Become Rich In Another World

Become Rich In Another World
Chapter 39 | Aplikasi Aura, kegiatan di dunia kabut dan Serigala



...Chapter 39. Aplikasi Aura, kegiatan di dunia kabut dan Serigala....


Aplikasi dan Smartphone adalah satu-satunya kemampuan ku di dunia ini. Jika, tidak ada kedua hal itu mungkin aku sudah lama mati di dunia yang kejam ini.


Lepas dari itu, aku telah mendapatkan beberapa aplikasi yang belum ku pelajari salah satunya Aplikasi Aura.


Menurut penjelasan Raidenia, sihir aura merupakan sihir peningkatan fisik dan sihir. Salah satu jenis nya yakni;


Area;


Dengan mengunakan Area Aura, aku bisa melihat semua yang berada di sekitar ku seluas 10 km dan aku bisa mengaktifkan sihir dari area tersebut. Meski, tidak sehebat aplikasi Navigasi;


Dan, Enchant.


Sebuah kemampuan aura yang mana mampu meningkatkan kekuatan dari senjata atau benda.


Lalu, ditengah latihan terdengar suara diskusi dari para Orc.


"Repot juga ya."


"Penebangan nya tidak berjalan lancar."


Mendengar itu, aku pun menghampiri sumber suara terlihat dua Orc sedang kesusahan dan aku tanpa ragu menghampiri nya.


"Ada apa?"


Kedua Orc itu sontak menghentikan pembicaraan dan menghadap ku.


"Oh, Ada Tuan Rudi.


Lalu, Orc yang lain menjawab pertanyaan ku. "Kami sedang membersihkan Area untuk tempat tinggal. Tapi ... Pepohonan disini sangat keras."


Mendengar itu, aku pun ingin mencoba aplikasi Aura dan menoleh kearah pohon yang sangat besar dibelakang ku.


"Apakah pohon ini yang kalian maksud?"


"Ah, iya. Tuan."


Lalu, aku pun berbalik badan dan menghadap kearah pohon besar. Setelah itu, aku mengambil kapak yang mana kapak itu aku beli dari Online Store.


"Aku coba nya!"


Seusai mengatakan itu, aku menempelkan tangan kiri pada kapak. Lalu, aku mengaktifkan aplikasi.


"Neo, aktifkan aplikasi Aura. Mode Enchant."


Dengan perintah itu, aku bisa menambah penguatan kedalam benda.


Sesudah terlihat aura, aku sontak menempel kapak kedalam pohon dan ketajaman kapak itu pun membuat pohon yang keras menjadi empuk seperti dagingnya saat menusuk kedalam pohon. Setelah nya, aku menariknya secara Horizontal sampai dekat ujung dan ku sisa kan sedikit.


Setelah itu, aku menaruh kapak dan melanjutkan mengunakan aplikasi Aura lagi yang mana kali ini aku memasukkan Aura kedalam tubuh sehingga mampu memperkuat tubuh ku sendiri sehingga aku mampu menarik dan membawanya dengan mudah.


Para Orc yang melihat itu, dia sontak terkejut dan aku pun mengabaikan nya.


"Mau diletakkan dimana?"


"Ka-Kalau begitu, tolong letakan disebelah sana!"


"Oke!"


Lalu, aku pun melangkah kesamping dan menjatuhkan nya.


"Apakah ada yang bisa ku bantu lagi?"


"Su-Sudah, Tuan. Terimakasih."


"Sama-sama."


Setelah itu, aku pun berkeliling dan melihat semua penghuni dunia kabut yang mana mereka dengan damai dengan segala aktifitas nya. Meski begitu, ada beberapa aspek yang kurang salah satu pengelolaan air minum.


Para penghuni meminum air di sungai. Meski juga Enma memiliki kemampuan sihir Telekinetik untuk mengangkut air namun, hal itu masih cukup merepotkan dengan membawa nya ke desa Orc.


Maka dari itu, aku pun memutuskan untuk membuat sumur. Awalnya aku ingin membuat sumur sendiri namun, Para gadis Homunculus meminta untuk mengantikan dirinya untuk membuat sumur. Aku pun tidak bisa menolak nya dan membiarkan mereka untuk membuat sumur.


Selain desa Orc, aku juga membuat sumur di desa Homunculus atau sebelum nya desa terbengkalai.


Setelah membuat sumur, aku pun memberikan pompa air bertenaga Surya.


