Billionaire Husband

Billionaire Husband
S3 (Revisi)



Follow IG me @mhemeyyy


‡


Tiga bulan sudah Ellena menemani Rian untuk terapi dan belajar berjalan


Dan...


Kini Rian sudah sepenuhnya sembuh dan bisa berjalan dengan baik.


Kebahagiaan menyelimuti mereka.


Apalagi...


Tanggal pernikahan mereka telah di tetapkan, bukan lagi bahagia yang semu tapi benar-benar bahagia yang sangat jelas terlihat.


Dinginnya salju yang turun tak berpengaruh bagi pasangan yang tengah di mabuk cinta satu sama lain.


Dengan memakai baju yang berlapis dan mantel yang tebal, mereka bertiga sudah seperti keluarga kecil yang bahagia.


Senyum kebahagiaan tercetak jelas disana.


Mereka bertiga berjalan beriringan di tengah rintik salju menyusuri taman kota dengan cerita dan gelak tawa.


Mengingat kenangan-kenangan masa lalu pertemuan mereka hingga sekarang.


Kenangan yang menyakitkan bagi Rian, namun berakhir dengan harapan yang menjadi kenyataan.


Ellena yang mendengar tersenyum tulus menatap wajah Rian.


" Terimakasih untuk cintamu yang tulus, untuk menerimaku apa adanya, untuk seluruh waktu yang kau buang demi diriku. Terimakasih R! "


" Terimakasih untuk mau menerimaku Sweetheart. Menerima lelaki biasa sepertiku bersanding denganmu. "


" Mommy! Mommy! " suara Raffa yang menghentakkan tangan Ellena dan juga Rian.


" Ya sayang?!"


" Terimakasih untuk Mommy karena menjadi Mommy yang baik untuk Raffa, aku mencintaimu Mom. " ucap Raffa dengan menunjukkan gigi putihnya.


" Mommy juga mencintaimu nak. " Ellena berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Raffa dan memeluknya.


" Hei jangan lupakan pria tampan ini, aku juga mencintai kalian berdua. " Rian ikut berjongkok dan merangkul mereka berdua.


" Terimakasih Uncle, aku menyayangimu! "


*****


Memaafkan adalah hal yang mudah tapi mengikhlaskan dan merelakan semua yang telah terjadi adalah hal yang luar biasa.


Tapi...


Bukan berarti tidak mungkin.


Malam ini, Ellena Rian dan juga Raffa berkunjung ke tempat Max.


Saat memasuki kamar tempat tidur milik Max, ia bisa melihat seorang wanita disana.


Wanita yang cantik dan polos menemani dan mengajak Max berinteraksi.


Ellena mengetuk pintu beberapa kali hingga wanita itu mendekat.


Ellena, Rian dan juga Raffa mendekat ke arah Max yang hanya duduk diam di atas ranjang dengan pandangan kosong sama seperti pertama kali bertemu.


Raffa duduk di tepi ranjang Max dan memeluknya


" Dad, ini Raffa! Bagaimana kabarmu? Aku menyayangimu Dad, cepatlah sembuh. Aku dan Mommy tidak membencimu, kami menyayangimu. "


Raffa berkata dengan menatap mata Max. Ucapan bocah kecil itu selalu membuat Ellena tersenyum.


" Max, tidakkah kau ingin bangkit dan memulai hidupmu dari awal?! Sadarlah Max ini sudah berakhir, kami semua memaafkanmu. Lupakan semua yang pernah terjadi, mari kita buka lembaran baru. Ikhlaskan apa yang sudah terjadi Max, cobalah berdamai dengan keadaan, kamu masih punya kesempatan untuk memperbaiki diri, jadilah lelaki yang baik dan jadilah ayah yang baik untuk Raffa. Kau dengar, kami akan mendukungmu!!! " ungkap Ellena terus terang.


Senyum tulus terukir di bibir Ellena, tidak ada seringai atau tatapan mengejek dari Ellena.


Benar-benar ketulusan yang dia ucapkan dari dalam hatinya.


" Kami pergi, ingat Max kau harus bangkit demi dirimu sendiri. "


Sebelum membalikkan badan, Ellena menghentikan langkahnya mendengar ucapan Max.


" Elle, maafkan aku! " tiga kata yang pertama kali terucap setelah sekian lama keterdiaman Max.


Ellena mendekat dan memeluk tubuh kurus Max sambil meneteskan air mata.


" Sungguh, aku sudah memaafkanmu!!! sekarang bangkitlah untuk memulai kehidupan yang baru, perbaiki keadaan dengan perubahan yang baik darimu. " ucap Ellena sambil menepuk bahu Max.


Terlihat senyum tipis Max disana, wajah yang biasanya tanpa ekspresi kini bisa tersenyum dan mengeluarkan air mata.


" Terimakasih Elle! "


Cinta yang besar bisa berubah menjadi kebencian yg besar, butuh kebesaran hati untuk memaafkan, menyadari bahwa hidup harus terus berjalan.


🌸🌸🌸🌸🌸


JANGAN LUPA LIKE β€’ KOMENT β€’ DAN BERIKAN VOTE!