Billionaire Husband

Billionaire Husband
S3



Follow IG me @mhemeyyy


Ellena , Rian dan juga Raffa berada di salah satu kamar suite room di hotel tempat acara resepsi Ken berada


Mereka meninggalkan ballroom , acara tersebut belum berakhir


Saat semua orang menyusul , Rian meminta agar mereka kembali ke ballroom agar Ellena bisa menenangkan diri lebih dulu


Disana Ellena terduduk lesu di lantai dengan kepala terbenam di tepi ranjang


Dia tidak menangis


Tapi


Menyesali apa yang telah terjadi tadi


Putranya harus melihat semua kejadian menyakitkan itu


Ellena hanya diam sedari tadi , sedangkan Rian membawa Raffa duduk di sofa


" Raffa "


" Jangan bicala lagi Uncle , dia bukan Daddyku ... dia telah jahat pada Mommyku selama ini "


" Kamu salah paham nak , bukan begitu " Rian dengan sabar memberikan pengertian pada Raffa


" Setiap hali Mommy menangis dan selalu meminta maap saat Laffa tidul " ungkap Raffa


Deg deg deg


Jantung Rian berdetak dengan cepat mendengar pengakuan bocah kecil itu


Bocah kecil itu sudah tahu tentang apa yang terjadi


Sebisa mungkin Rian mencoba memberi penjelasan agar di mengerti oleh Raffa


Beginikah ikatan seorang ibu dan anak ???


" Yang Raffa dengar belum tentu seperti apa yang telah terjadi , Raffa harus dengar penjelasan Mommy dulu "


" Laffa sudah tahu , dia jahat sama Mommy , dia pelnah memukul Mommy " ungkap Raffa dengan marah


Deg


Rian bungkam


Tidak tahu tentang kenyataan ini


Rian benar-benar tidak tahu bahwa Max pernah memukul Ellena


Kenyataan bahwa putranya sendiri mengetahui dan melihat bagaimana perlakuan orangtuanya


" Itu tidak seperti yang terlihat Raffa " ungkap Rian yang memilih menyerah , dia akan menanyakan ini lebih dulu pada Ellena


" Laffa gak suka sama dia , titik !!! " jawab Raffa dengan tajam


Benar-benar gabungan sifat Ellena Alexander dan Maxim Janson


" Oke oke , sekarang sudah malam Raffa ayo kita bobok di kamar Uncle aja yuk " ajak Rian langsung mengangkat Raffa dan membawanya pergi


Cukup lama Rian berada disana menemani Raffa hingga tertidur , setelah dirasa Raffa sudah nyenyak dia meninggalkan kamar tersebut


Kamar Rian dan Ellena bersebelahan dan lantai dimana mereka berada hanya bisa di akses oleh keluarga


Terdapat beberapa bodyguard berdiri di setiap ujung ruangan


Rian kembali ke kamar Ellena dan langsung memeluknya


Dengan sabar Rian mengusap punggung Ellena yang bergetar , tidak ada air mata di matanya tapi Rian tahu ada kesedihan di hatinya


" Tenang Sweetheart , jangan bersedih lagi kita akan menjelaskan pelan-pelan pada Raffa dia pasti mengerti . Dia anak yang cerdas "


" Aku harus apa R , Raffa membenci Max "


" Apa karena dia melihat Max memukulmu ??? " tanya Rian pelan-pelan


" Apa yang kau katakan "


" Raffa sendiri yang bilang , dia melihat Max memukulmu , Right ??? "


Tidak , itu tidak mungkin


Ellena tidak menyangka bahwa Raffa melihatnya , melihat kejadian malam itu


Dimana saat perdebatan itu , Maxim memukul dan menghajar Ellena dengan tangannya


Tapi


Ellena menutupi semua itu dari siapapun , bahkan Ellena menutupi semua lukanya dengan make up tebal agar lebam di tubuhnya tidak terlihat


Ellena tidak menyangka bahwa Raffa melihat semua itu di umurnya yang bahkan baru menginjak 15 bulan


" Apa itu benar ??? " tanya Rian lagi meyakinkan , meskipun dia yakin bahwa raut wajah Ellena sudah menjelaskan semuanya


