Billionaire Husband

Billionaire Husband
90



Elle terbatuk sesaat merasakan hidungnya sesak


Elle membelalakan matanya kaget , dimana dia tergantung dengan tangan terikat


Seketika matanya melebar saat mendapati ken dan geri di sampingnya dengan keadaan yang sama terikatnya


" Kak ken , kak geri bangun " ucap elle


" Kak ken , kak geri ayolah bangun bukan saat yang tepat untuk berlama-lama pingsan " ucap elle menendang nendangkan kakinya


" Kak " elle menendang kaki ken dan geri bergantian


Geri menyipitkan matanya ketika sorot lampu menghalangi pandangan nya , geri yang belum sadar sepenuhnya melihat sekeliling dan melotot ketika melihat elle terikat


" Princess , kita dimana ??? " tanya geri


" Mana aku tahu kak , aku sudah terikat disini dan melihatmu dan kak ken juga " jawab elle


Geri mengedarkan pandangannya di sekitar ruangan tersebut


" Haii kak ken cepat bangun kau ini pingsan kok lama banget , lihatlah keadaan kita sekarang " geram elle menendang-nendang ken dengan sangat keras membuatnya mengaduh


" Uhh " perlahan-lahan membuka matanya


" Ken bangun bodoh " umpat geri


" Iya iya aku bangun " jawab ken malas yang belum sepenuhnya sadar


" HAH , DIMANA INI ???? " teriaknya ketika melihat tangannya terikat


" Makanya bangunlah , kita sedang di culik " balas geri


" Kak ponsel mu mana ??? " tanya elle pada geri


" Aku ti- " ucapan geri terpotong mendengar langkah kaki mendekat


Tuan hill dan jason menyeringai licik


" Akhirnya dad , kita bisa menangkap tiga umpan , sungguh keberuntungan untuk kita " ucap jason mengejek


" Tentu son , bagaimana kalau kita bermain-main sebentar dengan mereka " ucap tuan hill menyeringai mendekati elle


" Hei tua bangka jauhkan tangan kotormu dari adikku " teriak geri lantang


BUK satu pukulan mendarat di perut geri oleh tangan jason


PLAK satu tamparan mendarat di pipi mulus elle


" Sayang sekali kau terlahir dari keluarga yang beruntung tapi nasibmu menyedihkan " ucapnya membelai pipi elle


" Hei pak tua jangan sentuh adikku , bangsa*t kau " teriak ken


BUK satu pukulan di layangkan jason lagi pada ken


" DIAM BODOH , kalian ini memang keluarga siala*n " ucap jason


" Jika kau anggap keluargaku siala*n lalu kau dan ayahmu kau sebut apa hah ??? " teriak elle menantang


PLAK PLAK


" Jala*ng sialan , tutup mulutmu " elle meringis kesakitan mendapatkan tamparan bertubi-tubi dari jason


" CUKUP jangan sakiti adikku !!! apa yang kalian inginkan " geri sudah tidak dapat menahan tangisnya lagi


" Memohonlah tuan muda , aku ingin melihat kau memohon padaku "


" TIDAK !!! Jangan lakukan itu kakak " teriak elle


PLAK


" Sudah cukup jangan sakiti adikku , kalau kalian ingin memukul , pukulah aku jangan adikku " ucap ken lemah melihat wajah elle yang sudah memerah dengan sudut bibir yang berdarah


" Sudah cukup son , kita tidak bisa membiarkan mereka mati sebelum kita mendapatkan pertukaran yang sepadan " ucap tuan hill mengajak anaknya pergi


" Princess , are you okey ??? " tanya ken dan geri terlihat cemas


" No , Iam okey " jawab elle memaksakan tersenyum


🍃🍃🍃🍃🍃


Setelah melihat rekaman cctv , darah max mendidih


Max mengepalkan tangannya menahan amarah


" Sean , bantu aku cari elle , datanglah ke mansion alexander sekarang " setelah mematikan panggilan max menghubungi seseorang lagi


" Liam , cepat kerahkan seluruh anak buahku untuk mencari keberdaan elle "


" Cepat lakukan pelacakan gps di cincin istriku "


Max sibuk menelpon orang bergantian , mom menangis di pelukan dad


" Dad , anak-anak kita "


" Mom tenanglah , mereka pasti akan baik-baik saja " ucap inez menengkan mertuanya


Mereka memutuskan untuk kembali ke mansion alexander


Sherly laura dan suaminya pamit undur diri


" Sabarlah nez , mereka pasti akan segera di temukan " ucap sherly menengkan


" Kabari jika ada sesuatu " laura menambahkan


" Aunty Uncle Max kami pulang dulu " pamit laura dan sherly


Aku mohon kamu harus baik-baik saja " lirih max


" Sean bantu aku cari elle " sean mengangguk


Sean menelpon seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan elle


Tak lama ponsel max berdering


" Bos gps nyonya di temukan di dekat mansion keluarga jamaika " ucap seseorang di seberang telpon


