Become Rich In Another World

Become Rich In Another World
Chapter 16 | Menolong Fina



...Chapter 16. Menolong Fina...


Disaat aku sedang berjalan ke Guild Pedagang, tanpa sengaja aku bertemu dengan mendengar suara yang tidak asing di tepi gang kecil.


"Ku mohon lepaskan aku!"


Mendengar itu, aku pun menghampiri sumber suara yang mana ku melihat sosok gadis beastman yang kutemui sebelumnya bersama tiga pria berpakaian lusuh.


Dia tidak lain gadis Beastman bernama Fina yang mana Fina sudah terlihat jauh lebih cantik dengan hiasan kecil dan pakaian yang baru.


Melihat nya, aku pun tersenyum kecil lantaran dia menuruti perintah ku untuk merawat diri nya.


Lalu, Fina pun tangan nya dipegang dan dijambak oleh pria lusuh seraya memaki nya.


"Diam! Gadis rendahan!"


"Hiyaa ... Siapapun tolong!" teriak Fina yang kesakitan.


Melihat itu, aku pun tidak tahan melihat nya dan memaksakan diri untuk membantu.


"Hei, kalian! Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa membuat keributan disini?"


Saat aku berkata seperti itu, ketiga pria lusuh dan Fina sontak melihat ku.


"Hah?! Siapa kamu?" tanya pria lusuh.


"Ini bukan urusan mu, Pergi!" seru pria lusuh yang lain.


Fina yang melihat ku, dia sontak melihat ku dengan menitihkan air mata nya. "Tuan Rudi ..."


Pria yang menjambak Fina pun sontak melihat ku dengan tatapan tajam."Hah? Jadi, kalian saling kenal?"


"Tentu, dia karyawati baru ku. Jadi, sebenarnya apa yang terjadi? Dan, bisakah kita bisa baik-baik dan lepaskan tangan mu dari rambut nya?"


"Hah?! Siapa kamu? Berani nya memerintahkan kami!" seru kesal pria lusuh.


Aku pun tersenyum seraya bergumam sendiri. "Seperti nya memang tidak bisa... Neo, aktifkan Aplikasi Hipnotic kepada salah satu pria lusuh!"


Sesaat kemudian, pria lusuh yang memegang Fina menjadi terdiam dengan mata yang kosong.


"Hei, kamu lepaskan tangan mu dari Fina!"


Tanpa ada ekspresi, pria lusuh itu melepaskan tangan nya dari rambut dan tangan Fina.


Melihat reaksi itu, aku tersenyum sendiri lantaran pembaruan dari aplikasi Hipnotis sangatlah luar biasa yang mana aku bisa memberikan sugesti atau perintah tanpa harus mengetikan kolom perintah. Terimakasih Dewi Jahat.


Kedua pria lusuh sontak bingung dengan keadaan teman nya. "Oi, kenapa dengan mu?!"


Dengan ekspresi dingin, pria terhipnotis menjawab nya. "Tidak ada apa-apa."


Aku pun melihat kearah Fina dan memberikan nya anggukan kepala dan senyuman hingga membuat Fina juga tersenyum dan mengusap air mata nya.


"Sekarang, jelaskan kepada ku apa yang terjadi disini?"


Pria terhipnotis sontak menjawab nya, "Kami sebenarnya bukanlah bandit melainkan karyawan dari perusahaan Tate yang bertugas untuk menagih hutang."


Mendengar itu, aku pun menghela nafas panjang. "Lagi-lagi, perusahaan Tate."


Menyadari rekan nya dengan mudah menjawab, pria lusuh yang lain sontak kesal dan menghampiri ku. "Oi, bedebah. Apa yang kamu lakukan dengan rekan kami?"


Saat melihat pria datang, aku dengan perintahkan Neo untuk mengaktifkan Aplikasi Hipnotis. Hal hasil, pria lusuh yang lain terkena hipnotis juga. Lalu, aku merasa tanggung maka dari itu, pria lusuh yang ketiga juga aku hipnotis dan ketiga pria lusuh akhirnya berada didalam kondisi Trance.


Fina yang melihat itu, dia pun sempat bingung namun, dia tidak takut mungkin dia percaya kepada ku.


Lalu, aku kembali kearah pria lusuh.


"Jadi, berapa hutang yang gadis ini tanggung?"


"500 ribu Mozza."


"Ayah dari gadis @njing ini telah meninggal dunia maka dari itu, anak nya yang harus menanggung hutan nya."


Mendengar itu, aku pun memutuskan untuk membantu nya karena aku sangat tidak suka ada pria yang menganiaya seorang wanita.


"Baiklah, aku yang akan membayar nya."


Dengan tatapan cemas, Fina pun melihat ku dan bergumam. "Tuan..."


Mendengar itu, aku pun hanya memberikan senyuman kepada nya. Lalu, mengambil 5 koin emas putih kepada pria lusuh. "Ini berikan kepada Boss mu!"


"Baik."


Dalam kondisi Trance, pria itu menghampiri ku dan menerima uang pemberian ku. Lalu, aku pun terpikir sesuatu dan memberikan satu koin emas lagi kepada pria lusuh.


"Baik!" jawab serentak ketiga pria lusuh.


"Sekarang pergi!"


"Baik!" jawab serentak ketiga pria lusuh lagi.


