Become Rich In Another World

Become Rich In Another World
Chapter 43 | Bumi dan Kembali Ke Masa Lalu



...Chapter 43. Bumi dan Kembali Ke Masa Lalu....


Siapa sangka bahwa saat ini aku benar-benar kembali ke bumi?


Meski begitu, aku sama sekali tidak tahu untuk apa aku kembali ke bumi. Kedua orang tua dan adik ku telah meninggalkan terlebih dahulu karena kecelakaan mobil dan aku hidup seorang diri sejak umur 8 tahun yang mana aku dibesarkan di panti asuhan dan seluruh harga warisan diambil oleh paman dan bibi ku.


Meski begitu, aku tidak begitu mempermasalahkan karena semua itu sudah ku anggap sebagai masa lalu.


Karena tidak memiliki tujuan di bumi, aku pun memutuskan untuk berziarah ke makam keluarga ku.


Saat melangkah beberapa orang memperhatikan ku lantaran pakaian aneh yang ku kenakan maka dari itu, aku memutuskan untuk membeli pakaian modern dari Aplikasi Online Store.


Dan, setibanya di pemakaman umum. Aku memanjatkan doa didepan nisan kedua orang ku.


Seusai doa, di pemakaman itu juga aku melihat banyak nya karangan bunga di sebuah nisan yang besar. Aku yang penasaran sontak pergi ke nisan besar itu.


Dan setibanya disana, aku melihat nisan itu berisikan murid-murid dari kelas sekolah ku termasuk nama ku, Juan, Dina dan semua nya.


Melihat itu, aku pun mengambil kesimpulan pihak tim pencari sudah menyerah dan menyatakan kami semua telah meninggal dunia.


Aku yang ingin mendalami informasi memutuskan untuk pergi ke sekolah namun, jika aku berpenampilan sebagai Rudi. Maka aku akan dicurigai.


Lalu, aku pun mengunakan aplikasi Makeover dan merubah diri menjadi sosok pria Dewasa yang kulihat di taman monumen dan aku pun pergi ke sekolah.


Setibanya disana, aku melihat sekolah masih ditutupi dengan tanda polis line mengikat gerbang masuk.


Lalu, aku menoleh keatas yang mana ada sebuah ruangan yang terbakar bahkan hancur hingga ruang dalam terlihat dari luar.


Melihat itu, aku melihat sekitar dan saat tidak ada orang, aku mengunakan sihirku.


"Apparate."


Sesaat kemudian, aku tiba di ruang kelas yang terbakar itu. Bau api dan hangus pun masih terhirup.


Memahami situasi itu, aku pun mengambil kesimpulan bahwa cahaya transmigrasi memiliki efek ledakan di sekitar nya.


Lalu, ada suara yang menegurku. "Pak, Siapa anda?"


Mendengar itu, aku sontak menoleh kebelakang yang mana disana ada Walikelas ku, Bu Rita.


"Maaf, Bu. Saya hanya ingin memeriksa tempat ini saja. Saya saudara dari Rudi Saputra.


"Oh, begitu. Kalau begitu, kebetulan. Orang tua dari seluruh murid sedang berkumpul untuk mengenang para murid yang mengalami kecelakaan di tempat ini."


"Baik, Bu. Dimana lokasi?"


"Jika, bapak mau kesana. Saya antarkan!"


"Terimakasih, Bu."


Setelah itu, Aku dan Bu Rita pergi ke acara tersebut.


Dalam perjalanan nya Bu Rita mengatakan bahwa para murid dikelas nya tiba-tiba terserang oleh bom besar hingga membuat seluruh murid meninggal dunia dan pelaku di duga salah satu murid yang membawa Bom bunuh diri.


Mendengar itu, aku hanya bisa tersenyum kecil dan memasang wajah simpatik.


"Sungguh kejadian yang memilukan."


"Benar sekali," jawab Bu Rita.


