Become Rich In Another World

Become Rich In Another World
Chapter 31 | Hadiah dan Terbentuk nya Assosiasi Eden



...Chapter 31. Hadiah dan Terbentuk nya Assosiasi Eden....


Aku bersyukur dan senang bisa membantu Nyonya Ellen dan keluarga Duke Allison yang mana aku mendapatkan hadiah dari Duke Allison sebesar 40 platina koin dan tanda pengenal Duke Allison berupa emblem perak dengan simbol kerajaan Alexandria.


Sebenarnya, aku menolak hadiah itu karena menurut ku, hadiah itu terlalu banyak. Namun, Duke Allison tetap memaksa dan kedepan nya, dia ingin menjalani kerja sama bisnis.


Mendengar itu, aku pun menerima hadiah tersebut.


Selain itu semua, belanjaan Wine dan gelas nya dibayar terpisah seharga 1 koin platina dan setelah itu, aku meninggalkan rumah Duke Allison. Lalu, kembali ke rumah dengan mengunakan aplikasi Go.


Setibanya disana, aku mempersembahkan beberapa makanan dari dunia lain untuk para dewa dan Dewi sebagai rasa syukur ku karena berhasil menyembuhkan Nyonya Ellen dan mendapatkan hadiah yang berlimpah.


Setelah itu, para Dewa dan Dewi pun memberikan karunia nya berupa pembaharuan beberapa aplikasi dan satu aplikasi baru yakni;


Aplikasi Aura.


Didalam penjelasan nya, aplikasi ini memiliki kemampuan merubah status menjadi berkali-kali lipat.


Melihat itu, aku pun tersenyum senang lantaran pada akhirnya aku mendapatkan kemampuan untuk bertarung dengan tangan ku sendiri meski, sebenarnya aku cukup malas melakukan nya.


Setelah itu, aku merebahkan diri dan beristirahat.


Keesokan harinya, aku pergi ke penginapan Dariel yang mana disana sedang kekurangan garam. Maka dari itu, aku pun pergi kesana dengan membawakan 50 Kg garam.


Hal itu membuat Dariel terkejut, "Banyak nya! Berapa aku harus membeli nya?"


"Tidak usah di bayar. Anggap saja ini pemberian dari tetangga."


Mendengar itu, Dariel sontak tersenyum dan memeluk ku.


"Terimakasih, kamu memang pemuda yang baik."


"Hahaha ... iya, sama-sama."


Setelah itu, Dariel pun bercerita tentang pemukiman Goblin di gunung garam yang semakin ganas hingga banyak petualang yang gagal.


Untuk memastikan kabar dari Dariel, aku pun pergi ke Guild Petualang yang ada di kota Aeri dan misi untuk penaklukan pemukiman Goblin di gunung garam meningkat dari tingkat D menjadi tingkat C.


Memahami hal itu, aku pun memutuskan untuk menerima misi itu dan pergi ke resepsionis.


"Selamat siang, Tuan Rudi! Ada yang bisa saya bantu?"


"Aku ingin mengambil misi ini," jawab ku seraya menunjukkan kertas misi kepada nya.


Lalu, saat melihat kertas misi. Resepsionis sedikit khawatir kepada ku. "Tuan Rudi, apakah anda yakin? Meski ini misi tingkat C namun, kesulitan nya cukup tinggi. Lagi, ini misi tidak untuk perorangan."


"Tidak masalah. Aku memiliki kelompok untuk misi ini."


Lalu, Resepsionis teringat akan Y'shtola. "Ah, maksud anda. Y'shtola."


Aku pun tersenyum dan menganggukkan kepala. Pertanyaan itu pun mengingat ku pada beberapa hari lalu.


Saat itu, aku pergi bersama Y'shtola serta Juan dan ingin mendaftarkan mereka ke Guild Petualang.


Akan tetapi, saat itu resepsionis mengatakan sesuatu.


"Maaf, Tuan Rudi. Y'shtola tidak diizinkan untuk menjadi petualang."


"Kenapa?"


"Karena Budak akan dihitung sebagai Asset dan senjata untuk Tuan nya. Jadi, status Budak tidak diizinkan untuk menjadi petualang."


Mendengar itu, aku pun sedikit kesal. "Apakah tidak ada pengecualian?"


"Sebenarnya status budak bisa diizinkan menjalankan misi selama misi itu berada di dalam Assosiasi Pribadi dan budak itu berada didalam nya."


"Assosiasi Pribadi? Apa itu?"


"Itu adalah sebuah kelompok atau pasukan pribadi yang menjalankan beberapa misi khusus dan Assosiasi juga dikenal sebagai kelompok tentara bayaran," jawab resepsionis.


"Oh, begitu. Lalu, bagaimana cara membentuk nya?"


"Iya, Guild Petualang bisa membantu mendaftarkan nya. Apakah Tuan Rudi ingin membuat Assosiasi? Jika iya, maka Tuan harus memenuhi beberapa persyaratan yakni membayar uang pendaftaran 100 ribu Mozza dan memiliki minimal 5 anggota.


