nelen biji kedondong"ucap inojin
"anak ayam nelen biji kedondong?..,emang bisa"tanya mitsuki pada inojin
"itu cuma istilah bego"
"mikirin apa lo tadi bor,sumire ya?"tanya shikadai"
boruto tersedak mendengar itu
"kenapa kau pikir gue lagi mikirin sumire?"ucap boruto
"kan dia nembak lo di sekolah tadi tolol"ucap mitsuki
boruto diam sesaat,memang tadi disekolah, sumire menyatakan perasaan nya pada boruto, namun boruto belum memberi jawaban
"enak banget ya jadi lo,ada aja cewek yang naksir, bahkan ketua kelas pun tertipu"ucap shikadai
"maksud lo tertipu apa bambang?"ucap boruto melempar tisu ke arah shikadai
"jadi lo kenapa melamun tadi?"tanya shikadai lagi
"ahh.. bukan urusan lo"ucap boruto kembali makan
sedang asik nya mereka mengobrol, tiba tiba hp inojin berdering, tampak dilayar hp choco yang menelpon
"hallo ndut, kenapa?"tanya inojin mengangkat telepon
"apa!.., yang benar lo,oke..oke lo tenang..,lo tenang kami kesana sekarang,oke...,ya.."ucap inojin yang tampak cemas
yg lain penasaran apa yang terjadi, setelah telpon ditutup mereka menyerbu berbagai pertanyaan ke inojin
"kenapa jin, choco kenapa?"tanya shikadai
inojin diam mengatur nafas, dan melihat kearah boruto
"kenapa lo?"tanya boruto meminum minuman nya
"sarada kecelakaan bor!"
bersambung.....