Billionaire Husband

Billionaire Husband
80



Max yang dipapah anita hanya mengikuti kemana wanita itu membawanya


Setelah sampai dikamar hotel , anita merebahkan tubuh max ke ranjang dan mulai mengecupi rahang dan leher max


Anita memposisikan dirinya di atas tubuh max , agar max tak dapat melawan


Tubuh max terlihat lemah , hanya saja gairah yang mendominasi membuatnya ingin meledak


Saat tangan anita mulai merabah kejantanan max terdengar suara pintu di dobrak


BRAKK BRAKK BRAAKK


Pintu terbuka dan menampilkan satu sosok perempuan dan dua lelaki yang berdiri mematung di depan pintu


Sekilas elle melihat keadaan suaminya yang masih berpakaian lengkap kemudian memandang sosok wanita tersebut dengan tajam


Max yang menyadari elle berada di depan pintu langsung terduduk kaget tapi tak dapat mengeluarkan suaranya


Saat elle akan melangkah tangannya di cekal oleh ken


" Lepas kak "


" Tenanglah ell "


" Lepas kak ken " sentak elle dan menghempaskan tangan nya


Elle berjalan pelan ( adegan slowmotion ) dengan tatapan tajam terpaku pada wanita itu


" Dasar penggangu mau apa kau ??? " ucapnya seakan menantang kesabaran elle


SREKK BRUUK


Elle menarik rambut wanita itu dengan kasar hingga terjatuh ke lantai dengan keras


" Awww , kau ... " ucapnya terpotong saat elle menyela


" Kau yang penggangu !!! kau tau bukan bahwa max sudah menikah dan kau berada disini dengan suamiku lalu kau layak di sebut apa ??? penggoda atau jala*ng murahan ??? " ucap elle masih dengan nada yang sudah naik satu oktaf


Ken hanya diam memandang elle , liam yang akan mendekat dan memisahkan dua wanita itu hanya diam ketika ken mengangkat tangannya


" Suamimu yang membayarku , mungkin dia tidak merasa puas bermain denganmu maka dari itu suamimu membayarku sangat mahal untuk menemaninya " jawabnya remeh


" Ohya ??? percaya diri sekali anda nona " balas elle tak kalah remeh sambil berjongkok di hadapan wanita itu


PLAK PLAK


Elle melayangkan tangannya menampar kedua pipi wanita tersebut hingga menampakan bekas tangan elle yang tandanya sangat kuat


Anita meringis kesakitan hingga membuat sudut bibirnya berdarah


" Jika kau ingin mendapatkan uang , maka bekerja keraslah . jangan merendahkan dirimu demi uang " ucap elle meremehkan


" Tau apa kau soall harga diri ha ??? kalau suamimu mendekatiku itu tandanya dia masih menginginkan ku " sentaknya dengan emosi


" Dengan membuka paha mu di setiap lelaki , begitu yang kau sebut harga diri ??? hahahaha " balas elle sambil tertawa


" Suamiku mendekatimu ??? jangan mimpi terlalu tinggi nona apa kau merindukan sentuhan suamiku hingga kau berbuat licik dengan memberikan suamiku obat perangsang ??? tambah elle dengan menekan kata terakhir membuat wanita itu kaget tak menyangka


" Kenapa ??? kaget ??? " bisik elle sambil tersenyum


" Apa yang kau katakan ? aku tak tahu maksumu " balasnya pura-pura bodoh


" Kalau kau sudah tahu aku merindukan sentuhan suamimu , lalu kau mau apa ??? "


PLAK


Satu tamparan mendarat mulus lagi di pipi wanita itu hingga tersungkur


" Kau tanya mauku apa ??? "


Elle langsung merogoh sakunya dan mengeluarkan pistol Ruger Super RedHawk membuat semua orang yang berada di kamar itu terbelalak kaget


" Ell " ucap ken , elle hanya memandang sekilas ke arahnya dan kembali fokus pada anita


Elle mengarahkan pistolnya tepat di kepala wanita itu , membuat nya gemetar ketakutan


" Kenapa kau bergetar nona ??? bukankah kau tadi tanya mauku apa " elle menyeringai penuh arti


" Apa yang kau mau ??? " tanya nya takut


" Cukup jawab pertanyaan ku dengan jujur , satu kali jawaban tak jujur maka aku akan menembakkan satu peluru ku ke arahmu . paham ??? "


Anita hanya mengangguk tak bisa menjawab pertanyaan itu


" Siapa yang menyuruhmu ??? "


" Tuan sega "


" Jason hill or Edward sega ??? "


" Edward sega "


Elle mengangguk mengerti dan menurunkan pistolnya


" Terimkasih sudah menjadi wanita penurut , pergilah " ucap elle menghampiri max yang terduduk di ranjang


" Babe " ucap max dengan nada bergetar menyaksikan istrinya


Elle melirik kearah wanita yang masih terduduk itu dan memandang suaminya


" Kau masih berani menatap suamiku ha ??? " geram elle membuat anita berdiri dan tergopoh keluar dari kamar


Ken dan liam mendekat ke arah ranjang , melihat max yang dalam keadaan berantakan


" Kak ken , liam tolong papah max dan masukan kedalam bathup dengan air dingin "


Setelah tiga lelaki itu memasuki kamar mandi , elle merebahkan tubuhnya di ranjang


Lelah , ya itulah yang di rasakannya


" Bagaimana kau bisa membawa pistol ell ? kau membuatku takut " tanya liam yang sudah duduk di sofa bersama ken


" Pistol ini selalu berada di dalam mobilku " jawabnya


" Kakak dan liam pulanglah , terimakasih sudah mengikuti ku sampai disini "


" Liam besok bawakan baju ganti untukku dan max " tambahnya kemudian memejamkan mata


" Kami pergi " ucap ken dan liam bebarengan