Lalu, keenam anggota itu ialah Y'shtola, Juan, Arisa, Lulu dan Fay. Meski Fay tidak begitu bisa bertarung namun, aku melihat dia memiliki bakat dalam mengunakan busur dan panah. Maka dari itulah, aku memberikan senjata crossbow dan anak panah nya seharga 30 juta rupiah.


Dan, aku pun memberikan nama Eden.


Setelah itu, aku melepaskan lamunan karena pertanyaan dari Resepsionis.


"Tuan, apakah ada yang bisa saya bantu lagi?"


Lalu, aku pun pergi meninggalkan resepsionis dan pergi keluar yang mana disana sudah ada Y'shtola dan Juan.


"Yo, apa misi kita hari ini?" tanya santai Juan.


"Menaklukkan Pemukiman Goblin di gunung garam."


"Ooo ... saya bersemangat ingin mencoba sihir Hogwarts ku dan membunuh mereka semua," sambung Y'shtola.


"Y'shtola, jangan seperti itu! Jika mereka ingin melawan maka lawan. Jika tidak, biarkan mereka hidup bersama G-one dan lainnya."


"Iya. Ya. Master."


"Rudi, kamu tuh dari dulu selalu lembek," ucap komentar Juan.


"Benarkah. Aku tidak hanya ingin membuang tenaga untuk sesuatu yang tidak ingin melawan ku. Apalagi tidak ada untungnya."


"Cih ... dasar pedagang," ledek Juan.


Mendengar itu, Aku, Juan dan Y'shtola saling bertukar senyum. Lalu, kami bertiga pun memutuskan untuk berangkat.


Disisi lain, aku memerintahkan Arisa, Lulu dan Fay untuk berlatih.


Sesaat kemudian, aku bersama Juan serta Y'shtola pergi ke gunung garam dengan mengunakan kereta kuda.


Dan, setibanya disana. Kami sontak disambut oleh empat Goblin yang sedang berjaga di depan Goa. Lalu, kami bersembunyi di balik semak-semak untuk memeriksa keadaan para Goblin.


"Bagaimana? Kita serang?" tanya Y'shtola.


Aku pun menjawab nya dengan anggukan kepala.


Memahami jawaban itu, Y'shtola sontak berdiri dan mengayunkan tongkat sihir nya.


"Incendio."


Sesaat merapalkan itu, muncul peluru api melesatkan kearah kepala Goblin yang membuat nya mati seketika.


Ketiga Goblin yang lain sontak melihat Y'shtola namun, Y'shtola mengunakan sihir yang sama hingga membuat ketiga Goblin itu mati.


Juan yang melihat itu, dia pun terkagum. "Kemampuan Cheater memang luar biasa."


Y'shtola yang mendengar itu, dia sontak melihat Juan dan memberikan senyuman bangga.


Sesudah itu, kami masuk kedalam Goa namun, Juan berhenti sejenak lantaran dia ingin mengambil bukti dari Goblin yakni memotong telinga kanan Goblin.


Itulah salah satu kelebihan dari Juan yang tidak bisa aku dan Y'shtola lakukan.


Setibanya didalam, kami disambut oleh gelapnya Goa bahkan kami kesulitan melihat tubuh kami sendiri.


Memahami situasi Y'shtola merapalkan mantra Hogwarts nya.


"Lumos."


Sebuah cahaya terang muncul dari tongkat sihir Y'shtola hingga membuat disekitar kami terang seperti ada lampu LED.


"Wuah ... Benar-benar berguna," puji Juan.


"Hahaha ... karena aku fans berat Harry Potter," jawab bangga Y'shtola.


Melihat itu, aku tersenyum dan baru kali ini aku bisa merasakan kebersamaan berpetualang dalam bentuk Party.


Sesaat kemudian, telinga Y'shtola bergerak lantaran dia mendengar sesuatu.


"Ssst ... bersiap lah! Mereka datang!"


Mendengar itu, Juan sontak memanggil dua pisau daging dan Y'shtola meluruskan tongkat sihir nya meski Y'shtola sedang mengunakan Lumos namun, dia masih bisa merapalkan mantra yang lain.


Sedangkan aku bersiap dengan aplikasi Hipnotis yang sudah ku arahkan dari Smartwatch.


Tidak lama kemudian, datang seorang gadis berpakaian suster yang sudah compang-camping dengan luka di sekujur tubuhnya.


Dan, saat semakin dekat gadis itu melihat ku dan Juan.


"Juan! Rudi!"


Melihat sosok gadis itu, aku dan Juan saling bertukar pandang. Lalu, Juan kembali melihat gadis itu. "Nadia!"


Dan, dia pun bernama Nadia. Sosok gadis berbadan pendek dengan rambut yang berurai panjang.


"Tolong Kami!" seru Nadia dari kejauhan.