Billionaire Husband

Billionaire Husband
79



Setelah dari mansion dad , elle kembali ke mansion max di temani oleh liam yang di tugaskan max membantu memindahkan komputer dan seluruh perangkat lainnya


Tak berselang lama , ken bersama liam menyusul elle yang yang sudah pergi terlebih dahulu bersama orang-orang yang membawa perangkat komputernya


" Nyonya ruangan yang anda minta untuk di bersihkan sudah kosong dan sudah rapi " ucap maid menunduk


" Baiklah terimakasih , ohya tolong buatkan minuman untuk orang-orang yang sudah membantu dan bawakan untuk tiga orang ke atas " ucap elle


" Baik nyonya , saya permisi dulu "


Semua perangkat sudah di letakan di dalam ruangan yang akan menjadi ruangan IT milik elle


" Nyonya semuanya sudah beres apakah ada yang bisa di bantu lagi " ucap nya menunduk sopan


" Tidak perlu , terimakasih kerja kalian hari ini . sebelum pergi minumlah terlebih dahulu " jawab elle kemudian masuk kedalam ruangan


" Baik nyonya , saya permisi "


Setelah kepergian orang tersebut elle menghela nafas berat melihat ruangannya yang masih sangat berantakan


" Kau kenapa ell ??? kalau lelah istirahatlah dulu " ucap ken yang melihat elle pucat


" Tidak ada , mataku sakit melihat ini semua yang masih berantakan " jawabnya kemudian menghempaskan diri di sofa


" Nyonya saya harus melakukan apa ??? " tanya liam yang merasa di abaikan


" Just call me elle liam , tak perlu terlalu formal bila diluar kantor " balasnya


" Duduklah dulu , setelah ini bantu aku menginstal perangkat sialan ini " tambahnya lagi mulai kesal


Tok tok tok


" Masuk " teriak ken


Ternyata itu maid yang di minta elle untuk membawakan makanan ringan dan minuman tadi


Setelah beberapa saat mereka beristirahat , elle mulai bangkit dan mengintrupsi liam dan ken untuk menata dan menginstal perangkat komputer tersebut


" Heii kalian jangan main-main dengan perangkatku , mahal ini " teriak elle pada ken dan liam yang malah sibuk berdebat


" Kau ... " balas liam dan ken bersamaan yang langsung di sela elle


" Berhenti bermain-main atau kalian pergi saja " nada suara elle sudah naik satu oktaf


Ken dan liam yang mendengar nada suara elle yang terlihat kesal hanya diam dan melanjutkan pekerjaan mereka kembali


Elle yang mendengar ponselnya berbunyi segera mengambilnya


.


.


.


💌 Myhubby love


Babe aku mungkin pulang telat karena ada pertemuan dengan client , kau makanlah dulu tak usah menunggu ku \=-O


💌 Me


Baiklah , jaga dirimu ...


.


.


.


Hampir setengah hari mereka bertiga berada di ruangan IT elle dan petang ini semuanya sudah selesai dengan sangat rapi


" Huh lelahnya " keluh elle


" Istirahatlah dulu jangan paksakan dirimu selalu bekerja " jawab ken yang mendengar keluh elle


" Aku takut jika tak bekerja , uang suamiku akan cepat habis " canda elle yang mendapat jitakan dari ken


" Aww apa-apaan kau kak " kesall elle


" Kalau uang suamimu habis kau bisa jual koleksi mobilmu yang seperti showroom itu "


" Tak akan terjadi , kau tau bukan meskipun aku dan max jatuh miskin sekalipun tapi mom dan dad masih punya banyak uang hahahahaha "


" Yayayayayaa , kau yang terbaik "


Liam yang tak di ajak berbicara hanya diam melihat interaksi kedua saudara yang sangat harmonis itu


" Aku akan membersihkan diri terlebih dahulu , kak ken dan liam jika ingin mandi bisa cari kamar di bawah setelah itu kita akan makan malam " ucap elle yang sudah memasuki kamar nya