Max mendesah frustasi , satu-satunya alat pelacak yang berada pada tubuh elle sudah terbuang


" Mom istirahatlah dulu , max janji akan membawa pulang elle dan kakak " janji max pada mommy


Max tak tega melihat mertuanya terlihat kacau


Mom mengangguk , mom pergi di temani inez


Satu hari sudah berlalu tapi mereka belum mendapatkan kabar apapun dari orang-orangnya


Sean dan max juga menyusuri seluruh kota untuk mencari keberadaan istrinya


Mom dan inez tak henti-hentinya menangis


" Max , kau cari tahu tentang keluarga hill sekarang . aku yakin ini ulah mereka " ucap dad tiba-tiba


" Baik dad "


" Se ayo ikut " ucap max pada sean


Max dan sean pergi ke rumah keluarga hill , tapi rumah itu nampak sepi tak ada orang


" Se carilah nomor ponsel keluarga ini dan lacak posisinya " ucap max


🍃🍃🍃🍃🍃


Di gudang tersebut , geri dan ken memandang ibah pada elle


Tubuh elle yang terdapat banyak lebam dan berantakan


" Heii kakak jangan menangis , mereka pasti akan menemukan kita " ucap elle menguatkan ken dan geri


" Kita harus tetap bertahan , bukankah ini hari bahagiamu " tambahnya mengingatkan pada pernikahannya


Geri mengangguk , sedangkan ken makin terisak


Di saat seperti ini adiknya masih saja menjadi matahari yang memberikan pencerahan pada semua orang


" Apa lagi yang kau inginkan ??? " tanya ken


Tuan hill menghubungi seseorang via video call


" Hallo "


" Hallo sobat lama , bagaimana kabarmu ??? pasti kau merindukan mereka bukan ??? " tuan hill mengarahkan kamera pada ketiga orang yang terikat


" Princess " lirih mom


" Apa maumu ? sungguh perbuatanmu sangat licik " jawab daddy geram


" Serahkan seluruh aset alexander jika kau ingin anak lelakimu selamat dan serahkan aset janson jika ingin istrinya selamat " ucap tuan hill


" JANGAN DAD , JANGAN LAKUKAN ITU " teriak elle lantang


PLAK


" Jangan menguji kesabaranku jala*ng " ucap jason geram


Dad dan mom yang melihat itu tidak dapat berkata apa-apa lagi hingga terdengar suara


" AMBILAH ASET JANSON JIKA KAU INGIN TAPI JANGAN SAKITI ISTRIKU " ucapnya dengan yakin


" JANGAN MAX JANGAN LAKUKAN ITU , DAD JANGAN LAKUKAN ITU " elle menangis memohon


" JANGAN SAKITI ISTRIKU LAGI , AMBILAH SELURUH ASETKU PULANGKAN ISTRI DAN KAKAK IPARKU " ucap max lemah dengan air mata yang sudah membasahi pipinya


" Jangan menangis max , aku mencintaimu " setelah mengucapkan itu panggilan terputus


" Ternyata mereka benar-benar bodoh rela menjadi miskin demi kalian "


" Itu bukan bodoh tuan , itu adalah kasih sayang seorang orang tua terhadap anaknya . jangankan harta nyawa pun kalau perlu akan mereka berikan . berbeda dengan anda yang lebih mengejar harta dan meninggalkan anak istri demi sebuah kepuasan batin " ucap elle memprovokasi


DEG


Tuan jason mematung , kaget ? tentu saja tapi dia segera menepis ingatannya


" Bicara apa kau nona , kau tidak tahu apapun tentangku " balasnya tenang


" Jangan meremehkan saya tuan , saya sudah tahu tentang masalalu anda yang meninggalkan anak isti anda demi berada di keluarga hill bahkan dimana anak anda saya juga tahu " balas elle sinis


Ken dan geri yang tidak paham hanya menyimak pembicaraan mereka


Tuan hill tak menanggapi ucapan elle , mereka segera bergegas keluar


Elle tersenyum miring


" Kak tolak keputusan mom dan dad untuk memberikan aset mereka , setelah aset itu menjadi miliknya kita tidak akan di lepaskan . believe me . biarkan mereka menemukan kita terlebih dahulu . kalau mom dad menyerahkan asetnya dan kita tak bisa selamat bagaimana dengan nasib mom dad dan juga inez tanpa kita di samping mereka ??? setidaknya biarkan mereka tidak menderita setelah kehilangan kita " ucap elle panjang lebar


Geri menelan ludah mengingat istrinya , ken hanya mengangguk mengerti


" Percayalah , max akan segera menemukan kita " janji elle dengan keyakinan bahwa max akan menjemputnya


Oh GOD izinkan takdir membuat keluarga ku bahagia " batin elle