
...Chapter 18. Guild Petualang dan Misi pertama....
Saat ini dihadapan ku terlihat sebuah gedung bergaya klasik Eropa kuno dan diatas pintu masuk tertulis.
Guild Petualang.
Disinilah tempat para petualang mencari nafkah untuk kehidupan nya sehari-hari atau mencari ketenaran dan disini jugalah tempat para tokoh utama di novel atau anime mencari kekuatan dan harta yang menurut ku sangat merepotkan.
Bagaimana tidak, seseorang harus membunuh monster lalu, mendapatkan uang dan uang itu digunakan untuk meningkatkan kemampuan senjata, armor ataupun skill sehingga uang mereka habis dan harus berburu lagi sampai berulang-ulang kali dan itu sangat merepotkan.
Dan, siapa sangka bahwa aku berdiri ditempat yang merepotkan tersebut.
Aku pun hanya bisa menghela nafas panjang. "Baiklah, terpaksa juga aku harus pergi ke tempat seperti ini."
Tanpa membuang waktu lagi, aku pun masuk kedalam kantor Guild Petualang.
Setibanya disana, aku disungguhi dengan pemandangan orang-orang berwajah garang dengan pakaian armor ringan serta senjata andalan mereka yang mana disana mereka juga sedang melakukan aktifitas nya masing-masing ada yang duduk bersantai di bar, mencari misi di dinding atau pun sedang berbincang di resepsionis.
Aku pun hanya menghela nafas lagi karena suasana ini benar-benar sangat klasik.
Tidak selang lama, aku mendengar suara seperti sales yang menawar sesuatu.
"Wall portal Alberto. Wall portal Alberto."
Mendengar itu, aku sontak membuka mata dan pergi ke tempat Wall Portal yang berada di samping kanan gedung yang mana disana terlihat pria petualang sedang menawarkan wall portal nya.
"Permisi, pak! Bisakah saya menggunakan wall portal ini?"
Pria itu yang mendengar pertanyaan ku sontak melihat ku dengan tatapan sinis.
"Bisa tunjukkan kartu identitas mu?"
Lalu, aku pun mengambil kartu Guild Pedagang ku yang mana membuat nya terkejut lantaran aku memiliki peringkat Mystril.
"Jadi, tuan pedagang tingkat Mystril?"
"Iya. Aku memang pedagang tingkat Mystril."
"Saya sungguh minta maaf. Tapi tetap saja tidak bisa."
"Kenapa?"
"Karena persyaratan nya anda harus memiliki indentitas petualang kelas F. Begitu."
"Eh? begitu ya."
Mendengar itu, aku pun terkejut lantaran ada nya peraturan konyol tersebut.
"Iya, kenapa tidak Tuan mencoba untuk menjadi petualang."
Aku pun menghela nafas panjang dan menerima nya. "Baiklah, aku akan mencoba nya dan kembali setelah peringkat F."
Setelah itu, aku meninggalkan wall portal menuju meja resepsionis. Sebenarnya bisa saja aku pergi ke Kota Alberto dengan mengunakan kereta kuda akan tetapi itu akan memakan waktu 10 hari jika dari sini dan itu sangat membuang-buang waktu.
Setibanya di meja resepsionis, aku sontak disambut oleh gadis berambut pirang dengan pakaian seragam Guild Petualang yang mana seragam itu lebih terlihat minim dibandingkan dengan guild Pedagang.
"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?"
Dengan rasa yang berat, aku pun menjawab nya. "A-aku ingin mendaftar sebagai petualang."
"Biaya pendaftaran 3 koin perak."
Lalu, aku pun mengambil 3 koin dan memberikan nya kepada gadis resepsionis. "Ini."
"Baik, terimakasih dan tunggu sebentar!" ucap resepsionis seraya menerima koin dan pergi meninggalkan kursi nya untuk mengambil sesuatu.
Tidak lama kemudian, gadis resepsionis mengambil dan menaruh didepan ku sebuah kristal yang berbentuk seperti globe dengan ujung lancip seperti pulpen serta kartu transparan yang ditempelkan pada ujung kristal.
"Tuan silahkan taruh tangan di kristal!"
Melihat itu, aku pun sedikit ragu. "Nona, apakah kristal ini tidak membahayakan?"
"Tentu saja tidak. Alat ini merupakan alat sihir pendeteksi kemampuan dan akan tercetak melalui tinta dibawah nya."
"Oh, begitu."
Lalu, aku pun menaruh tangan kanan ku ke bola kristal. Sesaat kemudian, bola kristal bergerak dan pada ujung nya keluar cairan hitam yang mencetak kartu transparan dibawah nya. Cara kerja itu sama seperti printer percetakan.
Lalu, tidak membutuhkan waktu yang lama. Kartu tercetak dan gerakan kristal terhenti.
