Billionaire Husband

Billionaire Husband
94



Sudah seminggu elle tak membuka matanya , membuat seluruh keluarga seakan tak memiliki semangat


Seminggu itu pula max tidak pergi ke kantor , liam lah yang mengurus semua perusahaan


Ken dan geri sudah pulih dan tidak perlu melakukan perawatan lagi , hanya saja mereka semua memutuskan untuk tinggal di ruang perawatan tersebut tanpa ada yang pulang ke mansion


Sungguh keluarga yang harmonis , bukan hanya berlimpah harta juga berlimpah kasih sayang !!!


Ruang perawatan tersebut memiliki dua kamar tidur dan juga ruang tamu yang sangat luas


" Princess , apa mimpimu terlalu indah hingga kau tak bangun-bangun , apa dalam mimpimu kau sangat bahagia " ucap geri lirih di samping ranjang elle


" Kakak janji akan melindungi mu lebih baik dari ini , kakak mohon bangunlah " lanjutnya tak dapat menahan isak tangis


" Sssstttt " desis inez


" Jangan bersedih , kalau kau bersedih kau hanya akan membuat elle juga akan bersedih "


" Tapi ini semua salahku , aku yang tidak menjaganya dengan baik "


" Sudahlah kakak ipar , tidak ada gunanya kau menangis anggap saja ini sudah takdir " ucap max dengan nada setenang mungkin


" Istirahatlah ke dalam kamar , aku yang akan menjaga istriku "


Setelah kepergian geri dan inez , max mendesah lemah di samping elle


Tangannya tak henti-hentinya mengecup punggung tangan istrinya


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


" Maafkan aku yang merusak acara pernikahan kita dan membuat rencana honeymoon kita gagal bahkan harus berakhir di tempat menyakitkan seperti ini " lirih geri berucap di samping istrinya


" Apa yang kau bicarakan , ini bukan salahmu atau siapapun , seperti kata max ini adalah takdir " jawab inez mengengam tangan geri


" Ayo istirahat lebih dulu " sambung inez lagi


🍃🍃🍃🍃🍃


" Max , istirahatlah . aku yang akan berganti menjaga elle " ucap ken yang melihat max tidak memejamkan mata sama sekali


" Baik "


Malam itu ken berjaga di samping elle mengantikan max yang seharian berada disana


" Princess , kakak merindukanmu . apa kamu tidak merindukan kami semua ??? "


" Tolong , bangunlah "


Dan pagi ini di gegerkan dengan teriakan ken yang lantang


Seketika max membuka mata , pikirannya was was


" Ada apa ? "


" Lihat , elle mengerakan jarinya " tunjuk ken pada jari elle


Seketika max memandang arah telunjuk ken dan binar bahagia muncul di matanya


" Babe " ucap max mencium kening elle


Mom dad dan geri yang baru tiba juga kaget saat mendengar pekikan ken


" Syukurlah dad , princess kita bangun " peluk mom kepada dad


Ruangan yang biasanya sunyi senyap , kini ramai oleh tangisan bahagia


" Nona elle sudah melewati masa kritisnya , sebentar lagi pasti nona elle akan membuka matanya " ucap dokter yang memeriksa elle


Dan benar apa yang dikatakan dokter tersebut , tak lama elle membuka matanya dan merasakan sekujur tubuhnya yang teramat sakit


" Uhh " rintih elle membuat semuanya menoleh


" Oh thanks GOD " ucap max langsung memeluk elle


" Mi-num " lirih elle di telinga max


Max segera bangkit dan mengambil air putih dan membantu elle meminumnya


" Apa yang kamu rasakan ??? dimana yang sakit akan aku panggilkan dokter lagi " ucap ken


" Nothing , aku sudah lebih baik "


" Cepatlah sembuh babe , aku lebih suka kau memarahiku daripada kau yang lemah seperti ini " ucap max membuat semua orang tersenyum


Pagi ini menjadi pagi yang cerah , matahari mereka sudah kembali bersinar


Dad memanggil seluruh dokter dan perawat yang berada di lantai tersebut dan memberikan amplop coklat kepada mereka semua


" Ambilah ini , ini sebagai bentuk kebahagiaan kami " ucap dad


" Tidak perlu tuan , ini memang sudah tugas kami sebagai dokter dan perawat " jawab salah satu dokter tersebut


" Tidak masalah , tolong jangan di tolak . ini adalah rasa bahagia kami dan sebagai kerja keras kalian yang sudah menyelematkan putriku " sela mommy


" Terimakasih nyonya dan tuan , semoga Tuhan selalu melindungi kalian " ucap mereka bebarengan


Bahagia yang sesungguhnya adalah , ketika kamu berbahagia maka sekitarmu juga harus merasakan kebahagiaan ...