Become Rich In Another World

Become Rich In Another World
Chapter 17 | Hari yang damai



...Chapter 17. Hari yang damai...


Setelah merasa ketulusan rasa terima kasih Fina, aku pun memutuskan untuk lebih membantu nya dengan pergi ke Pak Rui dan mengajukan diri untuk membeli kedai nya.


Mendengar itu, Pak Rui pun bersedia membantu ku dan kami datang ke kedai, Setibanya disana. Fina sedang sibuk bersih-bersih.


"Selamat siang, Fina!" sapa Rui.


Mendengar itu, Fina sontak menghentikan aktifitas nya dan menoleh kearah Rui. Sebelum Rui berbicara, Fina dengan tatapan kesal sontak menolak Rui.


"Maaf, pak Rui. Jika, pak Rui ingin menawarkan ku untuk menjual kedai ini maka saya jawab tidak?!"


Rui pun tertawa kecil dan aku yang ada di balik luar pintu juga tersenyum karena kami sudah menduga nya.


"Bukan seperti itu, hanya saja. Ada seseorang yang ingin meminta mu untuk bergabung di perusahaan nya sehingga dia bisa memberikan modal untuk memperbaiki dan mengembangkan kedai ini juga kepemilikan kedai ini masih Fina yang mengelola nya. Bagaimana kamu tertarik?"


"Eh? Perusahaan apa yang ingin rugi seperti itu?" heran Fina.


"Temui dan bicara lah sendiri!" seru pak Rui.


Mendengar itu, aku pun masuk dan memotong pembicaraan dengan itu aku bisa membuat momen yang keren.


"Perusahaan Saputra milik ku!" jawab ku dengan senyuman bangga.


Fina pun terkejut dengan ucapan ku dan pada akhirnya, dia pun bersedia bekerja dibawah perusahaan ku dengan biaya modal 1,5 juta Mozza sebagai biaya perbaikan dan modal usaha.


Lalu, sebagai rasa terima kasihnya kepada ku. Fina bersedia melayani ku dalam hal apapun termasuk pelayanan tubuh kapan pun namun, aku menolaknya lantaran berhubungan sek itu sangat melelahkan. Aku heran pada anime yang pernah ku tonton, dia sangat suka sek bahkan lebih dari satu wanita dalam satu malam padahal pada kenyataannya hal itu sangat melelahkan dan membuangnya waktu untuk bekerja dihari esoknya.


Meski begitu, aku tetap juga menikmati tubuh Fina untuk memuaskan hasrat kami berdua pada malam itu yang membuat keesokan harinya, aku tidak bisa melakukan aktifitas apapun sampai malam dan lebih memilih untuk tidur.


Keesokan hari nya, rumor tentang pemberontakan di perusahaan Tate kerap ramai dibicarakan namun, pembicaraan mereka bukan lah sedih atau kecewa melainkan sebuah kebahagiaan dari banyak pedagang di Kota Aeri.


Perusahaan Tate merupakan perusahaan hitam yang suka meminjam dengan bunga yang tinggi bahkan menghancurkan usaha mereka. Para kerajaan ataupun bangsawan tidak pernah peduli akan hal itu dan membiarkan mereka.


Terlebih lagi, pemimpin mereka sering kali menyuap bangsawan dan pejabat setempat. Namun, saat perusahaan Tate hancur. Bangsawan dan pejabat tidak mengambil tindakan apapun.


Dunia mana pun semua pejabat dan bangsawan selalu sama.


Lepas dari itu semua, kota Aeri kembali damai dan kami memutuskan untuk merayakan nya di panti asuhan.


Disisi lain, aku mendapatkan kabar dari Dariel bahwa Novia dan Clara pergi ke kota Alberto untuk membantu penginapan kakak nya Clara yang sudah menikah dan bertempat tinggal di kota Alberto.


Sebenarnya mereka ingin pamit kepada ku namun, aku tidak ada rumah dan aku pun sedikit menyesal tidak bisa mengantarkan mereka.


Maka dari itu, aku menyibukkan diri di panti asuhan. Disini, Aku bersyukur melihat anak-anak panti asuhan yang sudah lebih berisi dan bersih yang mana mereka memakan beberapa makanan kaleng seperti sarden dan sebagainya yang mana aku meminta Lizu dan remaja lainnya untuk memasak nya dengan beberapa bumbu pasar karena aku sama sekali tidak bisa masak dan para penghuni panti sangat menyukai nya.


