Become Rich In Another World

Become Rich In Another World
Chapter 27 | Es Krim Vanila dan Samurai Girl



...Chapter 27. Es Krim Vanila dan Samurai Girl...


Saat ini aku sedang berada Kedai Silver Moon seorang diri lantaran Y'shtola membantu kedai Fina yang ramai oleh pelanggan.


Hal itu tidak menjadi masalah untuk ku.


Beberapa saat kemudian, Marsha dan Aria datang.


"Bagaimana masakan buatan ku?"


"Sangat lezat."


Marsha pun tersenyum lebar, "Terimakasih." Lalu, dia pun teringat sesuatu. "Oiya, Aria ingin berbicara sesuatu."


Aku pun melihat kearah Aria, "Ada apa, Aria?"


"Kami berpikir untuk membuat menu baru untuk toko. Jadi, kami ingin mendengar pendapat anda karena ada kemungkinan menu tidak biasa."


"Oh, begitu. Jadi, jenis menu apa yang ingin Aria inginkan?"


"Hmm ... aku ingin makanan ringan seperti hidangan penutup atau sesuatu yang akan populer di kalangan wanita," jawab Aria.


Mendengar itu, aku pun mencari ide yang pas dan terpikir lah sesuatu.


"Bagaimana kalau Es krim?"


"Es?" bingung Aria seraya melihat Marsha dan Marsha juga menggelengkan kepala. "Apakah sejenis es serut?"


"Bukan sesuatu yang lebih spesial."


"Lalu, hidangan seperti apa?"


"Umm ... hidangan yang dingin, manis dan menyegarkan."


"Rudi, maaf. Saya tidak bisa membayangkan nya," ucap Marsha.


"Saya juga," sambung Aria.


Mendengar itu, aku pun memahami nya lantaran dunia yang belum mengenal lemari es tidak pernah tahu.


Lalu, aku pun mengeluarkan smartphone dan menunjukkan nya dari aplikasi Browser.


"Seperti ini."


Saat Marsha dan Aria melihat smartphone, mereka sontak terkejut. "Wuahh ... benda apa ini?"


"Itu smartphone atau artefak sihir. Aku harap kalian tidak memperpanjang nya."


Aria dan Marsha pun menganggukkan kepalanya. Lalu, mereka terfokus pada gambar.


"Seperti nya lezat," ucap Marsha.


"Lalu, bagaimana cara membuat nya?"


"Aku akan beritahu."


Lalu, aku mengambil smartphone lagi dan membuka aplikasi browser untuk mencari cara membuat nya. Setelah ketemu, aku memberitahu nya diawali dengan bahan nya yakni;


90 gram susu putih bubuk;


80 miligram kental manis putih;


2 sendok makan tepung maizena atau tepung jagung, larutkan dengan 100 ml air hangat ;


9 sendok makan gula pasir;


1/2 sendok teh garam halus!


Dan, 500 ml air;


Penjelasan bahan itu masih membuat Marsha dan Aria sedikit bingung.


"Gram? Milligram?" tanya bingung Aria.


"Ah, itu bilangan jenis berat dan setara 0,001 Miles."


"Lalu, bagaimana cara nya?"


Mendengar itu, aku pun tersenyum kecil. "Kalian bisa mengunakan ini!" aku mengambil timbangan digital dari item box. "Jreng!Timbangan Digital."


Sebuah barang yang ku beli dari Online Store seharga 50ribu rupiah.


Setelah itu, aku pun mengajari cara mengunakan nya kepada Marsha dan Aria.


Sesudah Marsha dan Aria paham, aku mengajari cara pembuatan nya.


Pertama, Siapkan panci. Masukkan air, gula, susu, dan garam, aduk rata. Nyalakan api, masak hingga mendidih sambil diaduk-aduk. Matikan api;


Lalu, tuang larutan tepung jagung, aduk rata. Biarkan hingga dingin;


Setelah nya, pindahkan ke wadah. Simpan dengan sihir es sampai beku dan Aria yang memiliki sihir air bisa melakukan nya tanpa harus mengunakan freezer;


Setelah es krim beku, cairkan sedikit Lalu kocok dengan kecepatan tinggi hingga mengembang 3 kali lipat.


Terakhir, tuang es krim ke dalam wadah baru dan sajikan dengan toping diatasnya.


Lalu, Marsha dan Aria mencoba nya.


"Wow! enak!" seru serempak Marsha dan Aria.


Setelah itu, menu di kedai Silver Moon bertambah.


Hari pun berganti siang dan saat ini, aku memutuskan untuk berjalan-jalan seorang diri di kota Alberto.


Sebenarnya, Marsha ingin menemaniku berjalan-jalan namun, kondisi kedai sangat ramai dan aku tidak ingin membuat Aria, Bu Nia kerepotan.


