
...Chapter 40. Kota Bangsa Iblis, Niflheim dan Elf terkutuk....
Saat ini aku sedang melakukan perjalanan ke benua timur dan tiba di menuju sebuah kota besar bernama Niflheim yang mana disini juga merupakan istana dari Raja Iblis.
Sebenarnya, aku sedikit takut untuk pergi kesana namun, berkat aplikasi Makeover aku bisa merubah wujud menjadi Skeleton.
Dan, saat ini aku sedang mengunakan wujud skeleton dengan jubah hitam yang panjang dari leher sampai kaki dan bertudung hitam.
Lalu, sama seperti kota manusia. Saat tiba di pintu gerbang ada dua Lizardman yang mengenakan baju zirah.
Melihat itu, aku sontak turun dari mobil dan berjalan masuk kearah kota.
Aku ke kota tidak sendiri, ada Girl-One dan Go Three yang menemani ku sedangkan untuk Raidenia sendiri, dia lebih senang membaca komik di kamar nya dan menjadi sosok yang pemalas. Meski begitu, aku pun membiarkan nya lantaran Raidenia sendiri sudah lama tidak merasakan kenyamanan.
Setibanya di gerbang, aku mengantri untuk masuk kota. Ditengah itu, aku melihat ada sebuah tulisan asing dan kupikir itu tulisan dari bahasa Iblis.
Mengetahui itu, aku mengunakan aplikasi translate dan terbacalah disana.
Manusia, Elf, Dwarf dilarang masuk! Mari kita usir dan bunuh para pembangkang Dewi Jahat!
Memahami tulisan itu, aku pun bernafas lega karena Dewi jahat sebelum sudah memberikan aplikasi Makeover. Jika tidak mungkin aku sudah mati sebelum masuk gerbang.
Sesaat kemudian, antrian tibalah giliran ku yang mana Prajurit Lizardman menghampiri ku.
"Hei, buka tudung Kepalamu!" seru Lizardman dengan tatapan tajam.
Mendengar itu, aku sontak membuka tudung kepala dan dia melihat sosok ras tengkorak.
Melihat ku, Lizardman sontak tersenyum remeh. Senyuman itu, aku pun tahu bahwa monster skeleton merupakan monster yang lemah sehingga diremehkan oleh ras Lizardman.
"Cih, Skeleton! Apa urusan kamu di kota ini? Dan, apakah Homunculus dan Goblin ini budak mu?"
"Iya, aku hanya seorang pedagang yang ingin berdagang di kota ini."
"Begitu, masuklah, lemah!"
"Terimakasih."
Setelah itu, aku bersama Go Three dan Girl One masuk kedalam kota yang dimana kami disungguhi dengan pemandangan kota yang ramai.
Tidak hanya itu, aku pun baru sadar bahwasanya kehidupan bangsa iblis juga tidak jauh dari bangsa manusia yang dimana banyak nya toko di pinggir jalan dan tidak sedikit juga ada keluarga yang sedang berjalan-jalan di kota ini.
Melihat pemandangan itu, aku jadi menimbulkan pertanyaan.
Kenapa kami semua dipanggil ke dunia lain hanya untuk membasmi negara damai ini dan membunuh raja mereka.
Memahami hal itu, aku hanya bisa mengepal tangan dan menyalahkan diriku sendiri.
"Tuan, apa yang akan kita lakukan disini?" tanya Girl one.
"Berdagang dan mencari informasi tentang benua timur."
"Saya mengerti."
Setelah itu, kami pun melanjutkan langkah keliling kota untuk mencari informasi yang diantaranya;
Mata Uang bangsa Iblis bukanlah mengunakan Mozza melainkan Vale meski begitu, jenis ataupun nilai tukar sama;
Adapun aku mendapatkan informasi tentang Guild yang mana bangsa Iblis tidak mengunakan Guild, mereka berdiri secara independen sekalipun ada itu perkumpulan yang disebut Hunter yang mana berisikan tentang pemburuan pahlawan atau petualang kuat. Sedangkan untuk pedagang, aku hanya perlu datang ke toko nya.
