Become Rich In Another World

Become Rich In Another World
Chapter 30 | Duke Allison dan Penyembuhan



...Chapter 30. Duke Allison dan Penyembuhan....


Saat ini di Bar, kami sedang kedatangan tamu bangsawan dengan logo kerajaan dari kerajaan Alexandria.


Beberapa saat kemudian, keluar dari kereta mewah itu sosok pria gagah dengan rambut pirang disertai pakaian yang mewah dengan ciri khas pakaian peradaban abad pertengahan.


Diikuti oleh gadis cantik dibelakang nya yang terlihat dia seumuran lebih muda dari ku.


Orang-orang yang ada di sekitar memberikan penghormatan kepada mereka.


Aku pikir dia sosok bangsawan yang baik dan ramah.


Tidak lama kemudian, Adelia datang bersama sosok pria paruh baya yang mengenakan pakaian pelayan.


Lalu, aku yang didepan toko sontak dihampiri oleh pria bangsawan dan Adelia yang ada disampingnya memperkenalkan ku.


"Duke Allison, dia Rudi. Pedagang tingkat Mystril dan pemilik dari Bar ini."


Mendengar itu, aku pun tersenyum dan menundukkan kepala seraya memperkenalkan diri.


"Duke Allison, selamat datang di Saputra Bar. Namaku Rudi, pemilik dari toko ini. Mari silahkan masuk!"


"Hmm ... Senang bisa bertemu dengan anda, Tuan Rudi. Aku mendengar dari Adelia bahwa kamu menjual Wine yang berbeda dari bar-bar sebelum nya dan gelas kaca yang unik," ucap Duke Allison.


"Iya, Mari biar aku tunjukkan!"


Setelah itu, aku pun mengajak nya kedalam toko yang mana kami sontak disambut oleh Y'shtola, Mio dan Fay.


"Selamat datang pelanggan! Mari silahkan masuk!" ucap serentak Y'shtola, Mio dan Fay.


Duke Allison yang melihat mereka, dia pun tersenyum dan melanjutkan langkah ke kursi dengan meja marmer juga setibanya didalam, Duke Allison melihat sekitar nya yang mana membuat nya terkagum-kagum.


"Bar yang bagus," ucap Duke Allison


"Terimakasih Tuan Duke."


Sesaat kemudian, Y'shtola mengambil gelas khusus Wine dan menyajikan wine dengan kelas tinggi.


"Tuan, Silahkan!" ucap Y'shtola seusai menuangkan anggur.


Melihat itu, lagi-lagi membuat Duke Allison terkagum dan dia pun mengambil gelas itu lalu, memeriksa nya.


"Sungguh gelas yang cantik. Walaupun, aku memiliki gelas kaca tapi tidak seperti ini dan gelas ini sangat bersih dan transparan. Aku sungguh menyukai nya bahkan dengan mengunakan gelas ini aku dapat melihat warna Wine yang begitu elegan," kagum Duke Allison.


Lalu, Duke Allison mencicipi Wine didalam nya dan membuat kedua mata nya terbuka lebar.


"Wuah ... Wine juga sangat enak dan kuat. Sungguh luar biasa!"


"Terimakasih."


"Bisakah aku membeli gelas ini dan Wine ini?"


"Tentu saja. Aku memang menjualnya juga jika ada yang tertarik dan saat ini, aku hanya memiliki 15 gelas saja. Apakah tidak masalah?"


"Tidak masalah. Aku beli semua nya."


"Terimakasih."


Ditengah kami berbincang, gadis yang ikut dengan Duke Allison memberikan komentar minuman yang dia minum nya.


"Enak! Jus ini sangat enak. Rudi, Jus apa ini?"


"Oh, itu cranberry jus. Apakah nona menyukainya?"


Gadis itu pun tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya. Lalu, terdiam dengan mata yang berkaca-kaca.


"Sue, jangan bersikap tidak sopan seperti itu! Dan, dia Sue putri ku satu-satunya."


"Iya, ayah. Tapi ... Andai saja ibu bisa kesini melihat bar yang segitu bagus dengan minuman yang lezat mungkin akan lebih menyenangkan."


"Maaf, jika boleh tahu. Kenapa ibu nya Sue tidak datang ke sini juga?"


"Maaf, Rudi. Istri ku tidak bisa datang karena kondisi fisiknya yang tidak bisa melihat."


"Apakah maksud nya dia Buta?"


"Iya, itu karena penyakit lima tahun yang lalu ... Dia lolos dari kematian namun, kehilangan penglihatan nya," ucap pelan Duke Allison yang menurunkan pandangan nya dengan pahit.


Lalu, Sue meletakkan tangan nya di atas tangan Duke Allison yang ada diatas meja.


Melihat itu, Aku pun merasa iba dan melihat kearah Y'shtola yang sedang berdiri di samping ku.


