Become Rich In Another World

Become Rich In Another World
Chapter 14 | My Goblin



...Chapter 14. My Goblin...


Pada hari ini aku mendapatkan pemberitahuan dari aplikasi Tamer bahwasanya 30 Goblin sudah dewasa dan siap untuk bertarung.


Memahami itu, aku pun memutuskan untuk menguji nya dengan pergi ke hutan barat kota Aeri. Disana aku mendengar terdapat beberapa sarang monster salah satu nya sarang Orc.


Kenapa aku memiliki langsung lawan yang kuat? Karena aku ingin para Goblin juga bisa lebih kuat dengan cepat.


Dengan mengunakan aplikasi Go menuju kota Aeri, setelah itu mengarahkan pin tujuan ke hutan barat.


Setibanya disana, aku sontak disambut oleh pepohonan yang tinggi besar disertai berbagai suara monster dan hewan.


"Jadi, inikah hutan barat dan terlihat lebih rimbun daripada hutan yang ada di desa Raflesia."


Tidak lama kemudian, aku mendengar suara langkah kaki yang berat dan saat menoleh kearah sumber suara, aku dikejutkan dengan sosok monster besar berkepala b@bl yang tidak lain mereka Orc yang mana dia sedang menghampiri ku.


Lebih dari itu, Teleportasi ku sungguh tidak beruntung karena dibelakang Orc yang menghampiri ku ada beberapa Orc lagi dan seperti nya aku mengambil tag ke sarang Orc.


"Eh? Yang benar saja."


Sebelum mengambil tindakan, aku pun memutuskan untuk memeriksa nya.


"Neo, buka aplikasi penilaian."


Sesaat kemudian, layar jam berubah yang mana berisikan data milik Orc.


[Name: Tidak ada.


Ras: Orc.


Level: 35


Job: Mage. ]


Melihat itu, aku tersenyum kecil. "Dia memang monster yang cukup kuat."


Tanpa ada keraguan lagi, aku melanjutkan langkah berikutnya.


"Neo, buka aplikasi Hipnotic. Target, Orc."


Aku pun mengarahkan kamera samping smartwatch. Lalu, saat kamera mengarah kepada Orc. Dalam sekejap, Orc itu masuk kedalam kondisi Trance dan terhipnotis sepenuhnya.


"Memahami itu, aku pun sontak mengeluarkan ponsel dan mengetik perintah ku pada kolom perintah dengan tulisan.


[Bunuh semua Orc yang ada di sekitar.]


Sesaat kemudian, Orc berbalik badan dan mengeluarkan sihir bola api kearah rekan nya sendiri hingga membuat Orc itu terjatuh dan mati dalam sekejap.


Melihat Orc Hipnotis yang memberontak, para Orc yang lain nya sontak beranjak diri dan mengambil gada nya. Sedangkan, Orc terhipnotis sontak menyerang Orc lain nya dan saling tukar serangan pun terjadi diantara mereka.


Memahami situasi itu, aku juga sontak membuka aplikasi Tamer dan memanggil 30 Goblin yang mana Goblin itu sudah memiliki tinggi satu meter dengan pakaian layak umum nya Goblin disertai pisau biasa.


Aku tidak tahu darimana mereka dapatkan senjata itu namun, aku pun mengabaikan nya dan saat melihat kemampuan nya, mereka berada di level 10 sampai 15. Meski begitu, aku yakin mereka akan menang.


Lalu, aku pun memberikan perintah kepada mereka.


"Kalian, serang semua Orc itu!"


"Gigigi! ..."


Dengan tawa yang lebar, mereka pun berbalik badan dan membantu Orc yang terhipnotis dalam bertarung melawan Orc lainnya.


Dan, saat ini aku melihat hukum rimba yang bekerja di dunia para monster dan entah kenapa aku sangat menikmati nya.


Sampai akhirnya para Goblin menang disertai Orc yang terhipnotis dan langkah terakhir, aku memerintahkan para Goblin untuk membunuh Orc yang terhipnotis.


Tanpa ada keraguan, para Goblin membunuh Orc yang terhipnotis dan membuat nya mati.


Setelah itu, para Goblin dengan air liur dari mulut nya terus memandangi jasad Orc. Melihat itu, aku pun memahami maksud dari tatapan mereka.


"Baiklah, kalian boleh makan jasad Orc!"


"Gigigi!"


Dengan senang hati, para Goblin memakan Orc dengan mentah-mentah akan tetapi, ada satu Orc yang membuat salah satu Goblin muntah-muntah.


Melihat itu, aku pun cemas dan menghampiri Goblin itu.


"Neo, apa yang terjadi kepada Goblin ini?"


Lalu, suara pria dari Neo terdengar dari jam pintar ku.


Ding!


[Master, Goblin itu sedang mengalami proses evolusi. Harap tunggu! Dan, tidak perlu cemas!]