Dan, yang lebih penting lagi. Di bangsa iblis tidak ada ras Humanoid atau ras manusia, Elf ataupun Dwarf dan yang terlihat lah lebih banyak ras seperti Orc, Orge, Lizardman, Undead, Insecta dan masih banyak lagi dengan ras yang tidak ku mengerti namun, disana juga aku melihat ras Beastman yang mana mengingat ku pada Y'shtola.
Aku hanya berharap Y'shtola dan lainnya baik-baik saja.
Memahami itu, aku pun memutuskan rencana awal ialah mencari uang maka aku pun pergi ke toko senjata untuk menjual logam yakni emas.
Setibanya didalam, aku sontak disambut oleh monster kera yang berbadan besar dan berdiri tegap.
"Selamat datang! Ada yang bisa saya bantu?"
Tanpa ada keraguan, aku langsung ke topik pembicaraan.
"Permisi, apakah aku bisa menjual emas disini?"
"Bisa tunjukkan kepada ku!"
Lalu, aku pun mengambil emas batangan Antam 1 kg dan memberikan kepada penjaga toko.
Saat penjaga toko menerima dan memeriksa emas itu, dia pun sontak terkejut. "A-Apa? Emas ini begitu murni dan mengkilap!"
"Kira-kira berapa aku bisa menjual nya?"
"Sebenarnya, harga emas ini sulit aku beli karena logam ini sangat berharga namun, saya bisa memberikan uang muka sebesar 1 juta Vale dan saya akan melaporkan ke istana. Hanya para petinggi lah yang mampu membeli nya. Jadi, datanglah lagi besok!"
"Baiklah, tidak masalah."
"Dan, ini uang nya.'
Setelah itu, aku pun menerima 10 koin emas putih.
"Terimakasih."
"Sama-sama. Datanglah dua hari ya, Tuan!" seru senang Penjaga toko.
Setelah itu, kami pun pergi meninggalkan toko senjata dan setibanya diluar, aku pun mengambil satu koin emas putih Mozza dan membandingkannya yang mana terdapat perbedaan diantara koin itu yakni.
Koin Mozza memiliki gambar mahkota dan tulisan M disisi lain nya.
Sedangkan, Koin Vale memiliki gambar kepala iblis dan tulisan V disisi lainnya.
Meski terlihat berbeda namun, kedua koin itu memiliki jenis kesamaan tertentu.
Aku pun mengabaikan hal itu dan memutuskan berkeliling kota untuk mencari informasi tentang benua timur seraya mencoba beberapa makanan disana.
Selain semua itu, ada yang ingin ku ketahui yakni perbudakan bangsa iblis. Maka dari itu, aku pun pergi ke pedagang budak yang kebetulan ada beberapa disana namun, ada pedagang budak yang menjual budak nya di tepi gang kecil.
Disana, aku melihat sosok gadis berambut pirang panjang dengan wajah cantik dan memiliki telinga yang panjang. Dia pun dalam kondisi terikat rantai, berwajah lusuh dan berpenampilan sangat berantakan.
Namun, aku bisa menebak nya bahwa dia bukan lah iblis, monster ataupun manusia.
Dia Elf.
Lalu, ada salah satu iblis yang ingin membeli budak Elf itu akan tetapi tiba-tiba tubuh terbakar.
"Aaa!" teriak panik iblis.
Lalu, penjual budak sontak memberikan kain dan memadamkan api tersebut. "Pelanggan! Pelanggan!"
Seusai api padam, pembeli itu sontak marah pada penjual budak.
"Anda baik-baik saja?"
"Jangan bercanda! Jika begini, siapa yang mau beli mahluk terkutuk itu?! Dasar budak terkutuk!"
