
Follow IG me @mhemeyyy
Pagi-pagi sekali Max dan Lidya sudah pergi meninggalkan mansion menuju ke ke tempat di mana keluarga Lidya pernah tinggal
Karena makam kedua orangtuanya berada disana
Max memilih mengendarai mobilnya sendiri tanpa supir karena dia sekalian ingin mengunjungi mansion Ellena
Jarak tempu dari Newyork ke Brooklyn sekitar kurang lebih dua jam
Brooklyn menjadi kota independen sampai konsolidasinya dengan New York City pada 1898 dan terus mempertahankan budaya yang berbeda , suasana seni independen , dan warisan arsitektur yang unik Banyak pemukiman di Brooklyn adalah enkavle etnis tempat kelompok dan budaya etnis tertentu mendominasi
Sebelum sampai di tempat pemakaman berada Lidya meminta singgah di toko bunga untuk membeli bunga favorit kedua orangtuanya yaitu rose putih
Setelah membeli bunga mereka melanjutkan perjalanan , tak lama mereka telah tiba di pemakaman umum
Max dan Lidya keluar dari mobil dan berjalan bergandengan tangan menuju tempat dimana Lidya membawanya
Mata max tertuju pada dua nama yang di yakini Max adalah kedua orangtua Lidya
Lidya langsung berjongkok di tengah-tengah dan memberikan bunga tersebut
" Hallo Mama Papa maaf aku baru mengunjungi kalian , Ma Pa aku kesini karena merindukan kalian dan juga aku ingin memperkenalkan kalian dengan calon suamiku . Dia lelaki yang baik Pa , aku mencintainya , semoga Papa dan Mama merestui hubungan kami yaa , minggu depan kami akan menikah . Mama dan Papa tidak perlu khawatir dengan keadaanku sekarang , akan ada yang menjagaku mulai sekarang " cerita Lidya panjang lebar sambil terisak disana
Max yang berada di belakang Lidya hanya mengusap punggung wanita itu dengan lembut untuk menenangkan nya
Ada rasa sakit yang nyata ketika melihat wanita itu menangis dan bersedih
" Mama Papa terimakasih selalu menguatkan aku , aku berjanji akan berbahagia dengan hidupku yang sekarang . Aku mencintai kalian " ucap Lidya lagi kemudian dia memeluk Max yang masih setia menengkannya
" Mama Papa kenalkan aku Maxim Janson calon menantu kalian , aku berjanji akan menjaga anak kalian dengan baik , aku mencintai nya . Terimakasih Papa Mama mertua " ucap Max merangkul Lidya dan membantunya berdiri
Mulai sekarang Max berjanji akan menjaga Lidya dengan penuh kasih , dia tidak akan mengecewakan orang-orang yang dengan tulus menerimanya
Masa lalu boleh saja buruk , tapi di masa depan Maxim Janson telah berjanji untuk membuat semua orang di sekelilingnya bahagia
Setelah itu mobil yang di kendarai Max pergi meninggalkan pemakaman
Tujuannya saat ini adalah kembali ke Newyork menemui putranya
Terlihat masih ada genangan air mata di mata Lidya
" Sudah jangan menangis lagi Lidya , kau akan bertemu dengan Raffa , apa kau ingin dia melihat matamu yang membengkak itu " ucap Max mengingatkan
Lidya adalah wanita yang selalu memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang sebenarnya tidak terjadi
Max sebenarnya mengucapkan itu hanya sekedar agar Lidya berhenti menangis
Dia terlalu polos untuk mengekspresikan segala hal
Raut wajahnya terlalu kentara hingga membuatnya tidak bisa berbohong atau sekedar menyembunyikan sesuatu
" Maaf aku lupa Max " ucap Lidya mengusap air matanya
" Sekarang istirahatlah dulu , perjalanan masih lumayan jauh "
" Tidakkah kau butuh teman bicara ??? aku takut kau mengantuk dan kita berakhir di rumah sakit Max , aku kan belum menikah denganmu " jawab Lidya polos yang mana membuat Max tertawa
Kau benar-benar , sungguh aku harus mengatakan apa
Lugu dan bodoh itu biasanya beda tipis
" Jangan khawatirkan apapun Lidya , aku bisa mendengar musik atau apapun disini "
" Oh okee " jawabnya yang masih memandang lurus ke depan
Max menatap ke arah kursi samping , ternyata wanita itu telah tertidur
Aku mencintaimu Lidya Weitsly
*****
Akhirnya perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 3jam itu berakhir , mobil Max telah berhenti di pelataran mansion mewah milik Ellena
Max membangunkan Lidya dalam satu kali panggilan
Mereka berdua berjalan dan disambut dengan para maid yang ada di depan mansion
" Selamat siang Tuan Nona " maid itu mempersilahkan mereka duduk
" Dimana Raffa ??? "
" Akan saya panggilkan Tuan " jawabnya sebelum meninggalkan ruang tamu
Maid yang lain datang membawa nampan berisi minuman dan makanan ringan
Tak lama Raffa telah datang ke ruang tamu dengan pakaian tidur yang acak-acakan
" Hallo Dad , hallo Aunty " sapanya kemudian duduk
" Ini sudah siang dan kau masih bermalas-malasan , ayo bersiaplah dan ikut pergi jalan-jalan bersama Dad "
" No Dad , tidak hari ini aku benar-benar lelah , iam sorry " tolak Raffa yang terlihat memejamkan matanya
" Why ??? "
" Aku mengantuk Dad , Dad mau bicara apa ??? sepertinya ada hal yang ingin kau sampaikan "
" Minggu depan Dad akan menikah dengan Aunty Lidya "
" Ohya , selamat Daddy Aunty "
" Dimana Mommy dan Daddy Rian ??? tumben sekali mansion sepi " tanya Max pada putranya
" Mommy dan Daddy Rian masih tidur ketika aku bangun tadi , sangat berantakan " jawabnya mengingat
" Kau tidur bersama dengan Mommy dan Daddy Rian ??? " tanya Max memastikan
" Ya , sesekali Dad " jawab Raffa yang membuat pikiran Max telah berimajinasi yang bukan-bukan
Padahal mereka hanya tidur bersama ketika menghabiskan waktu untuk menonton film atau saat sedang quality time
Raffa sudah memiliki kamarnya sendiri , awalnya Rian menolak ketika Raffa tidur sendiri tapi bocah kecil itu selalu meyakinkan bahwa dia akan baik-baik saja
Setelah berbincang cukup lama bersama Raffa dan Lidya , akhirnya Max memutuskan untuk pulang
Percuma Raffa sedang dalam mode malas bergerak jadi dia tidak akan pergi kemanapun
" Hati-hati Dad , Aunty " Raffa mencium pipi keduanya
" Jaga dirimu Raffa , Aunty menyayangimu " balas Lidya
" Tentu saja , sekarang aku akan punya dua Mommy dan dua Daddy yang sangat hebat "
" Salam untuk Mommy Ellena dan Daddy Rian yaa "
❤️❤️❤️❤️❤️
JANGAN LUPA LIKE KOMENT DAN BERIKAN VOTE 🤗🙏