Become Rich In Another World

Become Rich In Another World
Chapter 38 | Pengaturan Dunia Kabut dan Hadiah Dewi Jahat



...Chapter 38. Pengaturan Dunia Kabut dan Hadiah Dewi Jahat....


Setelah menolong para Orc Daratan tinggi, Raidenia menyarankan mereka untuk tinggal di dunia kabut. Aku yang baru tahu akan saran itu mau tidak mau aku pun menerima mereka.


Disisi lain ini akan membantu para Orc dari kelaparan di desa nya dan 150 Orc daratan tinggi pun melakukan aktifitas nya seperti biasa di Dunia kabut.


Dan, aku cukup senang melihat para Orc dan Homunculus bisa hidup berdampingan.


Disaat melihat kebersamaan mereka, aku pun terpikir sesuatu yakni menempatkan para Goblin disini dan maka dari itu, aku menempatkan 87 Goblin, 9 Hobgoblin dan satu Orc.


Meski Orsa memiliki ras Orc namun, dia berbeda dengan Orc daratan tinggi yang mana Orsa memiliki kulit hijau sedangkan Orc daratan tinggi memiliki kulit coklat.


Aku pun memerintahkan Goblin untuk membuat pemukiman dan hidup berdampingan. Tanpa ada keluhan, mereka pun menyetujui nya dan sejak itu, monster yang menjadi peliharaan ku kini menjadi penduduk dunia kabut.


Lepas dari itu, aku memeriksa smartphone akan tetapi aplikasi Go masih lah tidak berfungsi.


"Kenapa aplikasi Go belum juga berfungsi?"


Memahami itu, aku hanya bisa menghela nafas panjang. Berharap Y'shtola dan lainnya baik-baik saja tanpa kehadiran ku.


Beberapa saat kemudian, datang panggilan masuk dari aplikasi WeChat. Memahami itu, aku sontak melihat layar dan melihat panggilan itu berasal dari Dewi Jahat.


"Halo, Dewi."


"Rudi, Terimakasih. Kamu telah melepaskan segel Raidenia dan menolong Orc daratan tinggi tanpa pamrih dan tidak membeda-bedakan ras."


"Iya, sama-sama. Aku hanya ingin menolong dan terlihat juga para Orc bukan lah sosok monster yang seganas yang diceritakan. Mereka sama dengan ku yang ingin memiliki kehidupan damai."


"Kamu memang pria yang bijak, Rudi."


"Terimakasih, Dewi."


"Jadi, sebagai hadiahnya. Apa keinginan mu?"


Mendengar itu, aku hanya terpikir toko dan pegawaiku. "Dewi, bisakah memperbaiki Aplikasi Go? Soalnya aplikasi itu tidak bisa digunakan?"


Lalu, aku mendengar suara Dewi jahat yang menghela nafas, "Ahufuu ... Sebenarnya itu bukan wewenang ku. Karena Aplikasi itu ditangani oleh Dewa Kehidupan dan dia sedikit melakukan kesalahan saat membuat aplikasi Go sehingga menimbulkan kerusakan."


"Oh, begitu."


Mendengar itu, aku menjadi sedikit kasihan dengan Dewa Kehidupan. Aku harap perbaikan itu tidak merepotkan nya.


"Jadi, kekuatan apa yang kamu inginkan?"


"Apapun boleh? Asal bisa melindungi dunia kabut ini dan kembali ke kerajaan Alexandria."


"Aku mengerti. Baiklah, aku akan berikan mu kekuatan dari tujuh dosa besar yaitu Kerakusan atau Gluttony."


"Entah kenapa mendengar nya seperti nya itu skill yang menakutkan?"


"Tentu saja. Karena kekuatan itu hanya ada satu di dunia ini dan aku percaya kekuatan itu kepada mu."


Meski terdengar berat, aku pun menerima nya. "Terimakasih, Dewi Jahat."


Sesaat kemudian, sebuah pemberitahuan datang.


Kling!


[Aplikasi Gluttony telah berhasil dipasang.]


Sesudah itu, Dewi jahat menyambung ucapan nya. "Oiya, aku memiliki saran. Kenapa tidak kamu tidak berkunjung ke Kerajaan Niflheim atau lebih dikenal kerajaan Raja Iblis. Mungkin saja, kamu bisa mendapatkan keuntungan dengan kerajaan itu daripada kerajaan Manusia."


Mendengar itu, aku pun tertarik namun ada sesuatu yang mengganjal. "Tunggu, Dewi! Apakah aku seorang manusia berkunjung kesana?"


"Eh ... Masalah itu .... Baiklah, aku akan memberikan aplikasi tambahan. Yasudah, sekian dariku. Selamat bersenang-senang di dunia iblis! Hahaha ...."


Dan, begitu lah akhir dari percakapan ku dengan Dewi Jahat. Lalu, tidak lama pemberitahuan datang.


Kling!


[Aplikasi Makeover telah terpasang.]


Melihat kedua aplikasi itu membuat ku tersenyum senang. "Aku berharap dengan kedua aplikasi ini bisa dengan mudah pergi ke benua Timur."