Sesaat aku memandangi Elf, penjual sontak berbicara kepada ku.
"Ya, dia half-elf yang kudapatkan tempo hari."
"Dia terlihat cantik."
"Meski begitu, dia punya kutukan kuat yang mana dia akan membakar orang yang menyentuh nya tanpa rapalan."
Mendengar hal itu, aku sontak melihat Elf itu dan melihat nya dengan mengunakan aplikasi Appraisal yang mana disana terlihat Elf itu memiliki efek;
Kutukan Raja Naga Api.
Melihat itu, aku pun tersenyum meski sekuat apapun efek kutukan nya. Aku bisa menghilangkan nya dengan aplikasi Cancel.
"Bagaimana? Apakah Tuan ingin membelinya?"
Mendengar itu, aku melepaskan lamunan.
"Aku akan membelinya. Berapa?"
Penjual budak itu pun menghela nafas, "Karena dia tidak ada yang mau beli maka saya akan memberikan harga 100 ribu Vale."
"Baiklah. Aku akan membelinya."
Lalu, aku pun memberikan satu koin emas putih kepada nya.
"Terimakasih, Tuan."
Setelah itu, penjual budak mengantarkan ku ke half elf yang terkurung itu. Elf itu yang sedang tertidur sontak bangun saat mendengar pintu jeruji nya terbuka.
Tanpa ada ketakutan, Elf itu memandangi ku. Lalu, aku pun bertanya kepada nya.
"Siapa namamu?"
Sebelum menjawab nya, penjual budak sontak memberikan perintah.
"Oi, keluarlah! Mulai hari ini, dia adalah Tuan Mu!"
Lalu, aku membiarkan nya dan dia pun keluar dari kurungan nya. Setelah itu, aku dan Elf itu pergi meninggalkan penjual budak.
Perjalanan kami tanpa bicara dan elf itu terus mengikuti ku sampai tiba di gang sepi, dia memulai coba bicara kepada ku.
"Permisi!"
Mendengar itu, aku pun menghentikan langkah dan menghadap Elf itu.
"Ada apa?"
"Terimakasih sudah membeli saya. Nama saya Efil."
"Aku Rudi, seorang pedagang dan aku ingin kamu bekerja untuk ku."
Lalu, Efil menundukkan kepalanya. "Tapi ... kutukan ku ..."
"Efil, sejak kapan kamu menjadi budak?"
"Sejauh yang kuingat. Aku dijual sebagai budak tidak lama setelah aku dilahirkan. Aku bahkan tidak tahu wajah orang tua ku ... atau kenapa aku dikutuk ..." sesaat mengatakan itu, Efil pun menangis tersedu-sedu.
"Begitu."
Lalu, aku ingin mengelus rambut nya namun, Efil sontak mundur. "Ja-Jangan! aku tidak mau melukai siapapun lagi!"
"Efil, percaya lah kepada ku!"
Lalu, aku mendekatkan tangan ku diatas kepalanya seraya memerintahkan Neo untuk mengaktifkan aplikasi Cancel yang dimana sesaat mengaktifkan itu tubuh Efil bersinar merah sampai akhirnya retak dan hancur seperti kaca.
Seusai proses itu, aku pun mengelus-elus rambut nya yang membuat Efil terkejut.
"Kenapa Tuan bisa menyentuh ku?"
"Efil, aku tidak tahu kesulitan apa yang telah kamu alami." Lalu, aku melepaskan ikatan rantai pada tangannya. "Tapi, kamu tidak akan kubiarkan menderita seperti itu lagi."
"Tapi ... aku ... tangan ku ..."
Aku meraih tangan nya. "Sudah tidak apa-apa. Kutukan apimu takkan melukai siapapun lagi karena kutukan mu sudah hilang."
Setelah itu, Efil pun menangis lagi sampai terduduk di tangan ku.
"Oh, Tuan ku ... Tuan Rudi!"