
...Chapter 23. Y'shtola dan Guild Monster....
Di pagi yang cerah, aku berada di rumah bersama Y'shtola yang melayani ku membuat kan sarapan.
Lalu, aku sendiri menunggu dengan tenang di kursi makan. Sesaat kemudian, Y'shtola datang dengan membawa nampan dengan beberapa makanan dan menyajikan nya diatas meja.
"Master, silahkan dimakan!" seru Y'shtola dengan senyuman kecil.
"Oh, terimakasih. Y'shtola."
Y'shtola pun tersenyum lalu, dia duduk dihadapan ku.
Diatas meja tersaji roti Sandwich dan susu. Lalu, aku pun menyantap nya.
"Bagaimana? Enak?"
"Hmm ... Enak!"
"Syukurlah, aku pikir setelah 20 tahun hidup disini. Kemampuan masak saya di Bumi menghilangkan dan Master, anda luar biasa memiliki kemampuan Toko Online."
"Iya. Tapi, aku harap tetap tidak membicarakan tentang kemampuan ku ini."
"Tentu, Master. Saya adalah budak anda. Jadi, rahasia Master akan saya simpan sampai mati."
"Terimakasih."
Sejak Y'shtola menyatakan diri ingin menjadi budak ku. Dia pun meminta untuk memanggil ku Master.
Dimalam sebelum nya, Y'shtola sempat bercerita tentang dirinya seusai kami berhubungan.
Kehidupan dahulu Y'shtola bernama Yua Minami, 15 tahun Seorang siswi sekolah menengah atas dan memiliki kehidupan keluarga yang cukup rumit. Kedua orangtua nya bercerai hingga mengharuskan ibunya mengurusi nya sendiri.
Ibunya bukanlah karyawan melainkan pemilik suatu bar yang mungkin ada saja pelanggan yang meminta plus-plus. Meski begitu, Yua tidak mempermasalahkan dengan kelakuan ibunya.
Yua merupakan siswi popular disekolah sehingga seringkali bergonta-ganti pacar dan memiliki banyak teman wanita.
Selain itu, Yua sangat hobi dan suka dengan film Harry Potter sampai dia berharap diri nya bisa masuk sekolah Hogwarts. Karena hobinya itulah, Yua banyak membeli tongkat sihir, jubah dan sebagainya dengan biaya nya sendiri.
Biaya itu pun, Yua dapatkan dari hasil menjual dirinya di atas ranjang.
Sampai suatu malam, Yua mendapatkan pelanggan yang psikopat hingga membuat dirinya mengalami kekerasan yang berakhir kematian.
Lalu, Yua bereinkarnasi ke dunia Phantasia dan menjadi Ras Beastman yang memiliki Job skill unik yakni Hogwarts Witch.
Yua yang melihat itu saat bayi sontak gembira dan senang akan tetapi saat Yua beranjak dewasa dan mencoba tongkat sihir yang serupa, Yua sama sekali tidak bisa mengunakan mantra Hogwarts bahkan sihir apapun hingga membuat sosok Yua menjadi cacat dimata kaum ras nya dan dijual sebagai budak lantaran sosok nya yang cantik.
Dan, di dunia Phantasia Yua Minami telah berubah gadis beastman cacat bernama Y'shtola.
Memahami kisah itu, aku pun terpikir sesuatu dan ingin mencoba nya dengan membeli tongkat sihir Harry Potter original dari aplikasi Online Store seharga 2 juta rupiah.
Dan, seusai sarapan. Aku memberikan nya kepada Y'shtola.
"Y'shtola, aku terpikir sesuatu. Cobalah pakai ini!" seru ku seraya memberikan tongkat yang masih terkemas kotak.
Mendengar itu, Y'shtola sontak melihat kearah kotak dan tersenyum lebar. "Mungkin kah?!" Lalu, Y'shtola dengan semangat mengambil kotak dan tongkat yang ada didalamnya.
"Wuahh ... Ini tongkat original." Y'shtola melihat dengan senyuman lebar. "Terimakasih, Master."
"Kenapa tidak kamu coba? Mungkin saja berfungsi."
"Baik."
Lalu, Y'shtola menutup mata dan mengalirkan mana nya ke dalam tongkat yang membuat tongkat itu memunculkan angin kecil disekitar nya. Hal itu pun membuat Y'shtola tersenyum lebar.
Seusai itu, Y'shtola membuka matanya. Lalu, mengarahkan tongkat ke kursi yang ada disampingnya dan merapalkan mantra.
"Wingardium Leviosa."
Sesaat merapalkan itu, kursi pun melayang sesuai dengan arahan tongkat. Lalu, Y'shtola melihat ku. "Master, berhasil! Terimakasih."
Melihat Y'shtola yang begitu senang, aku pun turut senang dan aku bisa membayangkan betapa bahaya nya kekuatan dari Y'shtola terutama mantra Crucio dan Avra Kadavra nya.
Setelah puas mencoba mantra Hogwarts, Y'shtola pun mempertanyakan sesuatu.
