
Max yang tengah dalam mood yang tidak baik hanya marah dan memaki siapapun yang menganggu nya
Sasaran utamanya tentu saja Liam
" Brengsek , sialan " umpat Max membanting dokumen yang baru saja di berikan oleh Liam
" Maafkan saya Tuan , dokumen itu butuh tanda tangan anda bukan umpatan anda " jawab Liam yang juga kesal karena sedari tadi Max memarahi siapapun yang melaporkan pekerjaan
" Aku harus apa Liam ??? " tanya Max yang sudah membanting kepalanya di sandaran kursi kebesarannya
" Saya tidak tahu Tuan , Nona Elle bukanlah perempuan yang bisa di sogok seperti wanita anda terdahulu " jawab Liam terus terang
Dulu wanita Max hanya perlu tas atau gaun limited edition dari brand ternama untuk membujuk mereka agar tidak marah lagi , sedangkan Elle sudah punya segalanya
" Saya tidak tahu permasalahan anda dan Nona Elle seperti apa tapi melihat kemarahan Nona hingga tak mengijinkan anda masuk ke perusahaan tentu saja kesalahan anda sangat fatal " ucap Liam mengutarakan pemikirannya
Sebenarnya Liam tidak tahu apa yang terjadi dengan Max dan Elle penyebabnya adalah Sena
" Keluar Liam , biarkan aku sendiri " ucap Max frustasi
" Baik Tuan "
Setelah kepergian Liam , Max mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada istrinya
Tak lama pesan itu sudah dibaca tapi tidak ada balasan dari sana membuat Max kesal dan membanting ponselnya dengan kasar
Apalagi yang harus aku lakukan agar kau memaafknnku Elle
Max marah-marah penuh emosi dan menghancurkan isi ruangannya
Liam yang mendengar keributan dari luar hanya mengangkat bahunya acuh hingga suatu suara mengalihkan pandangannya
" Hai Liam , senang melihatmu lagi " sapa Sena yang baru saja tiba
" Oh Sena " ucap Liam basa-basi
" Max ada ??? " tanya Sena
" Ada , tapi sepertinya kau tak bisa menemuinya " jawab Liam
" Kenapa ??? "
" Dia tidak ingin di ganggu jadi lebih baik kau temui lain kali saja " ucap Liam yang kembali fokus pada berkasnya
Sena diam beberapa detik kemudian tersenyum miring dan berjalan ke arah ruangan Max
Belum Liam mengatakan apapun , Sena sudah masuk ke dalam ruangan Max
Sedangkan Max yang mendengar pintu ruangannya di buka tanpa permisi langsung memarahi nya
" Aku sudah bilang jangan ganggu aku Liam , apa kau tuli ha " teriak Max tanpa mengalihkan pandangan
" Maafkan aku Max " ucap Sena lirih yang tepat berada di belakang Max
Max yang mendengar suara Sena dan bukan Liam hanya mampu terdiam
" Jangan seperti ini Max " kembali Sena memulai dramanya
" Diam Ara , aku sedang tidak ingin bicara apapun padamu " jawab Max datar
" Apa salahku Max , katakan " teriak Sena dengan air mata yang mengalir
Mendengar itu Max segera berbalik dan menatap Sena sesaat dan langsung mengalihkan pandangan ke arah lain
" Salah karena kau masuk dalam kehidupanku yang sudah bahagia , salah karena kau masih mencintaiku , salah karena ulahmu Ellena marah terhadapku " ucap Max
" Aku mencintaimu Max , tidaklah kau tahu itu ??? " jawab Sena lagi
" Aku tahu jika kau bilang dulu kau mencintaiku , tapi setelah meninggalkanku tidakkah kau merasa aneh setelah bertahun-tahun lamanya ??? "
" Aku tidak bisa mengendalikan perasaan ku , maafkan aku "
" Sudahlah Ara , aku sedang tidak ingin berdebat denganmu aku lelah ... bisa tinggalkan aku sendiri ??? "
" Bolehkah aku meminta tolong sesuatu Max ??? "
" Katakan "
" Bisakah kau meminjamkan aku uang , akan aku kembalikan setelah aku bekerja nanti "
" Untuk apa ??? " tanya Max penasaran
" Biaya berobat , aku sudah tidak punya uang lagi " jawab Sena tertunduk sedih
Setelah itu Max menuliskan cek dan memberikan nya pada Sena
Melihat nominal tersebut Sena menjadi senang bukan main pasalnya jumlah yang di tuliskan Max sangatlah besar
" Pergilah "
" Terimakasih Max , aku mencintaimu " Sena memeluk dan mencium pipi Max kemudian berbalik dan pergi
Setelah kepergian Sena , Max termenung sendiri kembali mengingat hubungannya dengan Sena
Apakah ini cinta atau hanya rasa yang tertinggal ???
❤️❤️❤️❤️❤️
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN BERIKAN VOTE 🤗🙏