Become Rich In Another World

Become Rich In Another World
Chapter 28 | Menyelamatkan Gadis Yamato



...Chapter 28. Menyelamatkan Gadis Yamato...


Beberapa hari yang lalu, aku membuat persembahan untuk para Dewa dan Dewi. Berupa Nasi goreng, sate dan rendang yang mana itu hasil dari masakan Juan.


Lalu, para Dewa dan Dewi memberikan ku sebuah aplikasi baru yakni;


Aplikasi Share.


Sebuah aplikasi yang mampu meminjam kemampuan sebesar 70 persen dari budak atau peliharaan pemilik aplikasi.


Maka dari itulah, aku bisa mengunakan sihir Hogwarts untuk menolong Yae dan mentraktirnya makan.


Setelah itu, Yae menceritakan dirinya.


"Aku sedang mencari beberapa gadis desa Yamato yang telah di culik beberapa pekan ini."


"Jika, begitu. Bolehkah aku membantu Nona?"


Hal itu aku pikirkan karena ingin mencoba kemampuan Aplikasi Share lebih rinci.


Mendengar itu, Yae pun tersenyum lebar. "Tentu saja. Aku sangat senang ada yang membantu."


Lalu, aku pun memberikan tangan. "Mohon kerjasama nya, Nona Yae."


"Mohon kerjasama nya juga Tuan Rudi!" jawab Yae seraya menerima tangan ku.


Dan, kami pun saling bertukar senyum.


Setelah itu, kami meninggalkan Silver Moon dan entah kenapa saat aku jalan bersama Yae keluar, Marsha terlihat kesal.


Walau begitu, aku pun mengabaikan nya.


"Jadi, bagaimana kita mengawali pencarian?"


"Hmmm .... Tidak tahu. hehehe ..." Jawab santai Yae.


Mendengar itu, aku pun hanya menghela nafas panjang. "Jika begitu, apakah kamu benar-benar bisa menyelamatkan gadis desa Yamato?"


"Tenang saja. Aku memiliki intuisi yang kuat. Jadi, pasti ketemu," ucap bangga Yae.


Mendengar itu, aku hanya bisa menghela nafas panjang. "Baiklah, biarkan aku yang mencari nya. Jika di tunda-tunda mungkin mereka akan dalam bahaya."


Wajah bangga Yae sontak berubah menjadi tatapan serius dengan mata yang tajam.


"Jadi, bagaimana kamu dapat menemukan nya?"


Lalu, aku pun mengambil smartphone dan memamerkan nya. "Dengan mengunakan ini."


"Apa itu?"


"Artefak sihir dan tunggu, aku akan mencari nya."


Setelah itu, aku mengunakan aplikasi navigasi dan mencari dengan kata kunci;


Gadis dari Kekaisaran Yamato.


Sesaat kemudian, muncul beberapa titik merah salah satunya lokasi dari Yae sendiri.


Lalu, aku mencoba Zoom out peta kota Alberto dan terlihat ada beberapa juga yang sedang melakukan aktifitas biasa sampai ada suatu tempat yang membuat ku curiga yang mana sebuah lokasi banyak titik yang tidak bergerak.


"Seperti nya, aku tahu lokasi nya."


"Eh? Secepat itu?"


Lalu, aku pun menjawab hanya dengan senyuman kecil. "Ayo! Sebelum terjadi apa-apa?"


Yae pun melepaskan pertanyaan nya dan kami pun pergi ke lokasi titik yang mencurigakan.


Dan, tempat itu berupa tempat kumuh yang banyak di huni oleh para gelandangan dan pria berpakaian lusuh.


Tanpa mempedulikan sekitar, kami terus mencari sesuai arahan navigasi dan sampai di sebuah gedung yang cukup besar dengan penjagaan yang ketat oleh para preman berpakaian lusuh atau lebih dikenal Bandit.


"Seperti nya mereka ada didalam gedung itu," ucap ku memberitahu Yae.


"Yosh! Kita hanya perlu membasmi nya!" seru Yae dengan senyuman lebar.


Tanpa berpikir panjang, Yae pun melangkah menghampiri para bandit.


Kehadiran Yae itu membuat pandangan para bandit yang menjaga pintu teralih kepada nya.


"Siapa kamu?!"


Dalam langkah, Yae pun menarik katana dari sarungnya dan hal itu membuat para bandit juga mengambil senjata.


"Katakan kepada ku! Dimana para gadis Yamato?"


"Tidak tahu, bedebah!" jawab bandit dengan nada remeh.


Beberapa bandit lainnya sontak saling bertukar pandang. Lalu, mereka serentak melesatkan serangan kepada Yae.