Lalu, ketiga pria lusuh itu pun pergi meninggalkan kami.


Setelah itu, aku pun menghampiri Fina yang masih terduduk di tanah.


"Fina, kamu tidak apa-apa?"


Disaat aku bertanya seperti itu, Fina sontak memeluk ku dan menangis. Aku pun menerima nya dan menepuk-nepuk pelan punggungnya.


"Tenang saja. Semua nya sudah berlalu.."


"Huaa.."


Setelah tenang, aku pun mengantar pulang ke rumah dan kami pun tiba tanpa ada masalah apapun serta Fina terus diam meski sudah tiba di kedai rumah nya.


Aku pun juga mengerti dengan keadaan itu dan membiarkan.


"Kalau, begitu aku pulang dulu! Istirahatlah ya!" seru ku seraya memegang kepala nya dan tersenyum.


Fina yang melamun dia pun tersadar dan melihat ku.


Lalu, aku pun berbalik badan dan beranjak pergi akan tetapi, Fina meraih tangan ku hingga membuat langkah ku berhenti dan menoleh ke belakang. "Ada apa, Fina?"


Fina pun memalingkan wajahnya nya kesamping. "Tuan Rudi, aku pasti akan membayarnya meski belum bisa sekarang. Tapi ..." wajah Fina memerah. "...Sebagai rasa terima kasih. Izin saya melayani anda diatas ranjang malam ini!"


Mendengar itu, aku pun sedikit terkejut. "Eh? Apa maksudmu?"


Sebenarnya aku bukan tidak tahu sama sekali maksud dari perkataan nya namun, siapa sangka sebuah adegan anime yang pernah ku tonton kini terjadi kepada ku yakni berhubungan sek dengan ras lain.


Mendengar pertanyaan ku itu, Fina sontak melepaskan tangan ku dan membuka seluruh pakaiannya didepan ku sehingga tubuh yang putih bening, buah dada nya yang besar terlihat jelas. Seusai itu, Fina dengan wajah yang memerah dia sontak mencium bibir ku.


Sebuah ketulusan untuk berterimakasih tidak mungkin aku sia-siakan maka dari itu, aku sontak menerima ciuman itu hingga berujung diatas ranjang yang kumuh dan kotor meski begitu aku tidak peduli lantaran tertutupi oleh nikmat nya pelayan dari Fina.


...***...


...Extra Chapter:...


Di perusahaan Tate terlihat ketiga pria lusuh masuk kedalam kantor dagang nya dengan tatapan yang serius.


Setibanya didalam, ada banyak pria yang berpakaian lusuh salah satunya ada yang menyapa nya.


"Oi, kamu berhasil mendapatkan uang dari gadis @njing itu?" ucap pria lusuh yang lain dengan senyuman remeh.


Ketiga pria lusuh yang sudah terkena sugesti oleh Rudi, mereka tidak menanggapi nya dan terus melangkah sampai ke kantor ketua nya.


Duar!


Pintu dengan keras terbuka sampai pemimpin perusahaan terkejut begitu juga asisten dan pengawalnya.


"Yoi, kalian bisa lebih sopan?!" seru kesal pengawal.


Ketiga pria lusuh membungkukkan badannya, "Maaf. Kami hanya ingin bergegas melaksanakan tugas."


Lalu, bos mereka menengahinya. "Sudah-sudah, jadi bagaimana? Apakah kalian berhasil membawa gadis @Njing yang memiliki buah dada besar itu? Saya sudah tidak sabar ini menjamahnya. Hehehehe..."


Ketiga pria lusuh itu pun beranjak bangun dan dia melaporkan hasil pekerjaan.


"Maaf, Bos. Kami tidak membawa dia melainkan dia membayar hutang secara lunas!" lapor salah satu pria lusuh.


Mendengar itu, bos mereka terkejut. "Apa yang kamu katakan?! Membayar semua? Tidak mungkin!"


Lalu, pria lusuh yang lain mengeluarkan koin emas putih ke atas meja dan saat melihat jumlah koin emas putih itu, dia pun semakin kesal. "Bagaimana bisa? Gadis Sialan!" seru kesal Bos seraya mengeprak meja.


Sesaat kemudian, Bos menyadari ada nya keanehan yang mana jumlah hutang yang seharusnya hanya 5 koin Emas Putih tapi dihadapan nya ada 6 koin emas putih dan tidak mungkin, koin itu digunakan untuk tips.


Lalu, bos melihat kearah tiga pria lusuh. "Kenapa koin ini ada 6?"


Sambil menjawab itu, ketiga pria rusuh sontak mengambil aba-aba untuk mengambil senjata dan sang pengawal juga menatap curiga dengan mengerutkan keningnya.


"Koin itu untuk biaya ..." ketiga pria lusuh sontak melompat dengan mengayunkan pisaunya. "... membunuh anda!"


Karena serangan dadakan itu, bos itu pun tertusuk bertubi-tubi oleh tiga pria lusuh dengan ekspresi senang.


Sang pengawal juga tidak tinggal diam, dia pun sontak membunuh tiga pria lusuh namun yang berhasil terbunuh hanya satu. Lalu, kedua pria lusuh lainnya melakukan perlawanan dan membunuh sang pengawal hingga pengawal yang lain datang dan kerusuhan disertai pembantaian pun terjadi di perusahaan Tate.