Borusara: School of Life

Borusara: School of Life
episode 14



hari masih sangat pagi, matahari baru menampakkan diri di ufuk timur, namun pagi itu sakura mendengar suara ribut di dapur rumah nya.


"siapa di dapur pagi pagi begini"sakura melihat jam yg menunjukkan pukul 05:40


"sayang,coba lihat siapa di dapur"sakura mencoba membangun kan Sasuke yg sedang tidur di sampingnya.


namun sayangnya kalau Sasuke sudah tidur baik maling ataupun gempa bumi tak kan mampu membangunkan nya kecuali teriakan sarada


"terpaksa aku lihat sendiri"sakura bangkit dan berjalan menuju dapur


sesampai di dapur sakura terkejut ternyata yg ribut ribut di dapur adalah sarada.


"nak.., sedang apa?"sakura menghampiri sarada yg sedang sibuk memotong bawang.


"ya lagi masak dong ma.."


"mama nggak lagi mimpi kan?"


"maksud mama apa..?"tanya sarada memasukkan minyak ke kuali


"nggak nggak..., mama cuman nggak yakin, biasanya kamu bangun pagi aja susah ini malah masak,dan kamu kan lagi demam"ucap sakura


"sarada sudah baikan ma..., sudah nggak pusing lagi"


"sini..."ucap sakura menempelkan tangannya ke dahi sarada.


"syukurlah, sudah nggak panas lagi"sakura menghela nafas


skip~


"akhirnya siap"ucap sarada melihat bekal makanan yang akan di bawanya ke sekolah.


"kok bekal nya ada dua.., satu lagi untuk siapa"tanya Sasuke yg sudah bangun sudah pasti sarada yg membangunkan nya


"ehh..anu..ini..i..ni, untuk choco..ha ya untuk choco..pa"jawab sarada gugup dia tak mungkin bilang kalau bekal satu nya untuk boruto,bisa bisa Sasuke dan sakura nanti menggoda nya


"ohhh...,"Sasuke meminum kopinya dan membaca koran.


"sarada mandi gih,..kan mau sekolah"teriak sakura yg sedang menyiram bunga di luar


"baaaiiik"


skip~


"sar.."panggil boruto sekarang mereka sudah di jalan menuju ke sekolah


"hmm.."


boruto melepaskan kalung yang melingkari leher nya.


"ngapain bolt,, perhatikan jalan nanti jatuh"sarada cemas karena mereka sekarang sedang mengendarai motor


"ini..,"ucap boruto memberikan kalung nya pada sarada.


"ehh..ini untuk ku...?"tanya sarada meraih kalung itu


"kalung itu penting buatku, tolong di jaga ya"


"kalau penting kenapa kau berikan padaku"


"sebab kau orang yang penting buatku"ucap boruto


boruto berhasil membuat sarada tersipu malu, sarada langsung memakai kalung itu


"sampai kapan pun tak kan ku lepas kalung ini"ucap sarada


boruto tersenyum mendengar nya dan meraih tangan sarada dan di letakkan ke pinggang nya.


"pegangan, kita akan ngebut..,"ucap boruto dan tancap gas


",ehhh....boolt....., nanti jatuh bodooohhh...."teriak sarada mengeratkan pelukannya.


skip~


"aduhh...,kejam banget guru anko,masa cuman nggak buat pr di suruh berdiri di lapangan sampai istirahat"ucap inojin terbaring di lantai kelas, mereka berempat (boruto,mitsu,Ino,shika)di hukum guru anko karena tidak membuat pr


"iya...,mana ni hari panas banget"ucap Mitsuki


"perempuan memang merepotkan"keluh shikadai


"kalian haus nggak, ayo ke kantin beli minum"ajak boruto


"ayo lah.., tenggorokan ku kering ni, berdiri sejaman di lapangan"ucap Mitsuki


"ayolah.."inojin berdiri


mereka berempat pun berjalan menuju kantin, namun belum jauh dari kelas sarada memanggil boruto


"ada apa sar..., tumben nggak bareng choco"tanya boruto ketika sudah di dekat sarada.


boruto langsung melihat bekal makanan yang di bawa sarada ia heran karena sarada membawa dua bekal.


"yaelah bor,itu aja nggak paham...,yg satunya lagi buat lu la"ucap inojin


"cihuy...,ada yg mau diner ni.."goda Mitsuki


"jomblo cuman bisa nyimak"tambah shikadai


mereka bertiga sudah tau kalau borusara sudah mengungkapkan perasaan nya saru sama lain karena boruto bercerita kepada mereka di burger petir kemarin


"ayo ke atap.."ucap sarada menarik lengan boruto karena tak tahan di ledek mitsu,shika,ino


boruto tak dapat menolak, mereka berdua pun pergi menuju atap


sementara shika, ino,mitsu lanjut ke kantin


sesampai di atap sarada membuka bekal di bawa nya.


"wihh nasi goreng"ucap boruto


"maaf ya kalau nanti tidak enak, baru kali ini aku coba memasak"ucap sarada mengajak boruto duduk.


"ayo di makan"


"suapin.."ucap boruto membukakan mulutnya.


"lu masih punya tangan kan bolt.."ucap sarada kesal


"ada..."


"kalau ada makan sendiri la, jangan manja"sarada memakan bekalnya duluan.


"kalau nggak mau nyuapin,ya sudah..., minta yg lain aja nyuapin aku"ucap boruto


"ehh....kok gitu"


"makanya suapin"


"dasar, sini..,buka mulut mu"ucap sarada


sarada pun mulai menyuapi boruto.


"bagaimana rasanya..?, enakan"tanya sarada penuh harap


"hmm....,enak kok..., sangat enak malah"ucap boruto berbohong padahal nasi goreng nya masin banget,tapi ia tak mau membuat sarada kecewa karena Boruto yakin kalau sarada susah payah membuat kan nya


"syukurlah...,ayo makan lagi"ucap sarada kembali menyuapi boruto.


boruto pun memakan nya sampai habis, walaupun dengan susah payah


setelah minum air baru lah boruto dapat bernafas lega.


"yee sudah habis..."ucap sarada senang karena boruto memakan masakan nya sampai habis.


"ya enak banget soalnya"boruto kembali berbohong


"kalau begitu besok sampai seterusnya akan aku buatkan terus untuk mu"ucap sarada merapikan bekalnya


"mati aku"gumam boruto dalam hati


"iya,... pasti makin enak"ucap boruto


"tapi sebelum itu,ni makan makanan penutup nya"ucap sarada mengeluarkan bekal tapi lebih kecil dari yg tadi


"makanan penutup?"


"ini dia salad buah,salah satu makanan kesukaan aku"ucap sarada dan ingin menyuapi boruto.


"celaka..."ucap boruto berbisik


"kau bilang sesuatu bolt?"tanya sarada karena mendengar boruto berbisik.


"nggak ada"


"ohh..., kalau begitu ayo makan"


boruto terpaksa memakan salad buah itu, makanan yang paling tak di sukai nya dari kecil


baru beberapa suap boruto langsung tak sadarkan diri


sarada terkejut


"eh..bolt.,kenapa ini..?"


bersambung.......


#jangan lupa like, komen, rate, and vote ya 😉


#salam