
Follow IG me @mhemeyyy
Rian telah kembali pulang ke Newyork setelah urusannya telah selesai di Belanda
Rian akan memindahkan perusahaan pusat yang berada di Belanda agar berpindah ke Newyork sesuai persetujuan Papanya
Aku merindukanmu Sweetheart
Tanpa banyak berfikir , Rian melajukan mobilnya ke arah mansion Alexander
Dia merindukan wanita dan calon anaknya , bukankah berkhayal itu tidak masalah ???
Setelah turun dari mobil ternyata dia telah di sambut pangeran cilik yang juga baru tiba , entah darimana sepertinya ibu dan anak itu telah menghabiskan waktu di luar
" Uncle Lian , I miss you so much " teriak Raffa berlari ke arah Rian
" See , Uncle juga sangat merindukanmu " jawab Rian yang langsung menangkap Raffa dalam pelukannya
" Raffa masuk dulu dan cuci kaki serta tanganmu lebih dahulu " ucap Ellena memperingati
" Baiklah Mommy " ucapnya kemudian berlari masuk ke dalam mansion
" Hai Sweetheart , aku merindukanmu " sapanya tepat di hadapan Ellena
Sedangkan yang disapa , jangan di tanya
Tiba-tiba Ellena menjadi gugup karena sudah lama tak bertemu dengan Rian
" Hai R , kau baru saja tiba ??? "
" Ya aku baru mendarat dan langsung kemari , aku merindukanmu "
" A-aku juga merindukanmu " ucap Ellena malu-malu
Mendengar ucapan Ellena , serasa banyak kupu-kupu berterbangan yang merasuki Rian
Rian langsung memeluk Ellena dengan erat , menyalurkan kerinduan yang mendalam pada wanita yang berdiri di hadapannya
Perasaannya amat sangat bahagia , hampir tidak pernah terpikirkan bahwa Ellena membalas pelukannya
" Ekhmmm , Ekhmm " suara daheman membuat keduanya melongok
Penganggu siapa lagi jika bukan Kennard William
" Jika ingin bermesraan jangan di halaman , ingat banyak orang disini " tunjuk Ken pada beberapa penjaga dan Maid yang melihat kejadian romantis tersebut
Ellena dan Rian hanya tersenyum malu-malu karena menyadari banyak pasang mata yang melihatnya
Akhirnya Ellena menyuruh Rian agar masuk ke dalam dan bertepatan dengan bocah kecil itu turun dari lantai atas bersama dengan Sofi
" Uncle bawa oleh-oleh buat Raffa , mau ??? " tanyanya pada Raffa
" Sule " jawab bocah kecil itu
Rian memberikan dua kantong paperbag besar kepada Raffa dan juga Ellena
" Semoga kau menyukainya Sweetheart "
" Terimakasih R " jawab Ellena sungkan
Berbeda dengan Raffa yang langsung membuka paperbag tersebut yang isinya adalah mainan dan beberapa pasang baju dan sepatu
Tidak bisa di pungkiri bocah kecil tersebut berbinar melihatnya
" Terimakasih Uncle Lian " ucapnya memeluk Rian
Terimakasih telah memberikan kebahagiaan untuk anakku R
Kamu memang lelaki yang baik
Setelah cukup lama berbincang dan mengobrol tentang kesibukan Rian disana , Mommy mengajak Rian untuk sekalian makan malam bersama
Sebenarnya Rian segan , tapi dia juga tidak enak untuk menolak
Bagaimanapun Rian masih asing disini
Setelah makan malam , Rian pamit untuk pulang lebih dulu
Karena jujur saja tubuhnya sangat lelah
Tapi
Demi melihat senyum Ellena dan Raffa dia mengesampingkan keadaannya
Rian sangat berterimakasih karena keluarga Alexander menerimanya dengan baik
Mommy yang selalu mendukungnya
Setelah kepergian Rian , Ellena tersenyum menatap pada oleh-oleh yang dibawakan olehnya
Ternyata isinya adalah tas keluaran terbaru dari Louis Vuitton dan satu set perhiasan terbaru dari Cartier
" Mom " panggil Raffa
" Ya "
" Uncle Lian baik kan , Mommy sama Laffa dikasih hadiah " celotehnya yang sibuk bermain dengan mobil-mobilan baru
" Ya memang Uncle Rian itu baik " jawab Ellena membenarkan
" And he is handsome , light ??? " jawab Rian lucu
" Hah " lagi-lagi Ellena melonggo ketika anaknya sering kali memuji Rian
" Yeah , Uncle Rian memang tampan " jawab Ellena pada akhirnya
" Seperti Laffa ??? " tanyanya lagi
" Yaa seperti Raffa "
" Tampan mana Uncle Lian ol Daddy Laffa ??? Kenapa Uncle dan Daddy sangat belbeda " tanya bocah kecil itu lagi
Deg deg deg
Ellena merasakan kinerja jantungnya terhenti untuk sesaat
Pandangan matanya tertuju pada Raffa yang juga kini menatapnya dengan mata biru yang cerah
" Listen to Mommy " jawab Ellena menepuk sofa yang ada di sampingnya seakan memberikan ruang untuk Raffa duduk di sampingnya
" Uncle dan Daddy adalah dua orang yang berbeda , Raffa tidak bisa menyamakan keduanya seperti itu . Baik Uncle Rian dan Daddy punya peran masing-masing nak , Daddy-mu tetaplah Maxim Janson " jelas Ellena segampang mungkin agar di mengerti oleh putranya
" Lalu jika Daddyku adalah Maxim Janson kenapa yang selalu ada untuk Mommy adalah Uncle Lian bukan Daddy ??? " tanyanya lagi
Dasar bocah kecil
Kau memang putraku yang sangat hebat
Ellena sudah tidak bisa mengelak lagi , pertanyaan putranya selalu menjebak dirinya sendiri
Bocah kecil itu terlalu pintar untuk memahami segala ucapan Ellena
Dulu Ellena berpikir bahwa Raffa belum sepenuhnya mengerti tentang arah pembicaraan yang selalu di ucapkan semua orang
Tapi
Ternyata Raffa mengerti , dia memahami segala yang telah dikatakan oleh orang dewasa di sekitarnya
Dan
Sekarang Ellena yakin bahwa Raffa sudah mengetahui segalanya
" Kalau Raffa nakal , Raffa pasti di hukum kan ??? begitu juga dengan Daddy , karena Daddy nakal makanya dia di hukum "
" Laffa tidak nakal Mommy , Laffa kan anak yang baik "
" Tentu , sudah malam ayo tidur " Ellena mengangkat tubuh gembul putranya ke ranjang
Ellena memilih menyudahi obrolan dengan putranya atau pertanyaan lain akan semakin bermunculan
Ellena belum ingin menjelaskan segalanya , dia tidak ingin Raffa membenci Ayahnya
Raffa tetaplah anak dari Maxim Janson , bagaimanapun buruknya dia itu tidak bisa mengubah keadaan
Mengalir darah Maxim Janson di tubuh Raffa
Dan
Mulai saat ini , mereka harus berhati-hati kalau bicara karena bocah kecil yang dikiranya tidak tahu apa-apa bisa menangkap ucapan semua orang di sekitarnya
" Raffael Alexander Janson kau memang putraku nak , kau luar biasa "
❤️❤️❤️❤️❤️
JANGAN LUPA LIKE KOMENT DAN BERIKAN VOTE 🤗🙏
Masuk 20 besar , me update 5 part 👍 jadi jangan lupa vote poinnya yaa 😍