Billionaire Husband

Billionaire Husband
S3



Follow IG me @mhemeyyy


Ellena merasa kesepian , entah apa yang dirasakan hatinya


Setelah kepergian Rian ke Belanda dia merasa ada yang kurang dalam dirinya


Seperti dia kehilangan salah satu dari jiwanya


Tapi


Dia selalu menolak mengakui perasaannya , mengakui bahwa dia telah terjebak oleh perhatian seorang Rian yang dengan tulus selalu mendukungnya


Mungkin


Rian Billy Aljendra telah meluluhkan hati seorang Ellena Alexander dengan cintanya , perhatian dan semua kehangatan yang ada pada dirinya


Ellena telah terjebak dengan perjuangan Rian yang tidak mengenal lelah


2 minggu di jalani Ellena tanpa semangat , biasanya Rian selalu mendatanginya dan mewarnai harinya


Apakabarmu R , kenapa kau tak menghubungiku sama sekali


Apa kau sudah melupakanku ???


Ellena menatap layar ponselnya lama , ingin sekali dia menghubungi Rian tapi dia enggan melakukannya


Yang dilakukannya hanya menatap ke luar kaca ruangannya dimana terlihat awan biru yang begitu cerah


Tapi tidak secerah hatinya


Aku merindukanmu R


Ellena terus berperang dengan pikiran dan hatinya , sampai dia tak mendengar Chris mengetuk pintu berulang kali


" Nona anda baik-baik saja ??? " tanya Chris menyentuh bahu Ellena


Ellena yang sadar terkejut karena Chris berada tepat di belakangnya


" Huh , kau mengagetkanku Chris "


" Maaf Nona " ucap Chris yang merasa segan


" Ada apa ??? " tanya Ellena menatap Chris


" Salah satu penjaga kita menemukan Medusa telah meninggal dunia , sepertinya dia merasa tertekan dan akhirnya bunuh diri " ucap Chris menunjukan foto dimana terlihat keadaan Medusa yang mengenaskan


" Kuburkan dia dengan layak Chris " perintah Ellena yang langsung di angguki oleh Chris


Bagaimanapun jahatnya Sena padanya , Ellena tidak akan membiarkan seseorang yang telah tiada di biarkan begitu saja


Setelah mendengar kabar tentang Sena , Ellena kembali mengingat mantan suaminya


Ellena kembali menatap kosong keluar , ada rasa yang begitu mendalam tercipta di sorot mata tajamnya


Hanya dia yang tahu apa yang di rasakannya saat ini


Walau Ellena menyadari di dalam hatinya Maxim Janson masih memiliki ruang disana


Tapi


Ellena tidak bisa menyangkal itu


Hidupnya dan seluruh cintanya pernah diberikan untuk lelaki yang kini menjadi mantan suaminya


Namun


Dia tidak ingin ada yang tersakiti lagi dan Ellena sudah memutuskan tidak akan mengulang kesalahan dan kesakitan yang sama


Kamu pernah ada di hatiku


Mengisi seluruh kekosongan yang ada


Tapi


Kini aku harus memulai semuanya dari awal


Aku mencintaimu adalah benar


Namun


Mungkin sosokmu akan tergantikan dengan orang yang lebih baik


Orang yang dengan tulus menungguku


Orang yang dengan lapang dada selalu menerima dan mendukungku


Dia sangat sangat mencintaiku dibandingkan diriku sendiri


Good bye past , Good bye Maxim Janson !!!


*****


Ellena kembali pulang setelah menyelesaikan pekerjaannya , dia merasa lelah sekali


Bukan tubuhnya yang lelah melainkan hati dan pikirannya yang sedang berperang


Berperang melawan gejolak yang dia rasakan


Ellena masuk kedalam kamarnya untuk mandi dan bersiap sebelum menemui pangeran kecilnya


Setelah bersiap dengan pakaian santai , Ellena pergi menemui lelakinya


" Hallo sayangnya Mommy " Ellena menemui Raffa di ruang bermain


Disana terlihat Sofi sedang membereskan beberapa barang dan menyimpannya


Setelah selesai Sofi pamit undur diri , meninggalkan ibu dan anak yang kini sedang duduk berhadapan di atas karpet bulu


" Mom-my laffa ingin jalan-jalan belsama uncle Lian " ucap bocoh kecil yang belum bisa menyebutkan huruf R


