Become Rich In Another World

Become Rich In Another World
Chapter 13 | Informasi Nabila dan Pembaharuan aplikasi



Chapter 13. Informasi Nabila dan Pembaharuan aplikasi.


Pagi ini merupakan pagi yang berbeda dari pagi-pagi sebelumnya yang mana sesaat aku membuka mata terlihat Nabila yang sudah bangun terlebih dahulu seraya mengelus-elus rambut dan pipi.


Sesaat tahu aku bangun, Nabila pun menyapa ku dengan nada lembut disertai senyuman.


"Selamat pagi, Rudi!"


"Selamat pagi juga Nabila! Kamu mau sarapan apa?"


"Memang kamu bisa masak?"


"Jangan salah, gini-gini masakan ku sekelas master Chef!"


"Alah, lebay banget kamu!"


Aku dan Nabila pun tertukar tawa kecil.


"Yasudah, kamu mandi duluan!" Seru Nabila seraya membelai pipiku.


"Iya."


Setelah itu, aku pun mandi terlebih dahulu dan sesudah itu, barulah Nabila.


Disaat Nabila tengah mandi, aku pun mempersiapkan sarapan yakni sandwich dan susu sereal.


Selain itu, aku juga mempersiapkan benda yang di inginkan nya yakni Ipod dengan ribuan lagi dari mancanegara seharga 1juta rupiah.


Beberapa saat kemudian, Nabila yang sudah mandi. Dia pun melihat sarapan yang disajikan oleh ku dan membuat nya terkagum-kagum.


"Wuahh ... sereal susu, Sandwich sosis dan disini saya merasa seperti hidup di bumi saja."


Aku yang mendengar itu hanya tersenyum kecil, "Ayo sarapan!"


Nabila pun tersenyum dan menyantap sarapan yang ku buat. Ditengah itu, aku pun memberikan ipod yang dia minta.


"Ini barang yang kamu inginkan!" 


Melihat itu, Nabila pun menghentikan makan nya dan sontak mengambil Ipod nya. 


"Terimakasih. Rudi. Jadi, bagaimana pembayaran ku memuaskan?"


"Sangat. Apakah kamu pernah ke pria lain?"


Nabila pun menggelengkan kepalanya, "Tidak pernah dan mungkin, hanya sama kamu saja saya bisa melakukan nya." Ucap Nabila dengan senyuman lebar.


Mendengar itu, aku pun sedikit terkejut bercampur rasa haru. "Eh?"


Nabila pun tertawa kecil. Lalu, dia mencoba Ipod yang ku beli.


"Wuah ... Suara nya bening dan bagus! Saya sangat menyukai nya."


Mendengar itu, aku hanya tersenyum dan melanjutkan sarapan ku. 


Beberapa saat kemudian, Nabila terdiam. Lalu, dia melepaskan Earphone nya dan kembali melanjutkan sarapan nya juga.


Ditengah itu, dia memulai pembicaraan nya juga.


"Rudi, apakah kamu tidak penasaran dengan kondisi teman-teman mu?"


"Tidak. Aku juga tidak begitu mempedulikan nya."


"Oh, begitu." 


Lalu, Nabila diam kembali sampai aku menghabiskan sarapan di piring sampai dia bertanya sesuatu.


"Apakah kamu tidak mempertanyakan soal Dina? Bukankah, kamu menyukai nya?"


Mendengar itu, aku hanya terdiam lantaran benar ucapan nya. Sosok gadis cantik, periang dan selalu di dekati pemuda lainnya. Bagi nya, sosok ku hanyalah figuran dan mungkin sampai hari ini dan aku pun penasaran dengan nya.


"Apa yang terjadi kepada teman-teman lain nya?"


"Banyak hal sejak pertama pemanggilan ..."


Lalu, Nabila pun bercerita yang diawali dengan pertama kali di istana. Sebuah pesta mewah diadakan dan keesokan harinya, ketujuh murid terpilih menjadi kelompok pahlawan diantara Rendy, Dina, Siska, Alexa Putra, Mario dan Jack.


Mendengar itu, aku sontak merasa ada kekesalan tersendiri. "Mereka ..."


"Iya, sosok yang suka membully mu," jawab Nabila seraya meraih tangan ku yang terkepal. 


Menyadari itu, aku pun tenang kembali terutama disaat melihat senyuman Nabila dan memberikan senyuman.


"Lalu, bagaimana dengan yang lain?" 


"Tergantung pilihan mereka masing-masing. Ada yang belajar di akademi kerajaan, berkelana ataupun..." Nabila pun menundukkan kepalanya dan terdiam.


