
"kau puas sekarang ha..?,kau puas kan brengsek!"teriak sarada kepada kawaki,air mata mengalir di pipi sarada terbayang bagaimana perasaan boruto saat ini,dan semua itu karena laki-laki di depan nya.
kawaki tersenyum sinis,di pandangi nya wajah sarada
"puas?,ini baru permulaan sarada"ucap kawaki
sarada terdiam dan melihat ke arah kawaki
"apa maksudmu?"
kawaki berbalik membelakangi sarada
"aku akan buat boruto menderita oleh cintanya sendiri,itu pasti akan menjadi pertunjukan yang menyenangkan untuk di lihat"
"apa maksudmu, bukan nya kau hanya memiliki masalah sama papa dan aku,kenapa kau membawa boruto dalam masalah ini?!!!"teriak sarada.
kawaki menoleh ke arah sarada
"karena ini menyenangkan"ucap kawaki seenaknya dan pergi meninggalkan sarada.
______________
sementara boruto berjalan tanpa tujuan,ia terus berjalan di trotoar, pandangan nya kosong, keramaian seakan tak didengar nya, seakan ia sedang berjalan sendiri di lorong yg sunyi menuju ke kegelapan yang tak berujung
tanpa sadar ia berjalan menuju ke jalan yang banyak mobil sedang lalu lalang, namun dengan cepat ada yang menarik nya sehingga boruto selamat dari bahaya
"boruto apa yang kau lakukan?, berjalan ke jalan,kau ingin mati?"
"ke ketua kelas?"ucap boruto
"apa yang terjadi kau seperti tidak sehat?"tanya sumire
"ntahlah..aku tak yakin.., apa itu mimpi atau nyata"ucap boruto ngawur
sumire heran dengan sikap boruto,ia pun membawa boruto duduk di halte bus di dekat mereka
"ini minum dulu?"ucap sumire memberikan botol minum pada boruto.
"terimakasih ketua kelas"ucap boruto setelah minum
"kamu tadi kenapa, berjalan tak tentu arah seperti itu, bahaya tau"ucap sumire memasukkan kembali botol minum ke tas nya.
boruto terdiam
"boruto?"ucap sumire
"tidak kenapa napa kok,aku hanya mengantuk tadi"ucap boruto berbohong
"astaga.."ucap sumire memegang kening
"haha..maaf karena merepotkan tadi"ucap boruto
"baik"
"ya udah,aku duluan..,ya"ucap sumire pamit
"ya terimakasih ya ketua kelas"
"hmm, sampai jumpa"ucap sumire pergi
setelah sumire pergi, boruto duduk dan tiba tiba ia memukul wajahnya sendiri, air mata nya mengalir bebas dari kelopak matanya
"ternyata bukan mimpi"ucap boruto menangis
ada rasa sesak yang teramat dihatinya.
________________
malam menjelma dengan cepat, membawa kegelapan yang menyelimuti sekitar,di kamar nampak sarada yg duduk di ranjangnya, dengan boneka kurama pemberian boruto dipelukannya
"maaf boruto,maaf.."ucap sarada memandangi boneka itu
tiba tiba handphone nya berbunyi tampak nama kawaki yg menelponnya
dengan malas sarada mengangkat nya
"halo"
"halo pacar baru ku, sedang apa kau sekarang?"ucap kawaki diseberang telepon
"jangan banyak basa basi,mau apa kau"ucap sarada
"jangan galak begitu dong,begini besok aku mau menjemput mu ke sekolah"
"tidak,aku tidak mau"
"eiit..,kau seharusnya sadar kau tidak punya pilihan selain menerima nya,ingat nyawa papamu ada di tangan ku"
sarada terdiam,dia sangat geram dan jijik pada kawaki tapi,ia tak punya pilihan lain,ia tak ingin papanya dalam bahaya karena keegoisan nya.
"baiklah"ucap sarada terpaksa
"baiklah,aku jemput besok bye bye, pacar terpaksa ku"ucap kawaki menutup telepon
sarada terdiam mematung, matanya memandang ke arah boneka kurama pemberian boruto, air mata nya kembali menetes
"boruto.. maafkan aku"
bersambung.........