Beberapa saat kemudian, Raidenia datang dan menyapa ku.


"Selamat siang, Tuan! Rumah anda sudah terbangun."


Mendengar itu, aku sesaat mengingat tentang Girl one yang mempertanyakan desain rumah yang aku inginkan.


Lalu, aku mengeluarkan smartphone dan menunjukkan gambar rumah modern kepada nya. Girl One pun mengerti, setelah itu dia bersama Homunculus yang lain membangun rumah untuk ku.


Dan, saat mendengar itu. Aku sontak beranjak diri dan pergi ke lokasi rumah yang baru dibangun.


Melihat rumah itu, Raidenia sedikit terkagum. "Aku baru lihat rumah seperti itu."


Aku pun tersenyum saat melihat Raidenia, "Ayo Raidenia, kita masuk!"


Setelah itu, aku dan Raidenia masuk kedalam rumah. Lalu, aku pun juga terkejut lantaran interior di rumah itu sama seperti yang kuinginkan.


"Selama ratusan tahun, aku baru lihat rumah sebagus ini."


"Itu belum seberapa. Baiklah, kita akan isi rumah ini dengan beberapa barang dari dunia lain."


Lalu, aku mengisi rumah itu dengan beberapa perabotan dari aplikasi Online Store seperti sofa, meja, makan, peralatan dapur dan sebagainya.


Rumah itu memiliki empat kamar dan salah satunya untuk Raidenia lantaran dia sangat ingin tinggal bersama dengan ku.


Lalu, dikamar nya aku lengkapi dengan kasur spring bed yang tebal dan saat melihat itu, Raidenia sontak menjatuhkan diri ke kasur dan melompat.


"Kasur ini sungguh empuk! Barang dunia lain sungguh menarik!"


Melihat sikap Raidenia yang seperti anak kecil membuat ku tersenyum. "Syukurlah, jika kamu menyukai nya!"


Dari kasur, Raidenia melompat ke depan ku dan meminta sesuatu.


"Tuan, apakah ada benda yang menarik lagi?"


"Benda seperti apa?"


"Hmm ... Suatu benda yang bisa menghabiskan waktu."


Mendengar jawaban Raidenia, aku pun terpikir beberapa hiburan diantara console game, permainan papan atau komik.


Kalau, aku lebih memilih komik.


"Raidenia, apakah kamu sudah membaca buku bergambar?"


"Buku bergambar? Apa itu?"


Mendengar pertanyaan itu, aku pun membeli Shounen Jump atau kumpulan beberapa komik dalam satu buku.


"Semacam ini, apakah kamu menyukainya?" ucap ku seraya memberikan Shounen Jump.


Raidenia yang melihat itu, dia sontak mengambil komik itu dan coba membaca nya. "Ini? Sangat menarik!" seru senang Raidenia saat melihat beberapa lembar Shounen Jump. Lalu, dia kembali melihat ku. "Tuan, berikan aku yang lainnya!"


"Iya, Ya."


Setelah itu, aku pun memberikan banyak Shounen Jump di Online Store hingga dikamar Raidenia terdapat dinding Shounen Jump.


Begitu lah kehidupan ku yang baru di dunia kabut ini. Aku harap akan damai selalu.


...***...


...Extra Chapter:...


Sudah setengah bulan, Rudi menghilang dan toko sedikit kacau diantara nya bar tutup dan kedai kekurangan bahan makanan.


Maka dari itu, Juan memutuskan untuk pergi ke rumah Rudi yang ada di desa Raflesia.


Setibanya disana, dia pun masuk lewat jendela yang secara kebetulan jendela itu terbuka dan saat didalam, Juan pun terkejut saat melihat perabot modern di rumah Rudi.


"Wow! Melihat rumah ini serasa rumah di bumi saja. Rudi, kamu memang curang menyembunyikan kemampuan yang luar biasa seperti ini."


Lalu, Juan menepuk kedua pipi nya.


Plok!


"Sekarang bukanlah waktu kagum, aku harus mencari sesuatu yang bisa menyelematkan toko Rudi!" gumam Juan seorang diri.


Lalu, Juan pun memeriksa barang yang mungkin bisa digunakan. Ditengah itu, tiba-tiba sebuah cahaya muncul.


Juan yang menyadari cahaya itu sontak mengejarnya dan terlihat lah sebuah smartphone kecil disana.


"Smartphone? Mungkinkah ini milik Rudi!"


Juan yang berpikir hal itu, dia sontak mengambil smartphone dan membuka layar yang mana disana hanya ada satu aplikasi saja yakni


Aplikasi Online Store.


Saat memahami itu, Juan membuka lebar kedua matanya dan tersenyum lebar.


"Akhir nya ketemu! Rudi, tenang saja. Aku akan menjaga toko mu."


Dan, disisi lain. Rudi tidak tahu akan hal itu karena yang mengirimkan smartphone adalah Dewi Kebaikan lantaran beliau terharu dengan tekad Juan ingin menolong teman nya.