Become Rich In Another World

Become Rich In Another World
Chapter 40.5 | Nabila Side: Dunia Phantasia.



...Chapter 40.5. Nabila Side: Dunia Phantasia....


Pagi hari di kota besar Prontera terdapat gedung gereja yang besar yang mana disanalah tempat tinggal dari Nabila dan saat ini, dia sedang berjalan seraya membawa beberapa kue dan teh.


Lalu, Nabila pun datang ketaman yang mana disana terlihat ada sosok wanita paruh baya dengan pakaian yang lebih mewah dari Nabila sedang memandangi keramaian perbukitan.


"Suster kepala, ini sarapan nya!" seru Nabila seraya menaruh sarapan di atas meja.


Suster kepala itu pun sontak melihat Nabila dan memberikan senyuman kepada nya.


"Terimakasih, Nabila. Kamu juga duduk! Mari kita sarapan bersama!"


"Baik, Suster kepala."


Lalu, Nabila pun duduk dihadapan suster kepala dan sarapan bersama disana.


Sesaat kemudian, suster kepala memulai pembicaraan.


"Nabila, Selamat! Kamu sudah menjadi pendeta tinggi."


"Iya, terimakasih. Suster kepala. Tanpa bantuan suster, aku tidak akan bisa menjadi seperti ini."


Nabila dan suster kepala pun saling bertukar senyum.


"Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan kepadamu, Nabila."


“Apa saja itu?”


“Benda pusaka Ragnarok telah dicuri!”


“Pusaka Ragnarok? Benda seperti apa itu?”


Suster kepala pun memulai ceritanya yang berawal dari jutaan tahun yang lalu di semesta ini hanya ada Tiga Dewi Ibu;


Dewi Skuld, Dewi yang mengendalikan Masa Depan;


Dewi Verdandy, Dewi yang mengendalikan masa sekarang;


Dan, Dewi Urd, Dewi yang mengendalikan Masa Lalu.


Ketiga Dewi ini tinggal di sebuah dunia yang sangatlah indah bernama Asgard. Disinilah, dia menciptakan karya terbaiknya yang disebut dengan Dewa-Dewi untuk membantunya menciptakan sesuatu yang lain yaitu 9 Dunia.


Sembilan dunia ini terdiri dari ..


Asgard, rumah para Dewa dan Dewi;


Niflheim, dunia kegelapan dan terdingin; Muspelheim, dunia yang penuh api dan lava; Midgard, dunia para manusia;


Jotunheim, dunia Raksasa dan para Iblis; Vanaheim, tempat para penyihir dan peramal; Alfheim, Dunia para peri dan elf;


Svartalfheim, dunia para dwaft dan kurcaci Dan Helheim, dunia tekhnologi yang dibuat oleh para ras yang terbuang.


Lalu yang menghubungkan itu semua adalah jembatan pelangi, Bifrost. Sehingga manusia dan ras lainnya dalam bertemu dan saling bertukar pengetahuan. Dunia menjadi damai karena keseimbangan itu dengan penataan dan aturan dari putra Ibu Dewi Urd, Odin.


Odin pun tumbuh semakin dewasa dan dia jatuh hati kepada Dewi kecantikan, Freya. Lalu, Freya pun juga sangat mencintai Odin yang membuat putra dari Ibu Dewi Verdandy, Chaosa.


Dia cemburu dengan hubungan tersebut maka dari itu, Chaosa bertekad untuk membunuh Odin dan meningkatkan kemampuannya dengan pergi ke Svartalfheim untuk menciptakan senjata terkuat di Sembilan dunia yaitu Ragnarok.


Keinginannya itu dipenuhi oleh para Dwarft lalu membuatkannya.


Sebuah bola kecil yang bisa meningkat sihir, fisik, dan kemampuan apapun pada pengunannya hingga tanpa batas. Setelah usai membuat senjata itu, Raja Dwarft memberikannya kepada Chaosa dan peperangan pun dimulai.


Chaosa yang memimpin pasukan monster, setan dan raksasa. Dia menyerang Asgard untuk meraih tahta Odin.


Odin pun melihat keserakahan dari saudaranya itu, dia terpaksa untuk melawan saudaranya sendiri dengan pasukan ahli sihir, Elf, peri, dan malaikat.


Peperangan tanpa henti selama 10.000 tahun terjadi hingga membuat Sembilan dunia jatuh kedalam penderitaan terutama Midgard yang kehilangan matahari serta air yang semakin menipis.


Dewi Freya yang tidak bisa melihat penderitaan itu membuat dirinya turun tangan dalam peperangan dan dia meminta Dewi muda yang sangat cerdas untuk memikirkan solusi untuk menghentikan perang ini. Lalu, solusi yang Dewi muda berikan;


“Kita harus membangun penjara bawah tanah (dungeon) untuk menjadi arena mereka dan aku sendiri yang akan menjadi pemimpinnya,” ucap dewi muda.


