Become Rich In Another World

Become Rich In Another World
Chapter 42 | Berbisnis dengan Raja Iblis



...Chapter 42. Berbisnis dengan Raja Iblis....


Saat ini aku sedang berjalan menuju ruang tahta Raja Iblis. Sosok lawan yang harus kami lakukan agar bisa aku dan teman sekelas ku kembali ke bumi.


Tapi, saat ini aku bukanlah pahlawan dan tujuan ku kesini bukanlah untuk membunuh nya melainkan berbisnis.


Dan, langkah ku dan Zebiantes terhenti di sebuah gerbang raksasa dengan ukiran tengkorak emas.


Sebelum masuk, Zebiantes melihat kearah ku. "Tuan Lucifer, apakah kamu sudah siap?"


Aku pun menganggukkan kepala. "Iya, aku sudah siap."


Zebiantes tersenyum lalu, dia membuka pintu besar dan setibanya didalam, aku pun melihat sebuah ruangan yang sangat besar dengan karpet merah disertai garis emas yang besar dan panjang sampai pada kursi hitam pekat dan ada seseorang yang duduk disana bersama kedua sosok yang belum bisa ku lihat.


Lalu, aku dan Zebiantes melangkah kedepan yang mana suara berat menyapa kami.


"Zebiantes, aku harap kedatangan mu membawa kabar baik."


Kami pun terus melangkah sampai pada didepan tangga kecil yang mana diatas nya terlihat kursi besar dengan sosok tengkorak berbadan tinggi besar yang mengenakan jubah hitam pekat yang besar dan mewah serta tudung hitam yang mana pada tudung itu terdapat bola sihir disertai ukiran emas.


Tidak hanya itu, aku pun melihat tongkat besar yang melayang disampingnya dengan tujuh ular yang mengikat bola pada mulut nya.


Dan, aku yakin dia lah sosok Raja Iblis.


Sosok Raja iblis itu pun ditemani oleh sosok pria berkuping panjang dengan kacamata dan memiliki ekor hitam bersisik.


Aku yakin, dia bukanlah manusia. Mungkin ras Iblis atau Naga.


Setibanya didepan sosok itu, aku dan Zebiantes berlutut satu kaki dihadapannya.


"Yang mulia, saya datang. Ingin melaporkan sesuatu!"


Raja iblis pun menjawab nya, "Apa yang ingin kamu sampaikan? Dan." Raja Iblis melihat kearah ku. "Siapa dia?"


"Dia Lucifer. Pedagang emas yang mampu menjual 1 Ton Emas."


Raja Iblis pun terkejut senang. "Oh, benarkah itu, Anak muda?"


Lalu, Aku memberanikan diri melihat kedepan. "Iya, yang mulia. Saya Lucifer yang mendapatkan pesanan dari Nona Zebiantes."


"Kalau begitu, tunjukkan barang nya!" seru Raja Iblis.


"Baik, Yang mulia! Permisi, saya akan mengeluarkan nya!"


"Silahkan!"


Setelah itu, Aku dan Zebiantes bangkit berdiri. Lalu, aku menghadap ke belakang dan mengeluarkan seribu batang emas sehingga dibelakang ku terbentuk gunungan emas yang sangat mengkilau hingga membuat Raja Iblis bangkit diri dan terkagum begitu juga pria yang ada disampingnya.


"Luar biasa! Aku baru melihat emas semurni!"


"Benar, Yang Mulia. Saya juga baru melihat emas dengan energi kemurnian setinggi ini," sambung pria yang berdiri disamping Raja Iblis.


Raja Iblis yang mendengar itu, dia sontak menoleh kearah pria. "Demiurge, apakah kemurnian cukup untuk memanggil sang Primordial?!"


"Iya, lebih dari cukup. Yang Mulia," jawab pria yang bernama Demiurge.


Lalu, Raja Iblis kembali melihat ku. "Anak muda. Siapa tadi nama mu?"


Aku pun menundukkan kepala. "Saya Lucifer, Yang Mulia."


"Lucifer, aku akan membeli semua emas mu!"


"Terimakasih, Yang Mulia."


Lalu, Raja iblis melihat Zebiantes, "Zebiantes!"


"Iya, Yang Mulia!"


"Tolong urus transaksi nya!"


"Baik, Yang Mulia!"


Raja Iblis melihat kearah Demiurge, "Demiurge! Kamu urus semua emas ini!"


Demiurge pun membungkukkan badannya, "Baik, Yang Mulia."


"Dengan ini pertemuan selesai! Kalian boleh pergi!"


"Baik, Yang Mulia!" jawab serempak ku dan Zebiantes.


Setelah itu, aku dan Zebiantes meninggalkan ruang tahta. Lalu, pergi ke ruang kerja Zebiantes yang mana kami melakukan transaksi seperti pada umunya.


Saat menerima itu, aku membayangkan uang segitu di bumi. Mungkin, aku sudah menjadi konglomerat.


Lamunan ku itu pun tersadar oleh Zebiantes, "Terimakasih, Tuan Lucifer. Senang bisa berbisnis dengan anda."


