Billionaire Husband

Billionaire Husband
72



Follow IG me @mhemeyyy


Ellena yang sudah berada di ruangannya segera mengecek laporan butik yang di serahkan langsung oleh akuntannya


" Apa ada yang anda butuhkan Nona ??? "


" Tidak , kalau aku butuh sesuatu aku akan memanggilmu "


" Baik Nona , saya permisi "


Keadaan Ellena yang tenang dengan perusahaannya sangat kontras dengan suami dan dua kakaknya yang sedang mengusut dan menyambungkan satu kejadian dengan kejadian lain yang entah saling berhubungan atau tidak


" Ada yang kau temukan Ken ??? " tanya Geri


" Belum ada kak "


" Kalau aku tau siapa yang melakukan ini semua , sungguh aku akan langsung menembak mereka hingga kepalanya meledak " sahut Max geram


" Huh , sangat tidak menyenangkan jika mereka langsung pergi ke neraka " balas Geri kemudian


" Sebaiknya kau minta tolong kepada Ellena untuk meretas CCTV di sekitar kejadian Max "


" Ellena , seriously ??? ayolah kak Ellena itu hanya pintar di dunia bisnis dan desaign bukan hancker " jawab Max mengeryit heran


" Hahahahahaha " tawa dua orang itu pecah


" Ha , bodoh !!! kau yang bodoh Maxim Janson "


" Hai , bahkan IQ ku lebih tinggi daripada kau brother " jawab Max tidak terima


" Kau menghinaku , dasar Ipar durhaka kau "


Sementara Geri dan Max berdebat urusan tidak penting , Ken segera mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Ellena


To 💌 Ellena


Dimana ?


From 💌 Ellena


Butik , why ???


To 💌 Ellena


Perusahaan Janson now !!!


From 💌 Ellena


Okey , I am on my way


Sementara Ellena yang menerima pesan dari Ken buru-buru ke perusahaan suaminya


Hanya pesan singkat , Ellena sudah mengerti bahwa ada yang tidak beres


Tidak membutuhkan waktu lama karena siang ini jalanan tidak terlalu padat , memungkinkan Ellena untuk melaju dengan kecepatan tinggi


Di lobby Ellena langsung di sapa beberapa karyawan yang melintas


" Hai Liam , Max ada ??? "


" Oh Nyonya , Tuan ada di dalam bersama dengan Kakak anda "


" Baiklah , Terimakasih Liam "


Tanpa permisi , Ellena langsung membuka pintu ruangan membuat Max memaki tanpa melihat kedatangan Ellena yang membelakanginya


" Gunakan pintu untuk kau ketuk bodoh "


Ellena tak langsung menjawab , Ken dan Geri hanya tersenyum dengan tatapan penuh arti


" Kau bisu ya "


" Kau mengataiku bodoh dan sekarang kau bilang aku bisu , begitu ya " jawab Ellena dengan senyum mematikan , membuat Max langsung menoleh dan menatap kehadiran istrinya


" Ka-kau sejak kapan disitu Sayang ??? "


" Sejak kau memakiku bodoh "


" I am sorry aku tak melihatmu , sungguh aku kira Liam atau karyawan lain "


Ellena tak menanggapi suaminya dan langsung duduk di samping Geri


" Hm , ada apa memanggilku kemari ??? "


" Kau bisa meretas CCTV di sekitar bangunan rumah sakit Max yang runtuh ??? "


" WHATTT ??? RUNTUH ??? ROBOH ??? " pekik Ellena terkejut mendengarnya


Ellena memandang Max tajam


Sial , siapa yang memanggil Ellena kemari pasti kerjaan dua kakak beradik ini batin Max


" Kau belum cerita Max ??? "


" Umm ehh bu-bukan ti-ti-tidak ingin me-me " ucap Max terbata


" Baru saja kau mengataiku bisu , sekarang kau kenapa jadi gagu begitu " cibir Ellena


Max semakin menelan ludah , entah apa yang di makan Ellena hari ini hingga ucapannya sangat pedas


" Bukan tidak ingin Sayang , tapi aku tak ingin membebanimu dengan masalah perusahaanku " jawab Max dengan wajah memelas , pasrah jika istrinya akan marah