“Aku mengizinkanmu!” ucap Dewi Freya.


Setelah mendapat izin tersebut, Dewi muda itu mengeluarkan sihir besar untuk membangun lantai 100 lantai bawah tanah dan 100 lantai keatas lalu Dungeon itu diberikan nama Trial tower.


Yang dimana disanalah lokasi pertarungan dashyat terjadi antara Odin dan Chaosa. Disisi lain, para Dewa dan Dewi yang lain memulihkan dunia yang berantakan.


Dan, didalam Dungeon pertarungan pun terus terjadi.


“Odinnnnn!” teriak Chaosa yang memegang pedang besar melesatkan serangan kepada Odin.


Tang!


Serangan itu pun bisa ditangkis oleh Odin.


“Diammmm!” balas teriak Chaosa.


Tang! Tang! Tang!


Suara adu pedang dari Chaosa dan Odin.


Tidak lama kemudian, Chaosa mundur beberapa langkah dan merapalkan sihirnya.


“Tebasan Naga Api Hitam!” rapal Chaosa yang mengayunkan pedangnya.


Dan karena rapalan itu ayunan pedang dari Chaosa berubah menjadi naga api hitam yang melesat menyerang kearah Odin.


Odin pun tidak membiarkan serangan itu maka dia pun menangkis serangan itu dengan perisainya disertai rapalan.


“Pertahanan tak tertembus!” rapal Odin yang mengunakan perisainya.


Bang!


Ledakan besar api hitam di perisai Odin.


“Hiyyaaaa!” teriak Odin yang memperkuat pertahanan perisainya.


Odin yang sedang menahan sekuat tenaga serangan Chaosa, dia memaksakan diri untuk memutarkan pedang lalu menancapkannya ke tanah.


“Salib Terbesar!” rapal Odin.


Rapalan yang keluarkan Odin memunculkan sebuah salib besar di bawah kakinya hingga kepada Chaosa.


“AAAAAAA!!” teriak Chaosa.


Setelah Chaosa menenerima serangan itu, dia melompat mundur lalu, melancarkan mantra selanjutnya.


“Inferno!” rapal Chaosa yang meluruskan tangannya keatas serta memunculkan bola api magma yang sangat besar dan selanjutnya dilemparkan kepada Odin.


Odin pun tidak tinggal diam, dia melompat lalu memutarkan pedangnya menebas bola besar itu. Namun, Chaosa meluruskan tangannya kedepan saat Odin berada di dekat Chaosa yang terbang.


“Apa?!” kaget Odin saat melihat kuda-kuda Chaosa.


“Matilah!” ucap Chaosa yang tersenyum lebar.


“Api Neraka Abadi!” sambung rapal Chaosa.


Serangan itu pun mengenai Odin dan membuat dirinya terjatuh.


“AAAAAAAAA!!!!!” teriak Odin yang terbakar oleh api hitam.


Chaosa yang terbang di atas Odin tersenyum lebar dan dia pun terbang kencang dengan mengayunkan pedangnya.


“Hiyaaaaatttttt!” teriak Chaosa.


Odin yang terkapar ditanah, dia sudah pasrah dan siap menerima kekalahannya.


“Tidak akan aku biarkan!” teriak wanita diatas langit Dungeon.


“Rantai keabadian!” sambung suara wanita.


Rantai cahaya putih pun mengelilit Chaosa.


“Apa ini?!” teriak Chaosa dan dirinya terkejut saat melihat seorang wanita cantik dengan mengunakan sayap terbang diatasnya, “Freya!” ucap Chaosa.


Odin pun yang penasaran dengan serangan itu, dia pun melihat keatas.


“Freya, terima kasih!” ucap Odin.


Freya tidak menjawab apapun dan dia hanya menganggukan kepalanya. Setelah itu Freya menatap tajam Chaosa.


“Penjara Kristal keabadian!” rapal Freya.


Serangan itu memunculkan Kristal es yang menjalar kearah Chaosa dan membuat dirinya berlahan menjadi Kristal dari kaki hingga kepalanya membeku tapi sebelum Kristal itu sampai pada mulutnya dia berkata;


“Freya, semua yang aku lakukan ini hanya untukmu,” ucap pelan Chaosa dan tidak lama mulutnya pun menjadi Kristal.


Peperangan pun usai dan Odin hidup bahagia bersama Freya di Asgard lalu, melahirkan dua putra, Thor dan Loki.


“Begitulah kisahnya,” ucap suster kepala yang mengakhiri ceritanya dengan meminum teh.


Mendengar itu, Nabila sedikit terheran lantaran kisah dari dewa Nordik berbeda antara di bumi dan di dunia Phantasia.


"Lalu, dimana lokasi kedelapan dunia lain nya?"


"Setelah pertarungan para dewa menyatukan kesembilan dunia menjadi satu dunia yakni dunia Phantasia."