
Follow IG me @mhemeyyy
1 years later
Hari berganti begitu cepat , minggu telah berlalu dan bulan telah bergeser
Musim dingin telah terlewati berganti musim panas , begitupula dengan keadaan Maxim Janson yang semakin hari semakin membaik
Ellena dan Raffa selalu membantu mensuport keadaan Max
Tak henti-hentinya mereka selalu menyemangati Max agar segera kembali pulih
Hingga
Kini Max telah benar-benar sembuh dan bisa kembali beraktivitas seperti biasanya
Tidak ada yang tidak mungkin , kini semua orang telah memaafkan Max dan menerimanya kembali
Selalu ada maaf walaupun terlambat
Walaupun sitausi telah berubah
Tapi
Keyakinan Max untuk berubah lebih baik telah di buktikan
Max telah menyadari kesalahannya dan menyesal atas segala sikap buruknya
Awalnya semua orang menolak tapi Max tidak berhenti bersikap baik , dia menunjukkan pada dunia bahwa dia benar-benar telah menjadi pribadi yang lebih baik
Bukan lagi Maxim Janson si pria brengsek yang kasar dan arogant
Bukan lagi Maxim Janson yang suka berganti wanita
Max yang sekarang adalah lelaki yang hangat dan penuh dengan perhatian
Tidak ada lagi gurat kesombongan di wajahnya
Tidak ada tatapan tajam mengintimidasi andalannya
Yang paling penting adalah , kini hati Maxim Janson telah terpatri hanya dengan nama satu wanita
Bukan jal*ng atau wanita malam yang seperti dulu
Kini Max telah menjalin hubungan dengan seorang perawat yang merawatnya selama dia sakit
Wanita cantik , polos dan juga lugu mampu menggetarkan hati Max yang telah bobrok
Sulit di mengerti tapi Max telah mengatakan perasaannya , dia tak lelah ingin memenangkan hati wanita sederhana itu dan meyakinkannya
Meyakinkan bahwa dia telah jatuh hati pada wanita itu
Perasaan Maxim Janson kali ini tulus , bukan karena sekedar paha mulus semata
" Lidya " sapa Max ketika melihat perempuan tersebut duduk sambil membaca novel kesukaanya
Lidya Weitsly hanya perempuan sederhana , baik dan juga polos
Wanita yatim piatu yang telah lama di tinggal kedua orangtuanya meninggal
Lidya Weitsly adalah salah satu perawat yang bekerja di sebuah rumah sakit jiwa dan salah satu orang yang dengan sabar merawat Maxim Janson
Disitu awal pertemuan keduanya , setelah Max keluar dari rumah sakit dia meminta Lidya sebagai perawat pribadinya hingga entah kapan dan bagaimana rasa itu muncul di hati keduanya
Benih-benih cinta itu tumbuh semakin kuat di hati keduanya
Orang bilang cinta tumbuh karena terbiasa
Mungkin itu yang di alami oleh Max dan juga Lidya
" Astaga , kau mengagetkanku Max " jawab Lidya terpekik sambil memegang dadanya
Max yang melihat sikap lucu Lidya hanya tersenyum
Kau selalu menjadi mood booster di setiap rasa lelahku Lidya
" Maaf jika aku membuatmu kaget "
" Tidak tidak , tumben kau sudah pulang ??? ini masih terlalu sore untuk seorang workaholic sepertimu sudah berada di rumah dan bersantai seperti ini " balas Lidya
Memang kenyataan yang satu itu tidak bisa berubah dari seorang Maxim Janson
Dia tetap lelaki yang workaholic yang selalu menyibukkan dirinya dengan pekerjaan
Tapi
Dia selalu bersyukur bahwa Tuhan telah mengirimkan Lidya sebagai wanita yang menemani nya di saat-saat tersulit dalam hidupnya
Wanita yang selalu mendukungnya dan tidak pernah mengeluh sedikitpun
Dia hanya akan berkata ' jangan lupa jaga kesehatan , karena kau bukan robot yang juga perlu istirahat '
" Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat , jadi bersiaplah " ucap Max mengacak rambut Lidya
Selama mereka tinggal berdua di dalam mansion Max , dia telah berjanji untuk tidak melakukan hal-hal yang melebihi batas pada Lidya
Karena Max sadar
Cinta tidak melulu soal s*ks dan hubungan ranjang saja
*****
Kini Lidya dan Max tengah di perjalanan menuju tempat yang di maksudkan oleh Max
Tak ada pembicaraan yang terlontar dari keduanya
Baik Lidya maupun Max memilih bungkam
Lidya yang kesal karena tidak mendapat jawaban dari Max dan Max yang diam menanggapi ocehan dari wanita kesayangannya
" Jangan-jangan kau ingin membuang ku yaa ??? " ungkap Lidya tiba-tiba
Pletak
Max menyentil dahi Lidya , saking gemasnya dia ingin sekali membungkam bibir wanita itu dengan bibirnya
" Aww , kenapa kau menyentil dahiku Max !!! "
" Diamlah , kau akan menyukai tempat itu nanti "
" Huh " Lidya kesal bukan main , begitulah sikap Maxim Janson yang sekarang
Menyebalkan !!!
Dia memilih diam hingga mobil tiba-tiba berhenti di salah satu restoran mewah
" Ayo turun " ajak Max membuka pintu mobil
Max menggandeng tangan Lidya erat dan menuntunnya menuju lift
Tepat saat pintu lift terbuka , hanya kegelapan yang di lihat oleh Lidya
" Max "
" Max kau dimana ??? " panggil Lidya sekali lagi karena tak mendapat jawaban dari Max
Tiba-tiba
Max sudah berlutut di hadapan Lidya tepat ketika lampu menyala
Lidya menutup mulutnya kaget , dia masih tidak menyangka bahwa ini nyata
" Lidya Weitsly kamu adalah wanita yang baik dan penuh ketulusan
Kamu adalah wanita yang dengan sabar merawatku
Aku menyukaimu ketika kamu menatapku diam-diam saat aku tertidur
Aku menyukaimu karena kamu wanita yang mau menerimaku saat kamu tahu aku bukanlah lelaki yang baik
Aku mencintaimu Lidya Weitsly , Will you marry me ??? "
Lidya membeku mendengar ucapan Max
Tapi
Dia bahagia mendengar ungkapan Maxim Janson yang sungguh-sungguh
" Lidya Weitsly marry me ??? " ucap Max sekali lagi ketika tak mendapat jawaban dari wanita di hadapannya
" Yes , I will " jawab Lidya mengangguk
Max langsung saja memasangkan cincin berlian di jari manis Lidya
" Terimakasih mau menerimaku yang penuh kekurangan ini Lidya " ucap Max memeluk Lidya dengan erat
Air mata tiba-tiba mengenang di matanya
" Terimakasih juga karena sudah memberikan cintamu yang luar biasa , jadilah penerang untuk hidupku yang gelap ini "
" Aku mencintaimu Maxim Janson " jawab Lidya sambil terisak di dada bidang Max
" Aku lebih mencintaimu Lidya "
❤️❤️❤️❤️❤️
Holla , ketemu lagi sama me disini 😚
Hai para readers miss me ???
Maaf ya baru bisa up extra part , jangan lupaa like koment dan berikan bintang kalian yaaa 🙏🙏🙏