"Master, apakah anda juga bisa membeli senjata dari dunia lain? Soalnya, saya melihat Master memiliki senjata api revolver."
Mendengar pertanyaan itu, aku teringat akan pesan beberapa hari yang lalu. Saat itu, aku sedang barbekyu bersama anak-anak panti asuhan sebuah pesan masuk yang bertuliskan Aplikasi Online Store telah diperbaharui.
Aku yang penasaran sontak membuka nya yang mana sebuah kategori baru muncul yakni senjata di era modern seperti senjata api, katana, submachine gun bahkan missile gun dengan beberapa varian harga.
Lalu, aku pun membeli senjata api berjenis Revolver seharga 500 dollar atau 8 juta rupiah.
Lalu, aku mengembalikan lamunan dan menjawab pertanyaan Y'shtola. "Iya, aku bisa membeli nya lewat Aplikasi."
"Wow! Master memang luar biasa."
Mendengar pujian itu, aku hanya tersenyum kecil.
"Jadi, apa rencana master sekarang?"
"Aku ingin pergi ke Guild Monster untuk memeriksa telur yang telah kutemukan beberapa pekan yang lalu."
"Iya."
"Bagaimana kalau kita berangkat sekarang?"
"Boleh."
Aku dan Y'shtola pun saling bertukar senyum lantaran aku tahu maksud dari pertanyaan itu. Sesaat kemudian, Y'shtola meraih tangan ku dan dia mengayunkan tongkat nya seraya merapalkan mantra.
"Apparate."
Pandangan ku langsung kabur dan sontak berdiri di suatu tempat. Lalu, aku pun membuka mata yang mana aku dan Y'shtola sudah berada di kota Alberto.
"Master, bagaimana? Kemampuan Teleportasi ku tidak kalah dari Master!" ucap bangga Y'shtola.
"Iya, kamu luar biasa," ucap ku seraya mengusap kepala nya.
Dan, Y'shtola pun terlihat senang saat aku mengelus-elus kepala nya.
Setelah itu, kami pergi ke Guild Monster. Meski tidak tahu letak lokasi nya namun, aku bisa dengan mudah menemukan nya dengan aplikasi navigasi.
Dan, kami tiba di sebuah gedung yang memiliki jendela kaca panjang disisi kanan dan kiri dari pintu masuk nya.
"Disini kah, Master?"
"Iya, tidak salah lagi."
Tanpa ada keraguan, kami masuk kedalam gedung yang mana kami disambut oleh banyak monster yang sudah dijinakkan oleh orang yang membawa nya.
"Wow, banyak sekali monster peliharaan disini?!"
"Tentu saja, Master. Karena disini pusat bagi para Tamer. Meski begitu, tidak ada yang sehebat Master karena telah menjinakkan Goblin unik," ucap bangga Y'shtola terhadapku.
"Lebih baik, rahasiakan hal ini juga!"
"Baik, Master."
Setelah itu, kami melanjutkan langkah ke meja resepsionis yang kosong.
"Selamat siang, Tuan! Ada yang bisa saya bantu?"
"Aku ingin memeriksa telur monster. Apakah bisa?"
"Setiap satu pemeriksaan akan memakan biaya 1 koin emas. Apakah tidak masalah?"
"Iya, tidak masalah."
"Bisa saya lihat!"
Lalu, aku pun mengambil telur sisik dari tas sihir yang sebenarnya aku mengambil nya dari Skill Item Box.
"Ini."
Saat resepsionis itu menerima telur bersisik dan memeriksa nya yang mana membuat resepsionis itu terkejut. "Ini telur Naga Angin!"
Aku dan Y'shtola pun saling bertukar pandang kaget. Tidak hanya kami, penjinak yang ada di tempat itu juga melihat kearah kami.
Kami pun tidak begitu mempedulikan dan kembali melihat resepsionis.
"Selamat, Tuan! Anda penjinak yang beruntung," ucap resepsionis.
"Master, selamat!"
"Iya, terimakasih."
Aku dan Y'shtola pun saling bertukar senyum.
Setelah itu, pandangan ku kembali ke resepsionis.
"Apakah aku bisa menetaskan nya?"
"Bisa. Dengan menggunakan teknik sihir tertentu dan ruangan yang memadai. Jika, anda mau kami akan merawat nya sampai menetas."
"Berapa biaya nya?"
"5 koin emas."
"Baiklah, aku percayakan telur itu disini."
"Tunggu sebentar!" Resepsionis pergi dan mengambil formulir lalu, memberikan nya kepada ku. "Tuan, silahkan diisi!"
Lalu, Aku pun menulis formulir itu dan setelah nya, aku juga memberikan satu koin emas putih. "Aku percayakan kepada kalian!"
"Iya, terimakasih Tuan. Kami tidak akan mengecewakan kalian."
Dan, saat itu aku dan Y'shtola menyadari ada nya tatapan pengunjung yang mencurigakan.
Aku hanya berharap tidak ada kejadian apapun.