"Ataupun apa?"


Nabila kembali melihat ku dengan tatapan tajam, "Mati."


"Haikal, saya mendengar nya dia jatuh ke jurang saat menelusuri Dungeon."


Mendengar kabar itu membuat ku tersadar bahwa selain kekayaan, kekuatan juga di perlukan.


"Aku tidak boleh mati dan ..." Aku melihat kearah Nabila. "Aku juga tidak akan membiarkan mu mati."


"Benar kah. Senang mendengar!" Nabila pun beranjak diri dan menghampiri ku. Lalu, meraih pipi kanan ku dan memberikan ciuman bibir. 


Lagi-lagi aku terdiam kaku meski sudah berhubungan tapi jika dadakan seperti ini, aku tidak bisa tenang.


Nabila pun melepaskan ciuman nya dan melihat ku dengan tatapan yang sangat dekat.


"Ini hadiah dari ucapan mu tadi dan ... Aku mencintaimu dari masa sekolah di bumi dulu."


"Aku tahu. Tapi, maaf. Aku tidak merespon rasa mu dan lebih memilih sosok yang tidak mungkin, aku miliki."


"Dasar bodoh!" Ucap Nabila dengan senyuman lebar.


Aku pun tersenyum saat mendengar nya.


Setelah kejadian itu, aku pun mendapatkan kabar bahwa Nabila telah kembali dipindahkan ke kota Prontera dan aku masih tetap pada kesibukan ku sendiri.


...***...


Disaat mendengar kabar bahwa ada teman sekelas ku yang telah meninggal dunia, aku pun memutuskan peningkatan kemampuan ku yakni dengan mengembangkan cara penggunaan aplikasi salah satu nya, aku membeli;


Smartwatch yang tercanggih dengan harga 20 juta rupiah. 


Sebuah Jam pintar yang memiliki layar 1,5 dengan dua kamera kecil pada jam itu, didepan dan di samping.


Lebih daripada itu semua smartwatch ini terhubung dengan ponsel seutuhnya baik dalam aplikasi serta dilengkapi dengan fitur A.I bernama Neo.


Memahami itu, aku pun mencobanya dengan melihat layar dan memerintahkan NEO.


"Neo, buka aplikasi navigasi dan cari lokasi Nabila."


[Baik.]


Sesaat kemudian, layar jam berubah menjadi layar navigasi dengan titik merah yang berjalan pelan dengan jarak yang sudah cukup jauh dari desa Raflesia.


"Seperti nya, dia akan menempuh perjalanan yang cukup lama."


Setelah itu, aku juga mengucapkan rasa syukurku kepada para Dewa dan Dewi di dunia ini karena karunia nya, aku masih berdiri tegak di dunia keras ini. Maka dari itu, aku mempersembahkan;


Sup karbonnara, 30 ribu untuk Dewa Kehidupan.


Daging Teriyaki, 40 ribu untuk Dewi Jahat.


Buah Delima premium, 50 ribu untuk Dewi Alam.


Dan, roti manis, 20 ribu untuk Dewi Kebajikan.


Berkat persembahan itu, Dewa dan Dewi memberikan karunia nya berupa aplikasi...


Ding! 


[Aplikasi Hipnotic telah di perbarui.]


Dalam pembaharuan ini, Aplikasi Hipnotis mampu menghipnotis seluruh target dalam layar smartphone.


Ding!


[Aplikasi asisten Smartphone, Neo telah diperbaharui.]


Pembaruan ini, Asisten AI Neo diberikan kemampuan untuk menjawab pertanyaan apapun tentang dunia Narnia ini.


Ding!


[Aplikasi Go telah diperbarui.]


Lalu, pembaruan aplikasi Go ini memiliki perkembangan kemampuan yang mana aku bisa alokasi sendiri dengan titik merah yang ku arahkan sendiri dengan radius 10 km dari tempat ku berada.


Ding!


[Aplikasi Online Store telah diperbaharui.]


Dalam pembaruan ini juga aku akan diberikan iklan diskon atau promo dalam layar Online Store.


Ding!


[Aplikasi Appraisal telah terpasang.]


Dalam penjelasan nya, aplikasi ini merupakan aplikasi penilaian terhadap seseorang, monster ataupun benda.


Melihat pembaharuan itu, aku bersyukur karena tanpa harus susah payah bertarung dengan monster, aku mendapatkan peningkatan kemampuan 


Semoga dengan pembaruan aplikasi ini mampu meningkatkan kekuatan ku melindungi orang-orang yang ku sayangi tidak terkecuali pahlawan ataupun raja iblis.