Lalu, kami pun tiba di acara yang mana acara itu cukup memilukan dengan tangisan dari para orangtua murid dan sanak saudara nya. Tidak hanya itu, para Staf guru pun meminta maaf akan kejadian itu dan sebagai rasa tanggung jawab, kepala sekolah menyerahkan diri ke kantor polisi dan mencopot jabatan nya.


Melihat itu, aku pun tersadar bahwa pergi ke dunia lain bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Jika kita lihat sisi kedua orang mereka, pasti akan menimbulkan rasa sedih yang luar biasa.


Meski begitu, tidak denganku yang mana tidak ada perwakilan orang tua bahkan kepala panti.


Inilah aku meski hidup di panti asuhan tetap saja kepala panti dan karyawan nya tidak ada menyayangi ku.


Setelah itu, aku meninggalkan ruangan yang mana tidak lama kemudian sebuah panggilan datang dari smartphone ku dan itu berasal dari Dewa Kehidupan.


"Halo."


"Maaf, Nak Rudi. Aku baru saja selesai memperbaiki Aplikasi Go dan terimakasih kamu telah membantu ku dengan menyerap Philosopher Stone."


"Iya, tidak apa-apa. Terimakasih, Dewa."


"Apakah kamu senang kembali ke Bumi?"


"Bisa dibilang senang, aku senang namun ... aku kasihan kepada mereka yang ditinggalkan."


"Jadi, apakah kamu memiliki rencana?"


"Kalau bisa, aku ingin mengembalikan waktu dan biarkan aku yang terpanggil seorang diri terutama Dina dan Juan. Aku tidak ingin mereka terlibat dalam masalah yang mengancam nyawa mereka."


"Sebenarnya, aku bisa mengabulkan nya akan tetapi kamu akan mendapatkan bayaran dari sang pencipta."


"Bayaran apa?"


"Transmigrasi mu akan diganti menjadi Reincarnation dan kamu selama nya tidak akan bisa kembali ke bumi."


Meski bayaran cukup tinggi. Namun, hal itu tidak menjadi masalah jika aku bisa mengulang waktu dan mengembalikan teman-teman ku ke Bumi.


Maka aku pun menjawab nya dengan tegas.


"Iya, Dewa. Aku menyetujui nya."


"Baiklah, jika begitu dan mungkin ini terlambat namun, selamat menempuh hidup baru!"


"Iya, terimakasih. Dewa."


Setelah itu panggilan pun terputus dan lingkaran cahaya muncul dibawah kaki ku dan menutupi pandangan ku yang mana sesaat membuka mata aku kembali ke kelas bersama dengan murid-murid yang lain.


Melihat itu, semua aku tersenyum kecil lantaran aku telah berhasil kembali ke masa lalu.


Tidak lama kemudian, suara bel pulang pun berbunyi.


Ding! Dong! Ding! Dong!


Mendengar suara bel itu, semua murid di kelas merapihkan barang-barang nya.


Setelah itu, Bu Rita pun berjalan keluar dari kelas dan sesaat Bu Rita menutup pintu sebuah cahaya terang menyelimuti seluruh tubuh hingga membuat pandangan ku tertutup sepenuhnya.


Aku harap semua teman-teman bisa hidup bahagia bersama keluarga nya.


...***...


Tak lama kemudian, cahaya terang itu menjadi gelap dan aku pun mendengar suara gemuruh.


Hal itu pun membuat ku membuka mata dan terlihatlah ruangan besar yang tidak lain itu ruangan ritual dari Kerajaan Alexandria.


Namun, tidak seperti sebelumnya. Aku datang seorang diri tidak bersama dengan teman-teman sekelas ku lagi dan hal itu membuat ku tersenyum kecil.


"Terimakasih, Dewa," batin ku.


Sesaat kemudian, pria paruh baya yang mengenakan jubah hitam angkat bicara.


"Selamat datang, wahai pahlawan. Terima kasih sudah memenuhi panggilan kami ke dunia ini."


Lalu, aku pun berpura-pura tidak tahu apa-apa.


"Apa maksudnya ini?"


Sesaat kemudian, wanita cantik berambut pirang panjang dengan mahkota kecil yang tidak lain, dia Ratu Rachel.