Tentu saja bocah kecil itu merindukan Rian , bagaimana kebersamaan mereka dan kedekatan keduanya seperti seorang ayah dan anak pada umumnya


Rian selalu memanjakan Raffa , selalu menuruti keinginan bocah kecil itu


" Uncle Rian sedang sibuk sayang , nanti kalau uncle pulang pasti kesini dan kita jalan-jalan , okey " Ellena menjelaskan yang langsung di mengerti oleh putranya


Raffa cukup cerdas , tentu saja karena Ibu dan Ayahnya adalah orang yang hebat dan pintar maka hasilnya pun luar biasa


Raffa selalu mengerti ucapan Ellena , baik tentang Max yang sudah tidak pernah menemuinya lagi


Ellena hanya menjelaskan bahwa Ayahnya sedang bekerja untuk bisa membeli mainan , hal yang di khawatirkan Ellena tidaklah pernah terjadi


Raffa tidak pernah sekalipun bertanya apapun lagi tentang Max dan tidak pernah membahasnya sama sekali


" Yes Mom " jawab Raffa yang sibuk bermain dengan robot-robotan yang diberikan oleh Rian


" Laffa miss you Mom "


" Ah Mommy juga merindukanmu nak " jawab Ellena langsung sambil menoel-noel pipi Raffa


" Not Mommy , laffa miss uncle Lian " jawabnya lucu sambil menatap Ibunya


" Hah " Ellena melonggo


Apa dia bilang , tidak merindukanku tapi merindukan Rian


Hei Rian apa yang kau katakan pada putraku hingga dia bisa merindukanmu


" Seriously ? kau mengabaikan Mommy " jawab Ellena pura-pura merajuk


" No , laffa love Mommy but laffa miss uncle because uncle Lian baik and he is handsome " jawabnya sambil mendekat dan duduk di atas kaki Ellena


" Uncle jelek sayang " Ellena berucap sambil menyumpahi Rian


Huh , awas kau R


Dasar racun


Kau menebar pesonamu kemana-mana


" Handsome Mommy , like Laffa " jawabnya sambil menunjuk dirinya sendiri


" Who is handsome ??? " tiba-tiba ada yang ikut menimpali ucapan keduanya yang sedang berdebat


" Uncle Ken " Raffa berlari ke arah Ken yang ada di ambang pintu


Raffa langsung saja memeluk kaki Ken dengan erat


Semua orang di mansion selalu memanjakan Raffa , meskipun Raffa tidak mendapatkan cinta ayahnya tapi dia mendapatkan cinta dari semua lelaki yang ada di mansion ini


Baik dari keluarganya maupun dari para pekerja yang berada di mansion


Sering kali Raffa yang sangat menggemaskan menjadi rebutan saat berada di kantor , saat Ken atau Geri membawanya


Bocah kecil yang baru saja berumur 2tahun itu sangat tampan dengan mata biru yang jernih seolah menghipnotis


Pesonanya membuat semua orang tidak bisa menolak


Apalagi dengan tingkah lucu dan gayanya



" Who is handsome ??? " ulang Ken lagi saat Raffa sudah berada di dalam gendongannya


" Uncle Lian , he is handsome like Laffa , light ??? " celotehnya meminta bantuan pamannya


" Yeah , really " jawab Ken membuat Raffa menjulurkan lidahnya pada Ellena


" What can uncle be my fathel ??? " ucap Raffa menatap Ken seolah meminta jawaban


Deg deg deg


Jantung Ellena berpacu dengan cepat mendengar ucapan putranya


Sedangkan Ken hanya tersenyum lebar mendengarnya


" Apa yang kau katakan Raffa , jangan bicara sembarangan "


" Laffa seliously Mommy " jawabnya cepat


" Huhh " Ellena mendengus mendengar jawaban Raffa


Hei bocah kecil kau ini racun


" Of course , uncle Rian akan menjadi Daddy-mu " jawab Ken menatap Raffa dengan yakin


" Leally Mom ??? " tanyanya senang


" NONSENSE " ucap Ellena kesal meninggalkan dua lelaki yang sedang menertawakannya


Menyebalkan


Dasar bocah kecil , bagaimana bisa dia minta hal yang besar seperti itu seperti minta mainan saja


❤️❤️❤️❤️❤️


JANGAN LUPA LIKE KOMENT DAN BERIKAN VOTE 🤗🙏