Ditengah berjalan di perempatan, aku melihat ada kerumunan orang dan aku yang penasaran sontak menghampiri nya.


Yang mana aku melihat seorang gadis cantik yang sedang dikelilingi oleh beberapa pria preman.


Melihat gadis itu, aku pun terkejut lantaran pakaian dan penampilan yang berbeda dengan kimono hitam sedikit terbuka disertai dengan rambut hitam yang terikat one tail.


Dia memiliki kesan yang mendalam bahwa dia seorang samurai.


"Eh ... aku tidak tahu ada era samurai di dunia ini."


Aku melepaskan lamunan dan lebih memperhatikan nya yang mana terlihat ada sepuluh yang mengelilingi gadis itu dan orang-orang yang menyaksikan nya tidak ada yang mau ikut campur.


"Nona, disini kami ingin mengucapkan terimakasih karena nona telah membawa saudara kami ke penjaga kota," sindir salah satu preman.


"Sama-sama. Ini akibat ulah kalian sendiri karena mabuk di siang hari dan menyerang ku."


"Jangan bercanda! saya tidak akan melepaskan mu dari sini!" seru kesal preman yang lain.


Lalu, para preman sontak maju dan menyerang gadis samurai secara bersamaan.


Meski begitu, gadis samurai itu mampu menghindari dengan gesit dan ringan, meraih lengan salah satu preman dan berbalik badan lalu, melemparkan nya ke bawah.


Gerakan yang sama pun dilesatkan kepada pria preman yang lain akan tetapi gerakan melambat dan dia memegang perutnya.


"Ahh ... laparnya!"


Para preman pun melihat kesempatan itu dan sontak menyerang secara bersamaan.


Aku yang melihat itu sontak tidak tinggal diam.


"Neo, aktifkan Aplikasi Share. Y'shtola."


Seusai memberikan perintah itu, aku sontak mengambil tongkat sihir Hogwarts dari item box dan melesatkan serangan kearah para preman.


"Petrificus Totalus."


Sesaat merapalkan itu, semua preman terbujur kaku dan mematung hingga mereka jatuh seperti boneka.


Gadis samurai itu sontak terkejut dan melihat arah suara yang mana itu berasal dari ku.


Aku pun tersenyum dan menghampiri nya.


"Nona, kamu tidak apa-apa?"


"Iya, tidak apa-apa. Hanya saja ..."


Krukkkk!


Suara keras muncul dari perut gadis samurai.


Mendengar itu, aku pun tersenyum lebar. Begitu juga gadis samurai.


"Hehehe ... Maaf, Tuan. Kendalanya hanya lapar."


Krukkkk!


Aku dan gadis samurai itu saling bertukar tawa kecil dan setelahnya mengajak gadis samurai itu ke sebuah kedai makan.


Lalu, kami menyerahkan para preman itu ke petugas penjaga kota.


Setibanya di kedai Silver Moon, Gadis samurai itu makan dengan lahap sampai ada belasan piring menumpuk di atas meja aku dan gadis samurai itu juga menghabiskan 2 koin emas hanya untuk satu orang saja dalam sekali makan.


Hingga akhirnya dia minum dan membersihkan mulut nya dengan sapu tangan.


"Tuan, saya sangat berterimakasih atas bantuan dan traktiran nya ini. Oiya, nama ku Musashi Yae. Yae adalah nama ku dan Musashi adalah nama keluarga ku."


Mendengar nama itu, aku pun tidak asing lantaran sosok samurai bernama Musashi sangat lah terkenal di bumi.


"Aku Rudi Saputra. Salam kenal juga. Ngomong-ngomong, apakah itu pakaian samurai?"


"Iya, ini pakaian budaya kami dan teknik samurai merupakan kebanggaan dari Kekaisaran Yamato."


Mendengar itu, aku pun paham yang mana adanya kemungkinan kekaisaran Yamato adalah sebuah kerajaan yang memiliki tema sengoku atau peradaban samurai dan Ninja.


"Jadi, kenapa Nona Yae datang ke sini?"


Yae pun mendekatkan wajah nya dan berbisik.


"Aku sedang mencari beberapa gadis desa Yamato yang telah di culik beberapa pekan ini."


"Jika, begitu. Bolehkah aku membantu Nona?"


Mendengar itu, Yae pun tersenyum lebar. "Tentu saja. Aku sangat senang ada yang membantu."


Lalu, aku pun memberikan tangan. "Mohon kerjasama nya, Nona Yae."


"Mohon kerjasama nya juga Tuan Rudi!" jawab Yae seraya menerima tangan ku.


Dan, kami pun saling bertukar senyum.