"Petapa, biarkan aku yang menjelaskan kepada dia."


"Baik, Yang mulia Ratu."


Melihat Ratu Rachel, aku pun terkesima. Sejak pemanggilan itu, aku tidak pernah bertemu dengan nya kembali dan dia memang sangat cantik.


Lalu, Ratu Rachel menyambung ucapan pria paruh baya.


"Salam kenal, aku Rachel Von Alexandria. Ratu dari kerajaan Alexandria ini. Mungkin kamu bingung. Namun, tidak perlu khawatir karena saat ini kalian berada di sebuah dunia yang bernama Phantasia. Sebuah dunia pedang dan sihir yang memiliki berbagai ras didalam nya seperti manusia, Iblis, left, Beast, Dwarft dan sebagainya termasuk monster."


"Dunia pedang dan sihir?"


"Benar, Mungkin kamu bingung, kenapa kamu berada disini? Itu karena aku telah memanggil mu dan ingin meminta bantuan kepadamu untuk mengalahkan Raja Iblis."


Aku pun memberikan senyuman kecil dan bertanya kepada sang Ratu. "Lalu, bagaimana cara nya agar aku bisa mengalahkan Raja Iblis?"


"Tidak perlu khawatir. Kamu yang telah terpanggil ke dunia ini akan mendapatkan karunia Skill Job dan beberapa kemampuan nya. Kalian bisa membuka layar status dan melihat kemampuan kalian dengan merapalkan, buka Status."


Mendengar ucapan sang Ratu, aku pun sontak mengikuti arahan nya.


"Buka Status."


Sesaat kemudian, sebuah layar udara muncul dihadapan nya yang diawali dengan suara pemberitahuan.


Ding!


[Status:


Nama: Rudi Saputra.


Ras: Manusia.


Usia: 15 tahun.


Level: 1 (0/2)


Job: Universal Merchant.


Strength: 1 / Agility: 1


Vitallity: 1 / Magic: 1.


Unique Skill: Universal Shop.


Other Skill: Human Language / Item Box / Status. ]


Melihat status itu, aku pun terkejut lantaran perubahan Status ku.


Tidak lama kemudian, pria paruh baya mengambil cermin dan memeriksa status ku.


"Rudi Saputra ... Skill Job, Universal Merchant."


Mendengar itu, Ratu Rachel sontak terkejut. "Apa? Merchant? Maksudnya pedagang?"


"Iya, Benar sekali. Ratu."


Sang Ratu pun sontak kesal, "Cihh ... sungguh tidak berguna. Kita telah menyia-nyiakan batu pemanggilan."


Lalu, pria paruh baya menenangkan sang Ratu. "Ratu, tenang lah! Dia tetap tamu dan Pahlawan yang terpanggil. Kenapa kita tidak uji saja kemampuan nya?!"


Mendengar saran itu, Sang Ratu pun menyetujui nya. "Jika begitu, Pedagang dunia lain. Tunjukkan lah kemampuan mu!"


Aku pun tersenyum kecil dan menyetujui nya. "Baik, Ratu. Saya akan tunjukkan."


...***...


...Extra Chapter:...


Di Bumi, sesaat cahaya terang menyinari tubuh Rudi. Semua murid pun menjadi panik dan menjauh darinya sampai cahaya itu menghilang dan tiba-tiba Rudi pun jatuh tidak sadarkan diri.


Nabila yang berada didekat Rudi sontak menghampiri nya.


"Rudi!"


Juan yang juga tidak jauh sontak membantu Nabila. "Rudi!"


Namun saat mereka memeriksa nya, Rudi sudah tidak bernafas.


"Dia tidak bernafas," ucap Juan yang membuat panik seluruh murid.


Dina yang mendengar itu, dia sontak bangkit berdiri dari kursi nya. "Tidak mungkin." Dina pun menitihkan air mata nya. "Aku baru saja mendengar bahwa kamu menyukai. Tapi, kenapa? Sebelum pendekatan, kamu sudah pergi. Dasar pecundang!" seru kesal batin Dina.