Billionaire Husband

Billionaire Husband
83



Pagi pagi sekali saat max masih terlelap , elle yang merasakan mual segera turun dari ranjang dan berlari masuk kedalam kamar mandi dan memuntahkan cairan berwarna kuning


" Huh " elle menghela nafas


Saat keluar dari kamar mandi dia terlonjak kaget melihat suaminya yang berada di depannya yang membuatnya hilang keseimbangan


Beruntung tangan kokoh max dengan sigap memegangnya dan membuat elle malah berpelukan dengan max


" Berhati-hatilah babe , kau kenapa ??? apakah kau sakit , mari kita ke rumah sakit saja atau mau ku panggil dokter kemari " ucapnya khawatir


Elle tersenyum melihat suaminya yang khawatir


" Iam okey babe , hanya masuk angin saja karena udaranya terlalu dingin " jawabnya


" Are you sure ??? kau terlihat pucat " ucapnya lagi


" Sure babe , tenanglah " balasnya dan semakin mengeratkan pelukan pada suaminya


" Mau soup jagung ? aku akan meminta maid membutkan " tawar max , elle hanya menggelang


" Spaghetti or pancake ? atau kau mau apa katakan saja "


" Hmm , waffle boleh ? tapi kamu yang membuatnya " ucap elle tersenyum manis


" Maafkan aku babe , aku tidak bisa membuatnya " jawab max membuat elle langsung berkaca-kaca siap untuk menangis


Max yang melihat istrinya sedih jadi tidak tega


" Baiklah , aku akan membuatkan waffle only for you " max mengalah


Seketika mata elle langsung berbinar dan langsung memberikan kecupan pada max


Max binggung dengan perubahan sikap istrinya yang dalam sekejab dapat menangis dan kemudian tertawa


Apa mungkin elle mengidap bipollar " gumam nya sambil memasak waffle di bantu oleh maid


" Huh akhirnya " keluh max


" Bawakan ini dan buatkan lemon hangat dan kopi hitam ke kamar " ucap max pada maid yang membantunya tadi


Max kembali ke kamar nya di lantai dua dan melihat istrinya bergelung di bawah selimut


" Ugh max bisa tidak kau jangan menganggu ku sebentar saja " ucap elle kesal membuat max menghela nafas kasar


" Sepertinya aku harus membawanya ke psikiater " ucapnya pelan tapi masih dapat menembus alam bawah sadar elle


" Apa maksudmu aku gila hah ??? " sentak elle seketika langsung terduduk membuat max kaget dan terjatuh dari atas ranjang


Elle mendelik kearah max dengan sorot mata membunuh hingga suara ketukan pintu membuat elle bangun dan membukanya


" Terimakasih " ucap elle pada maid tersebut


" Wahhh waffle " matanya berbinar melihat itu


" Terimakasih suamiku , CUP " ucapnya membantu max berdiri dan mencium pipinya


Max yang masih binggung dengan sikap istrinya hanya mematung


Apa istriku baik-baik saja ? haruskah aku membawanya ke psikiater atau psikolog ? kenapa emosi dan tingkat pengendalian dirinya seperti bukan dirinya saja " batin max dalam hati sambil melihat wajah istrinya yang tersenyum


" Ayo mandi bersama " rengek elle pada max


" Baiklah , ayoo " max yang mendapatkan ajakan dari istrinya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan


Max dan elle masuk kedalam bathup bersama , di dalam bathup pun elle selalu memeluk max seakan tidak ingin di tinggalkan walau hanya sedetik


Max hanya tersenyum dan menggoda istrinya , membelai punggung telanjang elle dengan lembut membuat tubuh elle berdesir


Menghujani elle dengan kecupan di pipi kemudian meluma*t bibir elle dengan lembut penuh nafsu hingga turun ke leher membuat elle mendesah merasakan sensasi kenikmatan


" Ughh max " desah elle dengan nafas memburu ketika kecupan itu semakin turun hingga dadanya


Elle mencengkam kuat tengkuk max , max yang sudah menahan birahinya segera mendudukan elle di pangkuannya dan " AHHH " desah keduanya saat sama-sama mencapai puncak kenikmatan


Mandi yang sebenarnya hanya membutuhkan waktu tigapuluh menit menjadi duajam karena morning sek*s yang dilakukan di dalam bathup


" Kau akan ke kantor ??? " tanya max saat melihat elle keluar dari walk in closet dengan pakaian formall


" Hmm , ya ada hal penting yang harus aku lakukan " jawabnya


" Baiklah "