" Itu tidak benar " sangkal Ellena lagi


" Katakan Sweetheart , dimana dia memukulmu ??? kenapa kau menutupi itu dari keluargamu " suara Rian meninggi , dia tidak tahan membayangkan semua yang di alami Ellena


" Siapa DIA ??? " tiba-tiba suara Geri menggelegar , ternyata mereka semua sudah berdiri di depan kamar yang pintunya bahkan tidak tertutup


Ellena semakin mengeratkan pelukannya terhadap Rian


Inilah yang tidak dia inginkan , bila semua keluarganya tahu tentu itu akan membuat semuanya menjadi rumit


" Siapa yang memukulmu ??? " tanya Ken mendekat ke arah Ellena dan Rian yang terduduk di lantai


Ellena bungkam , bahkan saat Rian ingin mengatakan dengan cepat Ellena menggelangkan kepalanya tidak setuju


Suasana kamar tersebut tiba-tiba mencengkam dengan aura yang mendominasi dimana Ken dan Geri dengan sorot mata tajam menusuk meminta penjelasan


" Tidak ada , kalian hanya salah dengar saja " sekuat tenaga Ellena membalas tatapan mata Geri , tatapan dingin dan penuh amarah


" Katakan Elle " desak Geri yang tidak sabar


" Tidak ada Kak " kekeh Ellena mempertahankan jawabannya


Semua orang yang berada di ruangan tersebut hanya melihat saja , bagaimana Geri dan Ellena saling menatap tajam satu sama lain


" Kau hanya perlu mengatakannya saja , kenapa sesusah itu ??? " Ken angkat bicara


Maka dari itu aku memilih diam karena aku tahu apa yang menjadi jawabanku akan memperumit keadaan


" Aku sudah bilang tidak ada kalian hanya salah dengar , apa kurang jelas ucapanku haa " bentak Ellena yang mulai terpancing emosi


Dia sudah tidak tahan , tekanan dan semua yang telah terjadi membuatnya tidak bisa mengendalikan diri


" Kau pikir kami semua disini tuli ??? kami dengan jelas mendengar ucapan Rian "


" Katakan siapa yang berbuat jahat padamu nak , Daddy sendiri yang akan membunuhnya " Daddy ikut menimpali , tak tahan dengan keadaan


Ellena tetap saja menggelangkan kepalanya , dia masih tetap tidak ingin menjawab


Sudah cukup dia tidak ingin mempersulit siappun lagi !!!


" KATAKAN ELLENA ALEXANDER SIAPA YANG DENGAN BERANI MEMUKULMU " Geri hilang kesabaran , suaranya menggema di kamar hotel suite room tersebut


" Daddy yang telah memukul Mommy " tiba-tiba suara kecil itu muncul , Raffa ditemani dengan Sofi masuk ke dalam kamar tersebut


Mendengar itu suasana semakin mencengkam tapi karena kehadiran Raffa , sebisa mungkin mereka menahan amarah yang sudah memuncak


Raffa mendekati Ellena dan memeluknya


" Mommy jangan nangis lagi , Laffa dan Uncle Lian akan jagain Mommy " ucap Raffa dengan mengucek matanya


Saat Ken dan Geri akan pergi meninggalkan ruangan , Dad bersuara


" Jangan lakukan apapun sekarang , ini hari bahagia jangan merusak suasana "


" Tapi Dad - "


" Dengarkan Daddy " jawab Daddy tegas tak terbantahkan


Setelah mengucapkan itu akhirnya Daddy menyuruh mereka semua istirahat karena ini sudah terlalu malam dan tentu saja mereka semua pasti lelah


Setelah kepergian mereka semua kamar tersebut menjadi hening kembali


" Aku menyayangimu dan Raffa , cobalah bagi apapun yang kamu rasakan . Aku mencintaimu bahkan aku akan menghapus kenangan burukmu dan mengantikan dengan masa depan yang bahagia "


❤️❤️❤️❤️❤️


JANGAN LUPA LIKE KOMENT DAN BERIKAN VOTE 🤗🙏