
Sena merasa di atas awan ketika Max telah menyiapkan apartement baru untuknya
Itu di lakukan oleh Max semata-mata hanya karena tidak tega melihat Sena harus tinggal di hotel
Max membelikan Sena sebuah apartement di kawasan elit dengan harga yang selangit
Sebenarnya Max ingin memberikan apartement ini nanti tapi mungkin sekarang lebih baik ketika mereka sudah bertemu
Jadi setelah selesai makan siang , Max mengantarkan Sena ke apartement yang baru tersebut
" Terimakasih Max " ucap Sena berbinar ketika memasuki apartement barunya
Langkah pertama untuk mendapatkan tempat tinggal sudah berhasil pikirnya
" Hmm , kau bisa tinggal disini karena apartement ini sudah atas namamu " jawab Max
Tanpa di duga oleh Max , Sena menerjang dan memeluk Max dengan erat
Max tidak melawan , dia hanya diam tanpa membalas pelukan Sena
" Tinggalah disini sebentar hingga waktunya makan malam , aku akan memasak untukmu . apa kau tidak merindukan masakanku Max ??? " tanya Sena mengingatkan
Tanpa persetujuan dari Max , Sena sudah menarik tangannya untuk duduk di sofa yang berada di ruang tamu
Sena mengamati tempat tinggalnya yang baru dengan senyum merekah
Apartement ini sangat luas juga mewah dan tentu saja dengan panorama yang sangat indah karena berada di lantai teratas
" Aku akan ke supermarket untuk berbelanja , tunggulah sebentar " ucap Sena yang sudah akan keluar ketika tiba-tiba mendengar jawaban dari Max
" Tunggu Ara "
Sena kembali menatap Max penasaran seolah berkata Kenapa ???
Tanpa di duga , Max mengeluarkan kartu dari dalam dompetnya dan menyerahkan pada Sena
" Ambilah untuk berbelanja " jawab Max
" Tidak Max terimakasih " tolak Sena yang sebenarnya hanya pura-pura
Dia tidak ingin terlihat terlalu menerima setiap tawaran yang di berikan oleh Max
" Ambilah ini hanya sebuah platinum card , tidak masalah " jawab Max
Meskipun bukan black card yang dulu diberikan Max padanya , tapi kartu itu sudah cukup untuk membuatnya lagi-lagi semakin yakin bahwa Max masih menaruh hati padanya
Kau hanya perlu bersabar batin Sena
Setelah kepergian Sena , Max menatap kosong ke arah kaca yang menampilkan pemandangan sekitar dengan pikiran yang entah kemana
*****
Setelah berkutat dengan dapur baru dan memasak berbagai macam makanan kesukaan Max dia memanggil Max ke meja makan , Sena memang sengaja akan terus mengingatkan Max tentang kebersamaan mereka dulu
" Semoga kau masih suka dengan masakanku Max " harapan Sena
Sena dengan senyum khasnya mengambilkan makanan dan memenuhi piring Max
Tanpa banyak bertanya , Max makan dengan tenang sekali kali melirik Sena yang seakan meminta pendapat dirinya
Bahkan rasa dari masakanmu masih sama Ara
Rasa masakanmu tidak berubah sama sekali , hanya saja rasa cintaku padamu sudah tidak seperti masakan ini lagi
Setelah selesai makan malam , Max pamit untuk pulang
Tapi dengan tiba-tiba Sena lagi dan lagi memeluknya , tanpa di duga oleh Max ternyata pelukan itu adalah rencana liciknya untuk menggoyang kan hubungan Max dan istrinya
Sena sengaja menempelkan bibirnya yang merah merona di kemeja putih Max hingga meninggalkan bekas bibir yang sangat jelas
" Hati-hati Max " ucap Sena
" Hmm " dahem Max menjawab ucapan Sena
Tanpa di duga saat Max keluar dari apartement tersebut , ada seseorang yang bersembunyi disana
Orang tersebut tersenyum senang , tentu saja dia tidak akan gagal ketika tugas yang diberikan sangat muda
Setelah itu dia mengetuk pintu apartement Sena dan tak lama pintu terbuka
" Bagaimana ??? " tanya Sena
" Berhasil Nona "
" Good , kau memang selalu bisa di andalkan "
❤️❤️❤️❤️❤️
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN BERIKAN VOTE 🤗🙏