
...Chapter 35. Dunia Kabut dan Homunculus...
Saat ini aku bersama Raidenia ada di sebuah dunia kecil yang tidak kami ketahui dan maka dari itu, kami menyebut nya sebagai Dunia kabut.
Di dunia kabut ini, kami menemukan beberapa sayuran, buah dan hewan yang sama seperti di bumi. Tidak hanya itu, kami juga menemukan sebuah desa yang terbengkalai dan tidak berpenghuni.
Meski begitu, kami tetap melangkah memeriksa desa terbengkalai itu.
"Raidenia, bagaimana? Kamu menemukan seseorang?"
Raidenia menggelengkan kepalanya. "Tidak ada satu orang pun disini."
"Aku juga tidak menemukan nya."
"Tapi, aku telah menemukan pintu aneh."
"Pintu aneh?"
"Iya, Tuan. Ayo ikut dengan ku! Aku akan tunjukkan!"
Setelah itu, kami pun melangkah ke belakang desa terbengkalai yang mana disana ada pintu besi bundar dengan tuas yang bundar juga.
"Disini, Tuan!" seru Raidenia seraya menunjukkan ke sebuah benda aneh menurut nya.
"Ini seperti bunker?"
"Bunker? Apa itu?"
"Sebuah ruangan khusus dan biasa nya tersimpan benda penting didalam nya."
"Yang berarti didalam nya?!"
"Iya. Ada benda berharga didalam nya."
Setelah itu, aku pun memutarkan tuas namun, tidak bisa lantaran kekuatan ku yang kurang. Raidenia yang melihat itu, dia sontak membantu dan dia dengan mudahnya memutarkan tuas. Lalu, pintu pun terbuka yang mana didalam nya terdapat tangga vertikal.
Melihat itu, aku pun sedikit heran karena adanya benda modern ditempat aneh seperti ini. Lalu, aku pun mengabaikan nya dan masuk kedalam yang mana Raidenia juga menyusul.
Setibanya didasar, kami disungguhi oleh dinding besi dan samar-samar, aku melihat stop kontak.
"Benda itu?"
Aku yang mencurigai itu, aku pun menghampiri nya dan terlihat lah bahwa itu memang stop kontak. Lalu, aku menaikan nya keatas yang mana membuat Raidenia terkejut.
"Ap-Apa itu?! Cahaya apa ini?"
"Tidak perlu khawatir. Ini lampu atau sejenis sihir penerangan."
"Oh, begitu."
Lalu, kami melanjutkan langkah ke ujung ruangan yang mana disana terdapat ruangan yang besar melingkar dengan ribuan tabung bulat ditengah ruangan.
Tabung itu berisikan gadis yang mengapung memegang lututnya dengan rambut hitam, berkulit putih dan tidak mengenakan busana sehelai pun.
"Apa ini? Kenapa banyak gadis muda disini?"
"Dilihat dari tubuhnya, mereka adalah Homunculus yang diciptakan secara acak dan massal," jawab Raidenia.
"Homunculus itu apa?"
"Ah, itu manusia buatan yang dibuat oleh sihir benda-benda sihir lain nya," jawab Raidenia.
"Oh, begitu. Lalu, apakah aku bisa membangun mereka?"
"Sederhana, Tuan hanya perlu memegang salah satu tabung maka Homunculus yang ada didalamnya akan keluar dari tabung.]
Memahami itu, aku menghampiri salah satu tabung dan menyentuh nya.
Sesaat itu juga tiba-tiba tabung yang disentuh oleh ku bergetar dan memunculkan suara gemuruh. Lalu, tidak lama juga tabung itu meledak hingga mengenai ku serta Raidenia dan gadis yang ada didalamnya terjatuh ke lantai.
Merasa khawatir dengan gadis yang jatuh itu, aku sontak menghampiri nya.
"Hei, kamu baik-baik saja?" ucapku dengan mengendong kecil menghadap nya. Meski, gadis itu tidak mengenakan busana. aku pun mengabaikan nya.
Sesaat kemudian, gadis itu pun membuka matanya dan melihat ku.
"Tuan, selamat pagi! Unit no.0001 berhasil diaktifkan. Apa perintah anda?" ucap gadis Homunculus.
Mendengar itu, aku sontak membantu nya berdiri.
"Syukurlah. Kamu baik-baik saja."
Aku melihat gadis itu tidak mengenakan pakaian sehelai pun, aku pun memberikan perintah pertamanya. "Perintah nya! Pakai Pakaian pun dan kembali ke sini!"
"Baik, Tuan." jawab Gadis 0001.