Elle mulai resah yang tak mendaptakan kabar dari suaminya , padahal ini sudah larut


Sudah menelepon dan mengirimkan pesan tapi tak ada jawaban sama sekali dari max


" Kau liam , dimana max melakukan pertemuan hingga selarut ini "


" Di resto xxx "


Setelah mendapat jawaban dari liam elle segera bergegas menganti pakaiannya dan keluar mansion


" Ell kau mau kemana ??? " teriak ken menyusul elle


" Mencari suamiku apalagi , perasaanku tidak tenang " jawab nya


Setelah mobil elle pergi , ken dan liam menyusul di belakangnya dengan kecepatan tinggi


🍃🍃🍃🍃🍃


Setelah pulang dari kantor dan mengirimkan pesan pada istrinya , max bergegas menuju ke restoran


Max yang sudah berada di restoran segera menuju vip room dan melihat clientnya bersama wanita cantik


" Maaf saya telat " ucap max


" Tidak apa-apa silahkan duduk tuan janson " jawab lelaki itu


Max duduk dan langsung di suguhkan dengan pemandangan yang membuatnya melonggo , ternyata wanita cantik itu adalah pasangan yang dulu sering max sewa di club malam untuk memuaskan hasratnya


Max hanya diam dan acuh , wanita itu mengerakan bibirnya sensual dan mengedipkan matanya pada max


" Bisa kita mulai tuan ??? maaf saya tak bisa terlalu lama " ucap max dingin


" Baiklah "


Setelah kurang lebih dua jam mereka membicarakan tentang kerjasama yang akan mereka jalin , max hanya fokus pada client nya tanpa memandang anita sama sekali


Setelah pembicaraan itu selesai , mereka mulai makan


" Wine ??? " tawar anita


" Hmm " jawab max


Setelah meminum wine tersebut , perasaan max mulai gelisah


Anita mulai menggoda max dengan menyentuhkan tangannya ke paha max dengan gerakan sensual


" Max kau tak merindukanku ??? " tanya anita setelah client max pergi ke toilet


" Jangan macam-macam kau , jangan mencampuri urusanku "


" Tapi aku merindukanmu , aku ingin menghabiskan malam panas bersamamu max . tak ada lelaki yang sehebat dirimu dalam permainan ranjang " ucapnya membelai rahang tegas max


Max mulai kehilangan kewarasannya , tubuhnya panas dan ada sesuatu dalam dirinya yang ingin meledak


Anita terus mengoda max dan mulai berani mencium nya , max yang sudah kehilangan akal sehat hanya diam , pandangannya berkabut membuatnya mengira bahwa anita adalah elle istrinya


Setelah sukses membuat max tergoda , anita segera bergegas menuju hotel yang sudah terpasang camera untuk merekam kegiatan mereka


Setibanya elle di restoran ternyata mobil max baru saja pergi bersama anita


Elle segera masuk ke vip room tapi tak menemukan siapapun


" Maaf apa tadi tuan maxim janson berada disini ??? " tanya elle pada pelayan


" Iya nona , baru saja tuan janson pergi bersama seorang wanita " jawabnya


Mendengar itu dada elle terasa sesak , air matanya mulai turun tapi dia bukanlah wanita bodoh yang mengambil kesimpulan dengan amarah


Max tidak mungkin bermain-main di hadapan public dengan statusnya yang sudah mempunyai istri " Batin elle


Ken yang mendengar penuturan pelayan itu mengepalkan tangan marah


" Jangan berbohong " sentak ken


" Tidak tuan , saya tidak berbohong " jawabnya


Mendengar itu elle langsung keluar menuju mobilnya


" Tunggu ell , kau mau kemana ??? "


" Mencari suamiku !!! apalagi " bentaknya pada ken


Elle segera mengeluarkan ipad nya dan mengotak atik benda pipih tersebut hingga memunculkan titik kordinat


" Ketemu " ucap elle