Maka dari itulah, aku memberikan saran kepada Fina untuk menambah menu makanan kaleng di restoran nya. Hal hasil beberapa pelanggan mulai datang untuk makan sarden, kornet dan sebagainya hingga membuat Fina sedikit kerepotan maka dari itu, aku meminta gadis remaja di panti asuhan untuk membantunya.


Aku pun juga bersyukur akan hal itu.


Setelah itu, aku kembali ke panti asuhan yang mana datang anak perempuan menghampiri ku dan meminta sesuatu.


"Tuan Rudi, aku ingin makan masakan Tuan!" pinta anak perempuan seraya memegang celana ku.


Lalu, Lizu yang ada dibelakang nya sontak menegurnya. "Ayo jangan manja! Dan, merepotkan Tuan Rudi!" Lalu, Lizu melihat ku. "Tuan Rudi, kami minta maaf!" pinta Lizu seraya menundukkan kepalanya.


Aku pun tersenyum dan memegang kepala anak perempuan itu dan jongkok untuk menyamakan ketinggian.


"Tapi, kakak hanya bisa satu masakan. Apakah tidak apa-apa?"


Syukurlah, dia mengerti karena aku hanya bisa memasak mie instan. Aku harap dia menyukai nya.


"Baiklah, kakak akan buatkan!"


Setelah itu, aku pun pergi ke dapur yang mana mengambil kompor baterai halogen dan panci. Setelah itu, aku membuka smartphone dan membeli beberapa bahan seperti mie instan, sayur-sayuran, telur, bawang, sosis siap makan dan ayam goreng.


Setelah itu, aku pun merebus mie instan dan menunggu sampai lembut. Lalu, aku tiriskan dan ganti dengan air mendidih yang baru.


Lalu, aku memasukan sayuran, telur, bawang dan bahan lainnya sampai matang. Setelah itu, aku sajikan.


"Silahkan, tuan putri!" ucap ku kepada anak perempuan yang meminta masakan ku.


"Saya makan!" seru anak perempuan yang mana dia sontak menyantap nya. "Wuahh... Sup ini sangat lezat!"


Memahami itu, anak-anak lain yang sontak menghampiri anak perempuan itu dan meminta ku untuk membuat kan nya juga dan akhirnya, aku pun berkali-kali membuat mie instan kuah dan itu cukup melelahkan tapi beruntung, Lizu dan remaja lain nya memahami cara memasak mie instan sehingga mereka membantu ku memasak.


Aku merasa memasak mie saja tidak begitu menyehatkan maka dari itu, aku membuka aplikasi browser dan mencari makanan yang mudah dimasak. Lalu, didapatilah masakan barbeque.


Maka, aku pun memutuskan untuk membuat makanan daging barbeque yang berlokasi kan di halaman depan.


Hal pertama yang ku siapkan ialah alat panggang dan arang. Setelah itu, aku membeli beberapa Daging sapi, ayam dan ikan serta bumbu jadi barbeque. Lalu, aku membakar nya.


Dalam proses itu, anak-anak panti sontak menghampiri ku dan ingin cepat memakan daging yang ku bakar. Namun, aku menghentikan nya sampai daging benar-benar matang.


Setelah benar-benar matang, aku pun menyajikan daging-daging tersebut.


Para anak-anak panti sangat menyukai nya hingga saling berebutan namun, Lizu masih bisa melerainya.


Melihat momen itu, aku pun tersenyum kecil dan tidak lama kemudian, Dewi Jahat pun menelepon dan ingin meminta barbeque yang ku masak sendiri. Maka dari itu, aku kembali ke rumah dengan mengunakan aplikasi Go dan membuat persembahan untuk Dewi Jahat.


Tidak hanya itu saja, Dewi alam dan Dewa Kehidupan ingin mencoba sup mie instan maka dari itu juga aku memasak dan memberikan kepada Dewi alam dan Dewa Kehidupan.


Aku pun melakukan semua itu dengan tulus hati sebagai rasa syukur ku merasakan kedamaian di dunia Phantasia ini.


...****...


...Estimasi bab ini:...


Membeli dan membiayai modal kedai Fina, -1,5 juta Mozza.


Beberapa Makanan kaleng, - 500 Ribu rupiah.


Kompor baterai halogen, -1,5 Juta rupiah.


Panci, -50 ribu rupiah.


Bahan Mie, -300 ribu rupiah.


Panggangan Barbeque, -300 ribu rupiah.


Daging dan bumbu Barbeque, -500 ribu rupiah.


Persediaan makanan kaleng di Kedai Fina, -2 juta rupiah.


Total 5,150 juta rupiah.