
Waktu berlalu begitu cepat , semua orang sudah berkumpul di luar ruangan operasi
Lampu ruangan telah padam yang menandakan operasi telah usai
" Dokter bagaimana keadaan istriku " ucap max yang tidak sabaran
Dokter itu hanya menunduk
" Maafkan kami tuan " ucapnya penuh penyesalan
" Tidak mungkin " teriak mom langsung pingsan di pelukan inez
Inez dan daddy segera membantu mom dan segera membawa mom ke ruang perawatan untuk beristirahat
" Apa maksudmu dokter , cepat katakan bagaimana keadaan istriku ??? " ucap max mencengkram kemeja dokter tersebut
" Kabar baiknya , kandungan nona elle selamat karena tusukan itu tidak mengenai rahimnya , kabar buruknya nona elle mengalami koma " ucapnya menunduk sedih
" Kandungan ? istriku hamil ??? " tanya max
" Iya tuan nona elle hamil , usia kandungannya 7 minggu " mata max berbinar penuh kebahagiaan mendengar kabar istrinya tengah mengandung buah cinta mereka
" Lalu kapan istriku akan bangun ??? " tanya nya lagi
" Kami tidak bisa memastikan kapan nona elle bangun , tapi kami akan memberikan perawatan yang terbaik untuk nona elle "
" Apa aku bisa melihat istriku ??? "
" Setelah nona elle di pindahkan ke ruang perawatan yang sama dengan tuan ken dan tuan geri anda bisa melihatnya tuan " jawab dokter tersebut kembali masuk
Sean menepuk bahu max
" Kuatlah max , kau akan jadi ayah " ucap sean
" Selamat bos , anda akan jadi hot daddy " ucap liam yang ikut bahagia
" Percayalah max , elle itu perempuan yang kuat buktinya saja dia masih bisa bertahan sampai kita datang , jika itu perempuan lain aku tidak yakin mereka akan sekuat itu " ucap sean
Max hanya tersenyum menanggapi , memang benar kata sean , wanitanya adalah wanita yang kuat
" Bagaimana keadaan si tua bangka itu ? " tanya max pada liam
" Mereka masih di rawat disini tuan , mereka baik-baik saja tembakan nona elle tak ada yang melukai organ vital yang membahayakan " jawab liam
" Hmm baiklah , pastikan mereka akan di hukum dengan berat " geram max
" Baik tuan "
Tidak lama beberapa perawat mendorong brangkar dengan elle yng tertidur dengan wajah pucat pasi
Elle di pindahkan ke ruang rawat yang sama dengan ken dan juga geri
Ruangan itu sangatlah luas , terdapat dua kamar tidur dan juga ruang tamu yang luas
Max memasuki ruangan tersebut bersama sean dan juga liam
Max langsung mendekati ranjang elle , melihat keadaan istrinya yang penuh dengan alat-alat sialan
" Babe , bangun . kita akan mempunyai anak babe apa kamu tidak bahagia ??? apa kamu tidak ingin melihat anak-anak kita lahir ??? " ucap max sambil memegang tangan istrinya
" Disisi lain aku bahagia , disisi lain aku juga sedih melihat keadaanmu seperti ini " tambahnya lagi
Max tak merasakan sakit akibat luka tembakan di tubuhnya tapi hatinya sakit melihat orang yang di cintainya seperti ini
Inez kembali ke sisi ranjang geri dengan perasaan sedih
Ruangan itu terasa sangat kosong walaupun banyak orang berada disana
Semua orang sibuk dengan pikiran masing-masing
Hingga terdengar suara liam
" Tuan nyonya nona , saya sudah membelikan makanan silahkan makan terlebih dahulu . jangan sampai kita sakit kasihan nona elle begitu juga tuan ken dan tuan geri " ucapnya tenang
" Terimakasih liam " ucap mom
Sean sudah pamit pulang karena kelelahan dan juga dirinya butuh istirahat
Sean akan kembali bersama edward dan juga mike
" Ayo kita makan bersama-sama max " ucap mom mengajak max berdiri
" Max tidak lapar mom , kalian semua makanlah lebih dulu " jawabnya
" Jangan begitu max , elle tidak akan suka melihatmu seperti ini . kalau kau ingin elle cepat bangun ayo kita berjuang bersama " jawab mom membuat max menyerah
Mereka semua makan di sofa dalam keadaan hening , tak ada pembicaraan apapun
Makanan yang masuk pun terasa penuh duri hingga membuat mereka tak dapat menelan makanan
Mom dan inez makan dengan air mata yang mengalir , dad mendesah frustasi
Max hanya menatap nanar keadaan istrinya
" Liam pulanglah , kamu butuh istirahat " ucap max
" Tidak tuan saya akan berada disini menemani anda " jawab liam
" Aku tau tapi sebagai seorang sahabat , aku menyuruh mu pulang lebih dulu bersihkan dirimu dan istirahatlah . besok kau boleh kembali kemari " jawab max
" Baik max , aku pergi dulu kabari aku jika butuh sesuatu "
" Tuan dan nyonya alexander , nona inez saya pamit pulang lebih dulu besok saya akan kembali lagi " ucap liam
" Terimakasih liam " ucap daddy dengan senyuman
Setelah kepergian liam , ruangan itu kembali sunyi , hanya terdengar suara alat-alat yang menempel di tubuh tiga orang tersebut
" Mommy dan daddy istirahat saja di kamar , aku dan kakak ipar akan berjaga disini " ucap max
" Iya benar mom , mommy dan daddy harus menjaga kesehatan . biarkan aku dan max disini " timpal inez
" Baik , kalau kau lelah panggil mom atau daddy " ucap mom yang langsung di angguki oleh inez dan max
Inez dan max kembali menatap wajah orang terkasih , geri dan ken belum juga bangun membuat dirinya cemas , tapi dokter sudah memastikan kalau keadaan ken dan geri baik-baik saja
" bangunlah sayang , elle butuh kalian " ucap inez lirih di telinga geri
💚💚💚💚💚💚
HOLLA MAAF ME CUMA BISA UPDATE SATU PART
SEKALIAN ME MAU PROMOSI YA SIS
JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KEDUA ME YANG BERJUDUL TAKDIR CINTA YAK 🤗