Sesaat kemudian, muncul retakan cahaya di sekujur tubuh Goblin dan meledak. Sesudah nya keluar dari balik cahaya sosok Goblin yang lebih tinggi bahkan setinggi diriku.


"Apakah kamu masih Goblin yang ku pelihara?"


Goblin tinggi itu sontak bersujud dihadapan ku.


"Neo, siapa dia?"


Ding!


[Dia Goblin milik anda yang telah berevolusi menjadi Hobgoblin.]


Memahami itu, aku pun sontak membuka aplikasi Appraisal dari smartphone dan memeriksa status nya.


[


Ras: Hobgoblin.


Level: 25.


Job: Slavemancer.]


Melihat status itu, aku pun menjadi sedikit bingung.


"Slavemancer? Neo, bagaimana bisa Gob- Hobgoblin ku memiliki Skill Job seperti itu?"


Ding!


[Ini dikarenakan Hobgoblin telah memakan jasad yang memiliki Skill Job Slavemancer.]


"Oh, Begitu. Yang berarti, Orc ini memiliki Skill Job Slavemancer." Aku pun tersenyum sendiri. "Ini sungguh menarik. Baiklah, mulai saat ini aku akan memberikan mu nama G-one."


Sesaat aku memberikan nama, tubuh nya pun bersinar dan level nya meningkat tajam ke level 35.


Selain itu G-one, ada Goblin yang lain juga mengalami proses evolusi dan saat aku memeriksa nya, dia memiliki Job Fire Mage dan ku berikan nama G-Two serta dirinya memiliki level 30 setelah kuberikan nama.


Melihat mereka yang mendapatkan Skill Job, aku pun merasa iri.


Mengabaikan itu semua, perhatian ku teralih pada reruntuhan yang menjadi tempat tinggal para Orc.


Aku yang penasaran dengan isi reruntuhan itu, aku pun masuk dikawal dengan Goblin dan Hobgoblin ku kedalam reruntuhan.


Setibanya di sana, aku melihat beberapa barang termasuk koin dengan beberapa benda lain nya diantaranya;


Koin besi, 45;


Koin tembaga 19;


Koin perak, 7;


Koin Emas, 5;


Tombak Orc, 9;


Tongkat sihir Orc, 1;


Pipa tembakau Kobold, 1;


10 pakaian petualang dengan berbagai profesi.


Pedang Orcist, 1;


Sebilah pedang yang cukup langka dan ini terlihat dari penilaian aplikasi Appraisal.


Dan, Tas sihir, 1;


Benda sihir yang memiliki kemampuan membawa barang apapun sampai berat 100 Miles.


Melihat tas sihir itu, aku pun tersenyum kecil lantaran benda itu merupakan benda menarik yang bisa menutup kemampuan Item Box ku.


Setelah itu, aku pun memasukan semua barang-barang yang kutemukan kedalam tas sihir kecuali koin yang mana semua koin itu aku masukkan kedalam Aplikasi Online Store dan terisi 59.350 Mozza atau 5.935.000 rupiah.


Seusai menjarah semua barang dan koin, aku melihat ada sosok bayi Orc yang sedang tidur di keranjang disertai kain.


"Lagi-lagi, aku menghadapi situasi seperti ini. Baiklah, aku akan melakukan hal yang sama seperti para Goblin."


Setelah berpikir itu, aku pun memasukan bayi Orc kedalam aplikasi Taming.


Sesudah nya, aku kembali ke Kota Aeri untuk mengurusi beberapa hal.


...〜〜〜...


...Extra Chapter:...


Saat ini Nabila sedang berada di kereta kuda bersama suster asisten nya dan dia sendiri sedang mendengarkan musik di Ipodnya.


Ditengah mendengar lagu, dia pun terheran dengan baterai yang tidak kunjung berkurang meski sudah beberapa jam di nyala.


"Eh, benda dari Rudi memang luar biasa. Beruntung saya bertemu dengan nya," batin Nabila seraya terus memandangi layar Ipod.


Beberapa saat kemudian, asisten Nabila yang ada disampingnya menjadi penasaran dengan alat yang digunakan Nabila.


"Anuu .. Suster, benda itu apa?"


Mendengar itu, Nabila sontak melepaskan earphone nya. "Ini Ipod."


"Ipod? Apa itu?"


"Hmm ... semacam sihir yang bisa mengeluarkan suara berupa alunan melodi."


Asisten nya itu memiringkan kepalanya karena bingung dengan penjelasan Nabila.


Melihat itu, Nabila memberikan salah satu Earphone dan menyalakan musik.


Mendengar itu, sang asisten sontak terkejut akan musik yang keluar dari earphone.


"Benar. Ini suara sihir dan ini terdengar seperti mantra panjang."


"Bukan. Suara itu bernama Musik."


"Oh, begitu."


Setelah itu, Nabila dan Asisten bersama-sama mendengar musik melalui Ipod.