Melihat itu, aku ingin membantu nya namun, seperti nya tidak usah lantaran Yae mampu melawan dan membunuh para penjaga itu.


Lalu, Yae pun mendobrak pintu dan masuk kedalam.


Melihat itu, aku pun sontak menyusul nya kedalam dan setibanya nya, banyak para bandit yang sudah bersimbah darah di lantai.


Lalu, aku pun melihat Yae sedang berhadapan dengan beberapa bandit didepan nya yang sudah ragu untuk melawan Yae.


"Tunjukkan kepada ku. Dimana para gadis Yamato?!"


"Tidak tahu wanita rendahan!" seru kesal salah satu bandit yang sontak melesatkan serangan kepada Yae.


Dan, lagi-lagi Yae dengan mudah mengalahkan nya.


"Seperti nya dia tidak perlu bantuan."


Mengetahui itu, aku sontak mengambil Smartphone dan melanjutkan pencarian didalam gedung.


Lalu, aku pun berjalan kearah ruang yang berbeda dan ditengah lorong terlihat ada bandit yang menyadari kehadiranku.


"Siapa kamu?!"


Aku pun menjawab dengan senyuman kecil, "Bukan siapa-siapa," ucap ku seraya mengaktifkan aplikasi hipnotis.


Dan, sesaat kemudian pandangan bandit menjadi kosong dan melihat itu, aku pun memberikan perintah kepada nya.


"Anak manis, tunjukkan kepada ku dimana para gadis yang kalian culik!"


"Baik."


Setelah itu, bandit itu pun berbalik badan dan berlari kearah lokasi yang ku perintahkan sampai ke sebuah ruangan bawah tanah yang dimana ada bandit penjaga yang sedang menjaga pintu.


Melihat bandit terhipnotis, dia sontak berdiri.


"Sedang apa kamu disini?"


Melihat itu, aku sontak memberikan perintah.


"Bunuh!"


Sesaat kemudian, bandit terhipnotis mengambil pisau dan membunuh penjaga didepan nya. Setelah itu, dia mengambil kunci dan membuka pintu didepan nya.


Setelah terbuka, bandit terhipnotis melihat ku.


"Tuan, silahkan masuk!"


Mendengar itu, aku pun masuk kedalam ruangan yang dimana aku sontak disungguhi oleh ruangan jeruji besi yang berisikan banyak gadis remaja dan beberapa dari nya, ada yang mengenakan kimono.


"Mungkinkah mereka gadis Yamato?"


Aku yang penasaran sontak memerintahkan bandit hipnotis untuk membuka jeruji besi dan aku pun menghampiri mereka.


Kehadiran ku itu membuat mereka takut dan itu hal yang wajar. Lalu, aku pun memberikan pengertian kepada mereka.


"Tenang saja. Aku bukan orang jahat dan apakah kalian dari Kekaisaran Yamato?"


Gadis itu pun saling bertukar pandang bingung lalu, kembali melihat ku dan menganggukkan kepalanya.


Aku pun tersenyum kecil, "Ah, syukurlah. Aku teman dari Musashi Yae dan kesini untuk menyelamatkan kalian."


Mendengar itu, gadis Yamato saling bertukar senyum senang.


Setelah itu, aku membebaskan semua gadis yang ada di ruangan itu dan memerintahkan bandit terhipnotis untuk bunuh diri.


tidak lama, Yae datang ke ruangannya dan gadis Yamato sontak memeluk Yae.


"Tuan Putri, terimakasih," ucap senang gadis Yamato didalam pelukan Yae.


"Syukurlah, kalian baik-baik saja."


Sesaat kemudian, Yae melihat ku dan melepaskan pelukannya. Lalu, menghampiri ku.


"Tuan Rudi, terimakasih. Kamu sudah sangat membantu ku," ucap Yae disertai senyuman dan memberikan tangan nya.


"Iya, senang bisa membantu," jawab ku seraya menerima tangan Yae.


Sesudah itu, Yae bersama beberapa gadis Yamato pergi meninggalkan kota dan beberapa gadis yang lain juga kembali ke keluarga nya yang mana aku memberikan bekal 5 koin emas kepada 20 gadis lainnya sebagai bekal perjalanan mereka.


Akan tetapi, ada 5 gadis budak yang tidak tahu jalan arah tujuan mereka. Maka dari itu, aku meminta Jill untuk membuat sertifikat perbudakan atas nama ku dan mereka pun cukup senang menjadi budak ku dengan total biaya 3 koin emas.


Dengan ini, misi menyelamatkan gadis Yamato telah selesai.