
Follow IG me @mhemeyyy
⤵
Hari ini hari bahagia, hari dimana dia akan menjadi seorang istri setelah sekian lama dia hidup sendiri.
Senyum kebahagiaan terukir di wajah-wajah mereka semua yang hadir. Tidak ada yang mengerti bagaimana takdir mampu menyatukan seseorang.
Kamu hanya perlu menjalani, biarkan takdir yang menentukan kemana akhir dari perjalanan cinta Ellena yang sebenarnya.
Nothing Impossible !!!
Upacara pengucapan janji suci pernikahan di adakan langsung di sebuah gereja yang hanya di hadiri oleh keluarga dan sahabat terdekat mereka.
Ellena dan Rian berdiri di atas altar saling berhadapan dengan pandangan penuh cinta.
Rian sampai tak berkedip menatap Ellena yang sangat cantik dengan balutan gaun putih yang sederhana namun sangat cocok hingga membuatnya berkali-kali lipat lebih mempesona.
" Ellena Alexander, bersediakah kau menikah dengan Rian Billy Aljendra dalam suka dan duka hingga maut memisahkan. "
" Yes, yes I do! " jawab Ellena mantap.
" Dan kau Rian Billy Aljendra, bersediakah kau menikah dengan Ellena Alexander dalam suka dan duka hingga maut memisahkan. "
" Tentu saja aku bersedia karena aku telah menunggu hari ini sangat lama. " jawab Rian sambil tersenyum membuat semua orang tergelak.
Setelah itu di lanjutkan janji pernikahan, semua orang diam menyimak dengan suasana haru.
Rian mengucapkannya dengan tegas dalam satu kali tarikan nafas.
" Ellena Alexander, aku mengambil engkau menjadi istriku untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya
Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus. "
" Rian Billy Aljendra, aku menerima engkau menjadi suamiku untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit
Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus. "
Ellena dan Rian kemudian berdoa bersama di depan pendeta.
Setelah bertukar cincin, keduanya pun berciuman sebagai tanda sah sebagai pasangan suami istri.
" Aku mencintaimu Sweetheart. " bisik Rian di telinga Ellena.
Keluarga Alexander sangat bahagia, akhirnya kebahagiaan menghampiri Ellena.
Tak lupa kedua orang tua Rian yang sangat bersyukur akhirnya anak mereka mendapatkan cintanya.
Tuhan tahu apa yang kita inginkan, hanya perlu kesabaran dan ketulusan.
Begitu juga para sahabat dari Rian maupun Ellena yang turut berbahagia dengan hari ini. Hari dimana cinta seseorang yang tulus mampu meluluhkan hati wanita yang di inginkan.
Do'a melimpah dari mereka semua untuk keduanya.
Setelah upacara pernikahan, malam nanti akan di adakan resepsi, oleh sebab itu mereka langsung menuju hotel tempat acara akan berlangsung.
Tentu saja acara ini akan menjadi acara yang paling meriah dan tak akan terlupakan.
*****
Di dalam kamar pengantin itu, Rian dan Ellena hanya duduk saling diam. Entah mengapa Rian menjadi sangat gugup ketika hanya berduaan dengan Ellena yang sudah resmi menjadi istrinya.
Hanya hembusan nafas yang terdengar dari keduanya. Tidak ada yang ingin mengawali pembicaraan.
" Why ??? kau aneh R. " ucap Ellena melihat tingkah Rian yang tidak seperti biasanya.
" Nothing! " jawab Rian mengalihkan pandangan ke arah lain.
" Hei R, kau kenapa?! apakah pemandangan itu lebih indah dariku?! " goda Ellena mendekat ke arah Rian yang mengepalkan tangannya.
Ellena bisa melihat raut wajah Rian yang tegang, sengaja dia ingin menggoda Rian lebih lagi.
" Ti-tidak Sweetheart. " jawab Rian terbata.
" Lalu?! " Ellena semakin menempel pada Rian.
" Aku nervous dan malu. " jawab Rian menutup wajahnya karena mungkin sekarang Ellena bisa melihat wajahnya yang merah.
" Huh, dulu kau ingin menikahiku sekarang aku di anggurin. " jawab Ellena pura-pura merajuk dan langsung berdiri tapi tangannya langsung di cekal oleh Rian yang langsung memeluknya erat.
" Aku tidak pernah seintim ini dengan seorang wanita, jadi ya, kau tahu aku agak sedikit malu. " jelas Rian langsung tidak ingin Ellena salah paham.
Berhadapan seperti ini benar-benar membuat jantung Rian berdegup dengan kencang.
Rian langsung mengecup seluruh wajah Ellena, kemudian melum*t bibir tipis Ellena.
Ciuman yang awalnya hanya lembut berubah menjadi saling menuntut.
Tapi...
Sebelum itu terjadi ketukan terdengar hingga membuat keduanya menyudahi ciuman dan segera menghela nafas dalam-dalam untuk menetralkan gejolak yang sudah menguasai keduanya.
Rian berjalan membuka pintu dan ternyata...
Bocah kecil dengan senyum lebar langsung saja masuk ke dalam kamar menghampiri Ellena.
Suasana hangat melingkupi ruangan kamar tersebut. Canda tawa dan kebahagiaan hadir disana.
Cukup lama mereka bertiga menghabiskan waktu bersama hingga kedatangan Mommy yang menyuruh mereka segera bersiap untuk acara resepsi.
*****
Ballroom itu sudah di penuhi dengan para tamu undangan yang telah hadir.