Flashback


Setelah pembicaraan Max waktu itu di mansion Alexander tentang runtuhnya pembangunan rumah sakit di Singapore dan runtuhnya rumah sakit di Newyork


" Katakan saja pada Ellena , dia akan membantumu " ucap Geri


" Tapi "


" Katakan saja yang sebenarnya "


" Baiklah nanti akan aku katakan "


Max sudah menyangupi akan memberitahukan pada Ellena tapi ternyata Max melupakan itu , saat akan mengatakan yang sebenarnya Max tak tega ketika melihat Ellena yang sepertinya sangat lelah


Jadi max berpikir mengurungkan niatnya untuk berdiskusi dengan Ellena


Flashback end


" Jadi katakan apa yang sebenarnya terjadi kak ??? "


" Rumah sakit di Newyork milik Max ada yang mensabotase , pembangunan rumah sakit di Singapore juga mengalami kendala karena bangunan bertingkat lima itu runtuh " terang Ken


" Lalu ??? "


" Perusahaan kita juga mengalami masalah , saham perusahaan menurun secara signifikan walau tak terlalu banyak "


" Hmm " gumam Ellena pura-pura berfikir


" Tidak mungkin kan kejadian ini kebetulan dengan waktu yang bersamaan "


" Baiklah , nanti kita pulang ke mansion Dad saja " balas Ellena tenang


" Sudah makan ??? " tanya Max


Ellena hanya menggeleng karena saat akan makan Ellena mendapatkan pesan dari Ken dan langsung menuju kemari


" Ayo makan , pasti kau lapar . Ini sudah telat jam makan siang " jawab Max


Ellena mengangguk , akhirnya mereka memutuskan makan di cafe dekat perusahaan


Saat mereka memasuki cafe , dua lelaki tampan itu menjadi perbincangan para wanita karena ketampananya yang memikat


Disudut lain Edward hanya tersenyum miring , dia benar-benar terjerat dengan pesona Ellena yang sangat cantik


Wanita yang sama yang sudah menjadi istri mantan sahabatnya sendiri


Entah benang apa yang mengikat mereka hingga mereka harus menyukai satu wanita yang sama seperti masalalu


" Akan aku pastikan aku mendapatkan mu Nona Alexander , dan aku pastikan kau akan merasakan kehilangan seperti yang aku rasakan dulu Maxim Janson " gumamnya dengan sorot mata tak lepas memandang Ellena dan Max bergantian


Saat Ellena selesai dengan makananya , satu pelayan mengirimkan softcake dan strowberry milshake ke meja Ellena


" Nona Alexander ??? " tanya pelayan itu


Membuat Ellena dan ketiga lelaki itu menoleh pada pelayan yang gugup tersebut


" Ya "


" Maaf Nona , kiriman dari pelangan yang ada disana " tunjuk pelayan yang sudah tak menemukan keberadaan Edward


" Loh " binggung pelayan yang tak menemukan siapapun disana


" Baiklah , taruh saja "


Pelayan itu menaruh dan pamit undur diri , Max yang melihat noted disana langsung membaca dan seketika tangannya mengepal memandang sekeliling


** Akan aku pastikan kau akan merasakan kehilangan apa yang paling berharga dalam hidupmu **


" Ada apa ??? " tanya Geri


Max melemparkan kertas noted itu pada Geri dan seketika Geri ikut geram setelah membacanya


Ellena yang tak tahu masalahnya hanya mengangkat bahu acuh


" Jangan di sentuh " ucap Max ketika Ellena akan memakan Cake tersebut


**


Jangan memaksakan kehendakmu


Tuhan itu adil


Sebelum kamu dilahirkan , takdirmu sudah tertulis disana


Tak perduli siapa Tuhan-mu , percayalah ^


Akan ada bahagia setelah kemalangan


Bukankah setelah gelap nya malam selalu terbit matahari di pagi hari ???


~~ Me ~~


❤️❤️❤️❤️❤️


JANGAN LUPA LIKE KOMENT DAN BERIKAN VOTE 🤗🙏