Lalu, Y'shtola tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Kami sudah memanggil semua pengguna sihir penyembuhan di seluruh negeri tapi ... hal itu tidak membuahkan hasil lantaran sihir hanya menyembuhkan luka tapi tidak efektif pada efek samping penyakit," jawab pelan Duke Allison.


"Andai saja nenek masih hidup..." gumam Sue dengan tatapan sedih.


"Ibu dari istri ku dan Nenek Sue adalah pengguna sihir khusus yang mampu menghilangkan status negatif apapun."


"Aku yakin mata ibu bisa disembuhkan oleh sihir Nenek. Biarpun bukan sihir nenek tapi, aku harap ada seseorang yang bisa mengunakan sihir nenek itu," ucap Sue seraya mengepalkan tangan nya.


Mendengar itu, Duke Allison juga menghela nafas panjang. "Hal seperti itu memiliki kemungkinan yang sangat rendah. Karena sihir unit hampir tidak ada yang sama. Tapi, di suatu tempat. Kita pasti akan menemukan nya."


Duke Allison dan Sue pun saling bertukar senyum.


Mendengar itu, aku hanya berharap bisa membantunya dan Y'shtola pun menyarankan sesuatu.


"Master, bukan kah anda memiliki sihir p


meniadakan sihir. Mungkin saja itu bisa menyembuhkan Nyonya Allison."


Mendengar itu, Duke Allison dan Sue sontak melihat ku.


"Apakah benar Tuan Rudi memiliki sihir seperti itu?" tanya semangat Duke Allison.


"Iya. Tapi, aku tidak bisa berjanji. Apakah bisa menyelamatkan istri anda atau tidak?"


"Setidaknya, aku ingin mencoba nya dan ku mohon sembuhkan istri ku!" ucap Tuan Allison seraya menundukkan kepalanya.


Melihat itu, aku sontak panik. "Tu-Tuan tidak perlu bersikap seperti itu. Bukankah sudah sewajarnya kita harus tolong menolong."


Lalu, Sue juga meraih tangan ku. "Rudi, aku mohon!" pinta Sue.


"Iya, aku akan berusaha sebaik mungkin."


Setelah itu, aku pun diajak ke rumah Duke Allison yang berada di Ibukota Alexandria. Sebenarnya, aku sedikit berat untuk kesana namun, ini semua demi menolong istri dari Duke Allison.


Setibanya di rumah mewah Duke Allison, aku pun sontak diajak ke kamar dari Istri Duke Allison yang mana setibanya didalam, aku melihat ada wanita dewasa cantik yang sedang duduk di atas kasur dengan mata tertutup dan kecantikan nya sama seperti Sue. Meski begitu, wanita itu menyadari kehadiranku.


"Oh, ada tamu."


"Iya, sayang. Kita kedatangan tamu," jawab Allison.


Memahami situasi itu, aku pun memperkenalkan diri.


"Nyonya. Salam kenal! Aku Rudi. Bagaimana kabar anda hari ini?"


"Iya, aku baik-baik saja dan Terimakasih sudah berkunjung. Aku Ellen, Istri dari Duke Allison dan ibu dari Sue. Maaf, jika kondisi ku saat ini kurang menyenangkan."


"Bicara itu, Rudi ini ingin mencoba sihir nya untuk menyembuhkan mata mu," ucap Duke Allison.


"Oh, begitu kah. Maaf, sudah merepotkan."


"Tidak direpotkan dan aku akan berusaha sebaik mungkin.


"Kalau begitu, mohon bantuannya!" ucap Nyonya Ellen seraya menundukkan kepalanya.


Lalu, aku mengangkat tangan di depan mata Nyonya Ellen dan memberikan perintah kepada Neo.


"Neo, Aktifkan Cancel. Target Nyonya Ellen."


Sesaat aku merapalkan itu, terbentuk lah perisai hitam dan terpecah oleh aplikasi Cancel ku.


Melihat efek itu, aku harap aplikasi Cancel mampu menyembuhkan nya. Seusai cahaya menghilang, aku pun melepaskan tangan.


"Nyonya Ellen, coba buka mata anda!"


Sesaat kemudian, Nyonya Ellen berlahan membuka mata nya dan dia pun melihat sekeliling seraya mengedipkan mata. Lalu, Nyonya Ellen mengarahkan pandangan kearah Allison dan Sue.


"Aku bisa melihat ... Aku bisa melihat, Suamiku aku bisa melihat!"


Menyadari keajaiban yang datang kepada nya membuat air mata Ellen terjatuh.


Mendengar itu, Allison dan Sue sontak tersenyum lebar dan menitihkan air mata.


"Istri ... Ku ...


"Ibu."


Lalu, Allison dan Sue memeluk Nyonya Ellen dengan penuh rasa haru.


Melihat itu, aku pun terharu dan bersyukur lantaran kemampuan ku ini mampu menolong Nyonya Ellen yang mana Duke Allison dan Sue sempat menyerah dan putus asa untuk menyembuhkan Nyonya Ellen selama 5 tahun ini.