Bicara surya atau matahari, aku cukup beruntung di dunia kabut ini memiliki mekanisme siang dan malam akan tetapi tidak memiliki cuaca atau iklim jadi sepanjang tahun di dunia kabut ini akan cerah dengan air sungai yang terus mengalir meski tanpa hujan.


Dan, lagi-lagi para gadis Homunculus meminta untuk mengantikan pekerjaan berkebun dan aku hanya perlu memberikan instruksi terutama penanaman bibit-bibit yang ku beli dari Aplikasi Online Store.


Sampai akhirnya, aku tidak memiliki aktifitas di dunia kabut ini dan memutuskan untuk berkenalan kearah benua timur dengan mengunakan mobil listrik dan lagi-lagi para Homunculus yang ahli dalam bertarung ikut menjaga ku.


Dan, inilah keuntungan dan resiko dari mengaktifkan seribu Homunculus yang memiliki berbagai bakat dan kemampuan.


Lalu, dalam perjalanan ditengah hutan kami melihat ada dua serigala yang terluka. Melihat itu, aku menghentikan laju mobil dan keluar untuk menghampiri nya.


"Apa kalian baik-baik saja?"


Lalu, serigala itu pun geram, "Manusia! Menjauhkan! Atau aku akan membunuhmu!"


Mendengar itu, aku hanya memberikan senyuman kecil. Lalu, aku mengambil beberapa daging mentah yang sudah disiapkan sebagai bekal dan menempatkan nya diatas piring plastik.


"Kalian pasti lapar!" seru ku seraya menyodorkan daging.


Lalu, kedua serigala itu mendekati daging dan mereka pun menyantapnya.


Ditengah makan, aku pun memperhatikan nya yang mana salah satu dari mereka berperut buncit dan kemungkinan mereka pergi karena diserang oleh monster.


Melihat mereka juga aku jadi teringat ingin memelihara anjing saat kecil karena anjing sahabat dari manusia dan aku pun senang kalau mereka mau tinggal di dunia kabut.


Disaat makan tiba-tiba salah satu serigala geram kesakitan.


"Perut ku!"


Aku yang melihat itu sontak ingin membantunya.


"Ada apa?"


Serigala yang lain sontak marah kearah ku. "Ini bukan urusanmu!"


"Tapi, dia terlihat kesakitan dan ... mungkin kah, dia mau melahirkan!"


Serigala yang lain menatap heran kearah ku, "Kamu mengerti ucapan ku?"


"Abaikan itu! Aku akan membantu kalian!"


Mendengar itu, serigala yang lain mengerti. "Saya mohon."


Setelah itu, aku membawa mereka ke dunia kabut dan pergi ke desa Homunculus yang dimana ada lumbung yang tidak terbengkalai. Kedua serigala itu pun bersedia disana untuk sementara.


Aku tidak mengerti anjing terutama saat seperti ini yang pasti nya, dia membutuhkan air dan kehangatan.


Setelah berpikir hal itu, aku pun memberikan air dan membuat api unggun di dekat lumbung. Lalu, aku pun pergi meninggalkan mereka.


Keesokan harinya, sang induk serigala berhasil melahirkan dan saat mereka, aku merasa lega dan pastinya sang induk kesakitan maka dari itu, aku pun mempersiapkan daging matang terbaik untuk merayakan nya.


Lalu, kedua serigala itu meminta sesuatu kepada ku.


"Tuan, apakah anda pemilik dari tanah ini?" tanya serigala betina.


"Iya, nama ku Rudi, seorang pedagang."


"Tuan Rudi, izinkan kami untuk tinggal disini!" sambung pinta serigala jantan.


Lalu, serigala betina juga menundukkan kepalanya seakan-akan minta yang serupa.


Mendengar permohonan itu, aku pun tidak tega mengusir mereka dari dunia kabut ini dan aku memang ingin memiliki anjing sejak dulu namun, saat ini ada serigala yang mirip. Kenapa tidak menambah serigala menjadi penghuni disini.


"Baiklah, kalian diizinkan tinggal disini!"


"Terimakasih, Tuan," ucap serempak Kedua serigala.


Setelah memutuskan itu untuk memberikan nama mereka ...


Kuro untuk yang jantan;


Kuru untuk yang betina;


Lalu, untuk anak nya kuberikan nama seri yakni Kusa, Kua, Kuga dan sebagainya.


Tidak hanya itu saja, aku baru tahu bahwa para serigala juga makan sayuran dan makan dengan lahap.


Setelah itu, aku melanjutkan perjalanan ke benua timur.