Billionaire Husband

Billionaire Husband
19



Follow IG me ya @mhemeyyyy


Elle adalah wanita yang tenang , dia mampu menyembunyikan luka dan semua dukanya


Tapi Elle tak mampu mengubur perasaan cintanya pada DIA


Elle mampu menyembunyikan jati dirinya rapat-rapat tanpa celah


Elle tau banyak orang yang sudah menggali informasi tentang asal usul keluarganya tapi nihil , good job untuk keahlian Elle sebagai seorang hacker


Semua orang sudah berada dalam ruangan metting , fokus menatap layar yang menampilkan presentasi baik Ken maupun Elle sama-sama diam memperhatikan


Setelah perdebatan kecil disana , semua orang keluar dengan perasaan lega


Metting yang langsung di pimpin oleh sang CEO merupakan kesialan bagi para anggota dewan karena terlalu sulit menebak tentang mood sang CEO yang kadangkala siaga satu atau siaga lima


Elle mengajak Ken untuk makan siang bersama di restoran yang berada di depan kantor


" What's wrong brother ? Why are you angry ??? Today your mood is so bad like you want to swallow everyone "


" It's okay Princess , I'm just having a lot of thoughts , don't worry "


" Speak if you want , I will listen to you " Ken tersenyum mengacak rambut Elle


Kembali dengan wajah yang tak garang lagi membuat seisi lobby berterimakasih pada Elle telah membuat sang bos jinak meskipun tetap dengan wajah dingin tersebut


Sore itu Ken memutuskan pulang lebih awal sebulum jam menunjukan pukul 5 sore


Elle mengangguk mengiyakan karena Ken butuh waktu untuk menenangkan diri , maybe hanya Tuhan yang tau apa yang terjadi padanya saat ini


Sebelum memutuskan untuk pulang , Elle singgah di salah satu kedai es cream favorite untuk mengembalikan mood nya yang kurang baik


Saat akan duduk Elle menabrak bahu seseorang , sangat kuat hingga ia terjatuh


Satu tangan mengulur untuk membantunya berdiri hingga membuatnya mendongak menatap siapa pelaku yang telah menabraknya


Maxim Janson , untuk apa dia berada di kedai ice cream seperti ini ???


Max meminta maaf dan membantu Elle berdiri , Max memberikan tisue untuk membersihkan baju Elle dari noda ice cream tersebut


" Nona Elle , im sorry I really did not see the road earlier " ucapnya dengan nada menyesal


" No problem Tuan Janson , I was also wrong not to see you earlier "


" Saya akan mengganti ice cream anda yang tumpah Nona Elle " Elle hanya tersenyum dan mengangguk


Mereka berdua duduk sambil menghabiskan ice cream dan pancake tersebut tanpa berbicara


Max hanya memperhatikan Elle


Merasa ada yang menatap , dengan cepat Elle mendongak dan beradu tatap hingga Max memutuskan kontak mata tersebut dengan jantung yang hampir meloncat keluar


Menyadari hal itu Elle hanya mengerjapkan binggung


" Tuan Janson , are you okey ??? "


Hening tak ada jawaban


Kemudian Elle memegang tangan Max dan menyadarkan Max yang terkejut


" Ah maafkan saya Nona Elle , saya sedikit melamun " jawab Max berbohong


Elle pamit untuk pulang dulu karena hampir waktu makan malam tiba dan Elle sudah melewtkan beberapa hari makan malam dengan keluarganya


" Maafkan saya Tuan Jason , lagi dan lagi saya harus meninggalkan anda untuk pergi lebih dulu " ucap Elle sungkan


Bagaimanapun juga Elle adalah Sekertaris di William Company jadi dia tetap harus bersikap sopan terhadap CEO Jason


" Nope , tidak perlu sungkan Nona Elle "


Setelah kepergian Elle tak lama ponselnya berdering


Elle segera memasang earphone di telinganya


" Hallo " sapanya


" Ya "


" Aku merindukanmu , kau sehat ??? "


" Tentu saja kalau aku sakit aku tak akan menjawab panggilanmu " jawab Elle sambil terkekeh


" Lusa aku Newyork bisa kita bertemu ??? aku sangat merindukanmu "


" Tentu , kau kabari saja "


" Baiklah , See you "


Setelah panggilan terputus Elle kembali fokus pada jalanan


Sedangkan di belahan bumi lain , lelaki tersebut tersenyum menatap ponselnya setelah menghubungi Ellena


Entah harus dari mana harus kumulai cerita ini


Kabut sunyi perlahan mulai merayap di hati


Aku yang mencintaimu dalam diam


Menahan rindu yang kian tak teredam


Ingin rasanya aku bertemu denganmu


Tapi , menyapamu saja aku tak mampu


Lalu, apa dayaku?


Bahkan anginpun membisu


Ketika aku mengadu tentang apa saja yang bertalian dengan dirimu


Mungkin bagiku cukup Tuhan yang tahu


Tentang apa dan bagaimana perasaanku


Karena bahagiaku , masih bisa menyelipkan namamu dalam setiap doaku


❤️❤️❤️❤️❤️❤️


JANGAN LUPA LIKE KOMENT DAN BERIKAN VOTE 🤗🙏