
...Chapter 07. Sarang Goblin dan Jackpot...
Bulan disertai bintang-bintang yang mengisi langit malam mulai terlihat dan aku memutuskan untuk tidur beristirahat namun, lagi-lagi aku terbangun oleh suara pertarungan dan saat memeriksa di luar, terlihat lah para warga sedang bertarung dengan Goblin.
Memahami situasi itu, aku pun tidak tinggal diam dan sontak membantu para warga melawan Goblin.
Akan tetapi, aku yang tidak memiliki kemampuan bertarung memutuskan untuk mencari Goblin yang terlihat kuat untuk di hipnotis dan didapatilah satu goblin yang memiliki tinggi sama seperti orang dewasa sedangkan, Goblin yang lain hanya satu meter.
Maka dari itu, aku mengarahkan ponsel pada Goblin tinggi itu dan mengaktifkan aplikasi hipnotis yang mana sesaat mengunakan itu, Goblin tinggi sontak terdiam dengan tatapan kosong. Lalu, aku pun memberikan perintah untuk membunuh semua Goblin yang ada disekitar nya.
Dalam kondisi terhipnotis, Goblin itu pun membunuh semua rekan Goblin nya dan sekitar 10 Goblin berhasil di bunuh nya.
Kelebihan dari kemampuan Hipnotis, sang Target tidak memiliki emosi dan rasa sakit hingga membuat nya terus menuruti perintah ku meski tubuh nya sudah penuh luka dan tidak mengeluh.
Dan, saat Goblin itu membunuh rekan Goblin nya. Aku mendapatkan pemberitahuan.
Ding!
[ Exp +25.
Anda telah berhasil naik level.]
Anda telah berhasil naik level.]
Melihat pemberitahuan itu, aku sontak membuka status ku.
Ding!
[Nama: Rudi Saputra
Ras: Manusia.
Usia: 17 tahun.
Level: 8 (3/9).
Job: Tidak ada.
Strength: 5 / Agility: 5
Vitallity: 6 / Magic: 30.
Other Skill: Human Language / Item Box / Status.]
Melihat itu, aku hanya tersenyum kecil dan seperti yang kuduga, status yang lain tidak naik dan hanya magic saja yang naik sama seperti sebelumnya.
Meski begitu, aku tidak mempedulikan nya lantaran aku juga memutuskan untuk tidak bertarung dengan fisik dan cukup dengan smartphone saja.
Para Goblin yang tersisa yang menyadari akan kejadian yang tidak biasa pada rekan nya. mereka pun memutuskan untuk melarikan diri namun, tidak kubiarkan lantaran jika aku lepas, mereka akan menyerang desa ini lagi.
Maka dari itu, aku memutuskan untuk mengejar nya. Sampai mereka pun masuk kedalam Goa yang berada tidak jauh dari desa.
"Jadi, disinikah sarang nya!"
Sesaat aku bergumam sendiri, tiba-tiba sosok Goblin keluar dari goa dan menyerang ku namun, Goblin tinggi yang terhipnotis masih berdiri didekat ku dan sontak membunuh mereka.
Ding!
[Exp +18
Anda telah berhasil naik level.]
Serangan itu pun meyakinkan ku bahwa Goa yang ada didepan ku merupakan sarang dari para Goblin. Maka dari itu, aku pun masuk kedalam dengan bermodalkan senter baterai Charger USB seharga 50k yang pasti nya daya tidak akan pernah habis.
Sesaat didalam, beberapa Goblin sontak menyerang ku namun, lagi-lagi Goblin tinggi dengan mudah membunuh mereka.
Ding!
[Exp +20.
Anda telah berhasil naik level.]
Orang bijak mengatakan bahwa ada dimana kita harus menghilangkan emosi agar kita lebih kuat melangkah maju dan ini terbukti dari sosok Goblin yang terhipnotis yang mana dia jauh lebih kuat dibanding memakai emosinya.
Setibanya di dalam, aku melihat ada puluhan bayi Goblin yang sedang ketakutan saat melihat ku bersama Goblin tinggi yang sudah memiliki tubuh fisik seperti zombie.
Saat melihat mereka, aku pun memiliki rasa iba untuk membunuh mereka.
"Apa yang harus kulakukan? Aku tidak tega membunuh mereka. Meski mereka monster tetap saja mereka masih kecil."
Sesaat kemudian, aku mendengar suara panggilan masuk yang mana itu berasal dari Dewi alam.
Melihat itu, aku sontak mengangkat nya.
"Halo, Dewi! Selamat malam, ada yang bisa saya bantu?"
"Wahai manusia bernama Rudi Saputra, aku melihat kamu merasa kasihan kepada monster yang ada di depan mu, apakah benar?"
"Iya, seperti itulah Dewi dan aku bingung memikirkan nya karena jika tidak kubunuh maka mereka akan tumbuh besar dan membalas dendam kepada warga desa."
"Aku mengerti. Bagaimana jika kamu memelihara dan merawat mereka? Jika mereka sudah dewasa, mereka akan sangat berguna sebagai monster peliharaan mu."
"Baiklah, itu jalan terbaik."
"Jika begitu, aku akan memberikan mu karunia tapi ada persyaratan nya?"
"Apa persyaratan nya?"
"Setiap sebulan sekali, kamu harus mempersembahkan buah atau sayuran dari dunia lain!"
"Baiklah, Dewi. Saya akan laksanakan."
"Sekarang terima lah karunia ku."
Setelah itu, panggilan pun terputus dan pesan yang lain datang.
Kling!
[Aplikasi Taming telah berhasil terinstal.]
Melihat pemberitahuan itu, aku tanpa ragu membuka aplikasi dan mengarahkan nya kepada para anak Goblin.
"Sekarang, jadilah peliharaan ku!"
Sesaat kemudian, para bayi Goblin menjadi cahaya dan masuk kedalam ponsel. Lalu, sebuah pemberitahuan datang.
Kling!
[Anda telah berhasil menjinakkan 30 Goblin.]
Dengan kemampuan ini, aku pun bernafas lega lantaran aku tidak harus membunuh monster yang masih bayi.
Lalu, diruangan yang sama. Aku melihat ada sebuah kotak kayu dan terbesit lah dalam benak ku bahwa itu adalah peti harta.
Tanpa berpikir panjang, aku sontak bergegas menghampiri kotak dan membuka nya yang mana kotak itu berisikan banyak koin Mozza, perhiasan dan satu benda yang menarik perhatian ku yakni telur yang memiliki kulit sisik dan keras melebihi besi.
"Telur apa ya ini? meski begitu, lebih baik ku periksa saja nanti di Guild Pedagang."
Setelah memutuskan itu, aku pun memasukan semua koin dan perhiasan kedalam item box. Meski aku tidak tahu darimana para Goblin mendapatkan koin sebanyak itu namun, aku tetap menjarah nya.
Dan, isi Koin dari kotak itu sejumlah;
10 koin emas putih.
100 koin emas.
200 koin perak.
500 koin perunggu.
Dan, 1.000 koin besi.
Seusai menjarah, aku pun keluar dari sarang Goblin dan memerintahkan Goblin tinggi untuk mati. Lalu, dia pun mengorok lehernya hingga membuat nya mati.
Lalu, aku pun kembali pulang tanpa memberitahu apapun tentang sarang Goblin tersebut.