Melihat itu, gadis resepsionis mengambil kartu dan memeriksa nya.
"Tuan Anda tidak memiliki kemampuan yang bagus untuk bertarung tapi anda memiliki magis yang tinggi untuk level 35."
Mendengar level, aku sedikit terkejut. "Ah, level 35?!"
Resepsionis itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Lalu, dia memberikan kartu petualang kepada ku.
"Silahkan!"
Aku yang penasaran sontak mengambil kartu itu dan memeriksa nya sendiri.
[
Nama: Rudi Saputra
Ras: Manusia.
Usia: 17 tahun.
Level: 35 (2/36).
Job: Tidak ada.
Strength: 5 / Agility: 5
Vitallity: 6 / Magic: 170.
Other Skill: Human Language / Item Box / Status. ]
Lalu, didapatilah aku memang level 35 dan lebih dari itu, kemampuan sihir ku sudah lebih dari 150 poin.
Lalu, bagaimana nasib kemampuan yang lain nya. Memahami itu aku hanya bisa menghela nafas.
"Tuan apakah anda yang bisa saya bantu!"
"Oiya, bisa jelaskan tentang peraturan Guild Petualang?"
"Baik, saya akan jelaskan."
Lalu, gadis resepsionis mulai menjelaskan aturan nya.
Pertama-tama, Guild Petualang terdiri dari beberapa peringkat yakni peringkat terendah G, F, E, D, C, B, A, S dan SS;
Misi hanya boleh di jalankan sesuai peringkat atau satu tingkat diatas pemilik peringkat;
Setiap misi akan diberikan poin untuk menaikan peringkat namun, jika seorang petualang tidak menjalankan misi apapun selama satu bulan maka peringkat akan diturunkan dan jika petualang itu masih berperingkat G maka identitasnya petualang akan dihapus;
Kartu petualang tidak bisa diwakilkan atau dipindahtangankan jika itu terjadi maka kartu akan secara otomatis berubah hitam yang menandakan kartu telah invalid.
Itulah beberapa peraturan Guild Petualang yang harus ku patuhi.
"... Apakah sudah jelas?" tanya gadis resepsionis.
"Iya, terimakasih Nona."
"Apakah ada yang bisa saya bantu lagi?"
"Seperti sudah. Terimakasih Nona."
"Iya, sama-sama dan selamat bergabung di Guild Petualang dan silahkan mencari misi yang cocok untuk anda!"
Aku pun tersenyum dan menganggukkan kepala.
Lalu, aku pergi ke papan misi yang ada di samping gedung dan memeriksa nya.
Dipapan misi, aku melihat beberapa misi dengan berbagai peringkat dan jenis seperti mengumpulkan tumbuhan obat, berburu monster, pengawalan, kegiatan sosial dan sebagainya.
Karena aku tidak ingin menjalankan misi merepotkan maka keputusan untuk mengambil misi pengumpulan 10 tanaman obat di hutan timur dengan hadiah 1 perak dan 1 poin guild.
"Baiklah, waktu nya menjadi pemulung!"
Lalu, aku mengambil kertas misi pengumpulan dan meninggalkan gedung Guild Petualang. Setelah itu, pergi ke gang kecil dan pergi mengunakan aplikasi Go ke Hutan timur.
Setibanya disana, aku pun memiliki rencana sendiri untuk menyelesaikan misi ini dengan mengunakan 28 Goblin dari aplikasi Taming.
Dan, sesaat mengunakan itu muncul lah 28 Goblin didepan ku dengan wajah yang tersenyum lebar.
"Gigi ... Gigigi."
"Gigigi ..."
Melihat mereka, aku pun juga tersenyum kecil. "Seperti nya kalian berada di mood yang baik meski aku tidak tahu bagaimana tempat tinggal kalian."
Dan, tanpa membuang waktu lagi. Aku pun memberikan perintah kepada mereka.
"Kalian ambil semua tanaman obat di area hutan ini!"
Para Goblin yang mendengar itu, mereka sontak berbalik badan dan pergi untuk mencari 10 tanaman obat.
Seusai itu, aku pun duduk santai menunggu kembali nya para Goblin seraya mendengar kan lagu dari smartphone.
Beberapa saat kemudian, para Goblin datang dengan membawa banyak tanaman obat dan hal itu membuat ku terkejut.
"Eh? Kenapa kalian membawa banyak obat?!"
Para Goblin pun hanya tertawa bangga saat aku bertanya seperti itu maka dari itu, aku mau tidak mau menerima tanaman obat yang mereka berikan kepada ku.
Setelah itu, aku mengembalikan para Goblin ke aplikasi dan memasukkan semua tanaman obat yang berjumlah 350 tanaman obat kedalam Item Box.
Dan, sesaat aku ingin kembali ke Guild Petualang, aku mendengar suara wanita.
"Siapapun, Tolong!"