Lalu, Gadis 0001 bergegas pergi ke kotak yang berada disamping ruangan dan mengenakan pakaian nya. Setelah itu, kembali menghadap ku.
"Jelaskan kepada ku! Siapa kamu? Dan, tujuan dari tempat ini?"
"Baik, Tuan. Kami adalah Homunculus gadis prawan yang mana digunakan untuk persembahan dalam pemanggilan Dewi Jahat."
Mendengar itu, Shinji pun mengerutkan keningnya nya. "Apa? Persembahan? Siapa yang berbuat sekeji itu kepada kalian?"
"Master terdahulu kami, Tuan Mystogan yang ingin membangkitkan Dewa Perang."
Mendengar itu, aku hanya bisa menghela nafas panjang. "Sungguh kasihan kalian! Namun, tenang saja! Aku akan menjaga kalian untuk tetap hidup layak di sini!"
Mendengar itu, gadis 0001 berlutut satu kaki. "Terimakasih, Tuan. Kami akan melayani anda sampai mati!"
"Terimakasih. Mohon bimbingannya juga!"
"Baik."
Setelah itu, aku pun membangunkan semua Homunculus yang ada di Dungeon itu yang mana berjumlah 1.000 gadis Homunculus dan memerintahkan mereka untuk hidup di desa terbengkalai.
Lepas dari itu semua, aku telah memberikan mereka nama Girl- satu sampai Girl - seribu.
Setelah memeriksa semua dunia kabut itu, aku dan Raidenia keluar dan kembali ke luar Goa tempat Raidenia di segel.
Disana aku memeriksa Aplikasi Go dan masih tetap tidak aktif begitu juga mantra Apparate.
Memahami situasi itu, aku pun memutuskan untuk pergi ke kota terdekat dan terlihat lah ada sebuah desa bernama desa Dataran tinggi.
"Tuan, kita akan kemana?"
"Sebelah timur, ada desa. Ayo kita kesana!"
"Iya."
Lalu, aku dan Raidenia pergi ke desa Dataran tinggi.
***
Extra Chapter:
Di panti asuhan, semua orang yang mengenal Rudi berkumpul di ruang makan yang mana mereka sedang membahas hilangnya bos mereka, Rudi.
"Apakah sudah ada kabar?" tanya Juan.
Lizu pun menggelengkan kepalanya.
Juan pun menghela nafas panjang, "Ahufu .. kemana dia pergi? Sial!"
Nadia dengan wajah yang sedih menyambung perkataan nya. "Maaf, ini semua gara-gara kami hingga Rudi dan kedua teman baru ku meninggal dunia. Maaf."
Mendengar itu, Juan dan lainnya saling bertukar pandang. Lalu, Lizu menghibur Nadia.
"Ini bukan salah mu. Aku yakin Tuan Rudi akan senang jika melihat Nona Nadia selamat."
"Iya, benar sekali. Kamu tahukan sosok Rudi memang orang yang misterius. Kita tidak tahu apa yang akan dia bawa saat pulang nanti," sambung Juan.
Mendengar itu, Nadia tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya.
"Terimakasih semuanya."
Lizu dan lainnya pun saling bertukar senyum.
"Baiklah, aku akan buatkan makanan untuk kalian!" seru Juan.
Mendengar seruan Juan membuat semua nya tersenyum senang dan menantikan masakan Juan yang lezat.
Ditempat yang berbeda juga Y'shtola sedang berada Goa yang mana lokasi itu sudah dibersihkan.
Ada 140 Goblin, 10 Hobgoblin dan 1 Shaman Goblin berhasil Rudi taklukkan seorang diri. Lalu, ada 5 jasad petualang dan 2 diantaranya wanita tanpa busana. Lepas dari itu semua di Goa itu ditemukan 6 wanita yang masih hidup dalam kondisi yang mengenaskan lantaran menjadi larva bagi para Goblin.
Akan tetapi, pihak Guild petualang tidak menemukan bayi dan anak-anak Goblin disana.
Dan, saat ini Y'shtola sedang meneliti lebih dalam di Goa tersebut.
Sampai pada akhirnya, Y'shtola menemukan potongan kain dari baju Rudi.
"Ini kain dari baju Master."
Melihat itu, Y'shtola pun teringat akan mantra pencarian.
"Saya harap mantra itu bisa di gunakan."
Lalu, Y'shtola melemparkan kain dan melesatkan mantra kearah kain.
"Avenseguim."
Sesaat kemudian, kain itu pun terbang cepat seperti Drone dan Y'shtola pun mengikuti nya.