Zebiantes yang berdiri dan memberikan tangan nya sontak aku juga berdiri. Lalu, menerima tangan tersebut.


"Sama-sama."


Sejak saat itu, aku tersadar bahwa bangsa Iblis tidak jauh berbeda dengan bangsa Manusia.


Beberapa hari kemudian, aku dipanggil lagi oleh Raja Iblis seorang diri ke Istana nya dan menghadap langsung Raja Iblis yang ditemani oleh Demiurge yang mana juga saat ini aku sedang berlutut dihadapan sang Raja Iblis.


"Terimakasih, berkat emas mu! Projects ku berjalan dengan lancar. Sebagai hadiah terimakasih ku, apa permintaan mu? Selamat itu berada didalam kekuasaan ku, aku akan berikan kepadamu!"


Mendengar itu, aku pun terpikir sesuatu yang mungkin bisa mengancam hidupku namun, kesempatan ini juga tidak akan datang untuk yang kedua kalinya. Maka, aku memberanikan diri mengutarakan nya.


"Yang Mulia, Maaf. Jika saya lancang, apakah saya boleh minta Philosopher Stone atau batu petuah?"


Mendengar itu, Demiurge pun sontak marah dan mengeluarkan aura intimidasi yang besar, "Lancang sekali kamu! Undead Busuk!"


Meski Demiurge mengeluarkan aura Intimidasi yang besar namun, aku pun tidak takut dan aku sendiri sudah menduga akan hal ini.


"Maaf, saya telah lancang."


Lalu, Raja iblis yang mendengar permintaan ku. Dia pun tertawa senang.


"Hahaha... Permintaan yang besar. Tapi, aku akan mengabulkan nya."


Demiurge yang mendengar itu, dia pun sempat menentang nya. "Yang Mulia. Tapi, itu-"


Ucapan Demiurge terhenti lantaran kode tangan dari Raja Iblis hingga Demiurge sontak terdiam.


"Lucifer, aku akan mengabulkan nya dengan syarat kamu harus menjadi anak buah ku!"


Mendengar itu, aku pun sedikit ragu namun setelah mempertimbangkan permintaan ku setara dengan persyaratan lepas dari itu juga yang menjadi anak buah itu Lucifer bukan Rudi.


Sedangkan Rudi ingin mencari jalan pulang ke bumi dan aku pun menyetujui nya.


"Baik, Yang Mulia. Saya akan memenuhi persyaratan anda dan akan menjadi anak buah anda."


"Sungguh jawaban yang bijak. Aku Ainz Voldigoad akan memberkati mu."


"Terimakasih, Yang Mulia."


Setelah itu, aku pun diberikan sebuah bola pelangi yang sangat bersinar yang mana sebenarnya Philosopher Stone merupakan inti jiwa dari Raja Iblis namun, Raja Iblis terdahulu telah meninggal dunia dan inti nya akan berubah menjadi Philosopher Stone.


Memahami itu, aku pun sedikit heran. Mengapa Raja Iblis Ainz memberikan benda berharga ini dengan hanya persyaratan menjadi anak buah nya dan mungkin, beliau mengharapkan sesuatu yang lebih dari ku.


Maka dari itu, aku harus berhati-hati.


Setelah mendapatkan itu, aku meninggalkan istana dan pergi ke dunia kabut. Lalu, disana aku akan merubah Philosopher Stone menjadi aplikasi dengan Aplikasi Gluttony.


Menurut keterangan, aplikasi Gluttony merupakan aplikasi penyerapan kekuatan dan kemampuan dari jiwa makhluk hidup, sihir, benda dan sebagainya. Lalu, kemampuan yang diserap oleh Aplikasi Gluttony maka akan berubah menjadi aplikasi.


Memahami itu, aku pun mengambil smartphone dan membuka aplikasi Gluttony. Setelah itu, memasukan Philosopher Stone kedalam layar yang mana memunculkan sebuah pesan.


Kling!


[Philosopher Stone berhasil di kompresi.]


Lalu, pesan yang lain datang.


Kling!


[Aplikasi Go telah diperbarui.]


Melihat pesan itu, aku sontak membuka lebar mata dan tersenyum lebar yang mana aku sangat bahagia karena aplikasi Go kini kembali aktif dan tidak hanya itu, aplikasi Go mendapatkan fitur baru yakni akses ke dunia lain yakni Bumi.


Aku yang memahami itu sontak mencoba fitur baru itu dan mengakses peta Bumi dengan tujuan,


Metropolis, New Indonesia.


Setelah itu, aku menekan Go yang mana sesaat itu juga sebuah cahaya putih menyelimuti tubuh ku dan tidak lama kemudian, cahaya itu memudar yang mana juga saat aku membuka mata kembali. Aku disambut oleh tugu monumen yang besar dimahkotai lidah api berlapis emas.


Melihat itu, aku pun tahu bahwa aku benar-benar kembali ke Bumi.


"Akhirnya, aku kembali!"