Jangan ditanya seberapa meriahnya pesta itu di adakan, yang pasti sangat meriah.
Ellena dan Rian berjalan dengan bergandengan tangan memasuki ballroom yang mewah dengan tema classics romantic.
Sorot lampu mengiringi langkah keduanya.
Pandangan mereka semua menatap takjub ke arah keduanya yang sangat serasi.
Mereka berdua berjalan lurus dengan senyum merekah ke arah singgasana.
Setelah itu para tamu undangan mulai berbaris untuk mengucapkan selamat pada pengantin baru.
Cukup lama Ellena dan Rian berdiri karena tamu yang tak ada habisnya.
Acara demi acara berlangsung dengan lancar, tanpa terasa jam sudah menunjukan tengah malam dan tamu undangan mulai berkurang sedikit demi sedikit.
" Get ready for our first night. " bisik Rian di telinga Ellena.
" Sejak kapan kau jadi mesum R?! " kekeh Ellena menanggapi.
" Sejak menikah denganmu tentu saja, kita sudah resmi. "
Setelah berbagai hal yang di lewati oleh Ellena, dari jatuh hati dengan pria yang salah, menikah dengan seorang yang selalu berselingkuh darinya, yang tidak bisa menerima kekurangannya. Sampai akhirnya dia kembali pada seseorang yang dengan tulus menunggunya.
Tidak ada pernikahan serta keluarga yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan.
Kita hanya mampu membangun pernikahan serta keluarga yang harmonis.
Saling mengerti kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Bersamamu kita bisa saling melengkapi.
*****
Di dalam kamar pengantin keduanya saling memandang penuh cinta.
Keduanya berciuman dengan penuh hasrat tanpa melepaskan pelukan satu sama lain.
" Aku akan memulainya. " ucap Rian saat melepaskan ciuman.
Tanpa bersuara, Ellena hanya mengangguk sebagai jawaban.
Bibir Rian turun hingga sudah berada di tengkuk Ellena, tangannya melepaskan satu persatu penghalang yang masih menempel di tubuh istrinya.
Dia juga mulai melepaskan satu persatu pakaiannya sendiri.
Tanpa terasa keduanya sudah telanjang tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh mereka.
Rian langsung saja menciumi setiap jengkal tubuh Ellena tanpa terlewat. Tangannya bergerilya meremas dua gunung kembar yang sangat menantang untuk di hisap.
Di rebahkan tubuh Ellena di atas ranjang queen size yang sangat empuk dengan sangat lembut, bibirnya melumaaat bibir Ellena sedangkan tangannya sudah berada di area terlarang.
Rian memainkan jarinya di area v*agina milik istrinya hingga membuat yang empunya mendesah.
" Ahhhh! Uhhhh! " mendengar desahan Ellena yang sangat sexy semakin membangkitkan gairah Rian.
Jari Rian dengan lembut menerobos pertahanan Ellena.
" Oh shit! ini sangat nikmat R. " lenguh Ellena saat jari Rian mulai bergerak dengan cepat.
Seolah ada sesuatu dari dalam yang ingin di keluarkan, Ellena langsung mencengkram rambut Rian.
Dan pelepasan terjadi setelah sekian lama, ada cairan yang keluar dari dalam sana. Tanpa jijik Rian langsung menelusupkan kepalanya di sela-sela sel*ngk*angan milik istrinya dan menjilati **** ********** Ellena.
" Oh R, you are crazy! " ucap Ellena dengan nafas tersengal.
Setelah puas bermain-main di area bawah, Rian langsung bangkit nang menindih tubuh Ellena dan mengarahkan kejantanannya ke area yang sudah sangat basah tersebut.
Dan percintaan panas keduanya di mulai, lenguhan demi lenguhan menjadi pengiring malam pertama mereka.
Desahan kenikmatan lolos ketika mereka sama-sama mencapai puncak kenikmatan.
Berulang kali mereka melakukan percintaan panas yang mengairahkan dengan peluh keringat membanjiri keduanya.
Tidak perduli diluar sana rintikan salju turun, di dalam kamar pengantin itu keduanya saling menyatukan diri dalam kehangatan.
Hingga mereka sama-sama ambruk dalam gelungan selimut yang sama.
" Terimakasih Sweetheart, aku mencintaimu sangat! "
" Aku juga mencintaimu R. "
Rian bangkit dan melangkah ke arah meja yang berada di sudut ruangan. Rian mengambil dan menyodorkan map ke arah Ellena.
" What ??? " tanya Ellena yang bingung.
" Bukalah dan tanda tangani saja Sweetheart. "
Dengan malas Ellena membuka map yang di sodorkan oleh Rian.
" Kau gila R, huh! " ucap Ellena setelah membaca isinya yang membuatnya terkejut dan melotot.
Sertifikat kepemilikan pulau pribadi, mansion mewah dan juga pemindahan showroom mobil mewah atas nama Ellena.
Rian tahu bahwa Ellena menyukai koleksi mobil mewah oleh sebab itu dia menghadiahkan itu untuk istrinya.
Kalau di tawari Ellena pasti akan menolak jadi langsung saja dia yang mengambil inisiatif sendiri.
" Itu hadiah untukmu Sweetheart. "
" Tapi ini berlebihan. " tolak Ellena.
" Tidak ada yang berlebihan untuk orang terkasih, tercinta dan tersayang. "
" Thank you for the gift Tuan Billionaire! "
.
.
.
.
.
.
THE END ~