
...Chapter 21. Penculikan dan Vampir...
Aku tidak menyangka bahwa membeli Y'shtola sangat merepotkan yang mana aku harus melakukan proses lelang selama beberapa hari.
Dalam proses itu, harga yang ku tawarkan harus tetap bertahan selama 2 hari dan jika tidak ada penawaran yang lebih tinggi lagi maka penawar terakhir akan menjadi pemenang.
Aku merasa beruntung masih bisa mengejar proses waktu pelelangan Y'shtola jika tidak aku akan mengecewakan Fina.
Setibanya disana, Toko pedagang budak sedang kedatangan tamu. Dia sosok pria tampan tinggi dengan pakaian bangsawan yang mana dia sontak melihat ku saat masuk kedalam toko dengan tatapan remeh.
"Aku tidak menyangka akan bertemu dengan pedagang muda disini. Pasti kamu sedang mencari pelampiasan nafsu mu." ledek pria bangsawan.
"Mungkin, tapi. Aku tidak bisa sebanding dengan tuan yang sudah pengalaman dengan puluhan gadis setiap malam. Ini terlihat dari tubuh bugar anda."
Mendengar ucapan ku, bangsawan itu mengerutkan keningnya. "Apa kata mu?"
"Maaf, aku hanya suka memperhatikan seseorang. Apalagi jika seseorang itu memiliki tubuh yang bagus."
Bangsawan itu pun tersenyum kecil, "Kamu memang memiliki mata yang bagus. Baiklah, jika beruntung kita akan bertemu kembali."
Setelah itu, bangsawan itu pun meninggalkan toko. Lalu, aku bertanya kepada Jill tentang bangsawan itu
"Siapa dia?"
"Dia Bangsawan di kota ini bernama Scott."
Memahami Scott, aku pun menduga sesuatu. "Mungkin kah, dia tertarik dengan gadis Beastman cantik yang dilelang itu?"
"Iya, benar sekali dan harga penawaran naik menjadi 7,2 juta Mozza."
Mendengar itu, aku mengerutkan kening. "Aku tidak menyangka dia tertarik dengan budak mahal."
"Iya. Sebenarnya, saya juga mendengar bahwa Tuan Scott juga telah membeli semua gadis budak di kota Alberto ini selama sebulan ini."
Mendengar itu, aku hanya berpikir satu pemahaman yakni bangsawan itu sangat mesum.
Maka, aku pun menaikan tawaran sebesar 500 ribu Mozza menjadi 7,6 juta Mozza.
Dan, pada hari ketiga penawaran. Aku sangat percaya diri bahwa bangsawan mesum itu akan menyerah akan tetapi, setibanya di toko budak terdapat banyak prajurit yang berjaga-jaga disana.
Aku pun sedikit heran dan bertanya-tanya. Lalu, kebetulan ada Jill yang sedang berbincang dengan salah satu prajurit.
Melihat itu, aku menghampiri nya.
"Pak Jill, ada apa? Kenapa Toko di jaga ketat oleh prajurit?" Tidak hanya itu, aku melihat Jill memiliki memar di wajah nya. "Kenapa pak Jill juga terluka?"
Mendengar pertanyaan ku, Jill sontak menghadap kearah ku. "Oh, Tuan Rudi. Saya sungguh meminta maaf. Sebenarnya, anda telah memenangkan pelelangan namun, dia diculik oleh Tuan Scott!"
"Apa?!"
Lalu, prajurit yang berbincang dengan Jill penyambung nya.
"Tuan, anda tidak perlu khawatir! Kami akan menemukan dan menangkap nya!" jawab percaya diri prajurit.
Aku pun memberikan senyuman kecil, "Kalau begitu, aku percayakan kepada kalian!"
"Baik."
Tapi, bohong. Bagaimana mungkin aku percaya dengan ucapan prajurit yang mungkin memiliki sifat yang sama seperti polisi di bumi.
"Baiklah, Pak Jill. Pak Prajurit. Aku mengandalkan kalian!"
"Iya, serahkan kepada kami!"
Setelah itu, aku pergi meninggalkan Jill dan prajurit ke gang kecil. Lalu, disana aku mengambil smartphone dan membuka aplikasi navigasi. Lalu, mengetik:
Y'shtola.
Kling!
Sesaat mengetik itu, muncul lah titik merah yang merupakan lokasi dari Y'shtola.
Melihat itu, aku pun tersenyum. "Ketemu."
Seusai menemukan lokasi Y'shtola, aku pergi mengunakan aplikasi Go ke lokasi penculikan dan aku pun tiba disebuah hutan gelap yang dimana terdapat bangunan istana bergaya Eropa abad pertengahan.
Meski begitu, istana itu tidak ada penjagaan sedikit pun.
"Dia memang orang yang mencurigakan lebih dari itu, ini terlihat seperti rumah vampir."
Setelah memahami itu, aku pun masuk kedalam istana yang mana juga tidak ada satu pun penghuni disana bahkan sangat sunyi sampai-sampai suara langkah kaki ku terdengar.
Sesaat kemudian, aku pun mendengar suara alunan piano dari sisi ruangan yang tidak ketahui walaupun begitu saat semakin dekat dengan lokasi Y'shtola suara itu semakin keras.
Langkah ku pun terhenti di sebuah pintu dua besar yang berada di lantai tertinggi Istana tersebut.
Tanpa ada keraguan, aku pun membuka pintu itu dan masuk kedalam yang mana setibanya didalam terlihat Scott dengan memainkan piano besar dengan Y'shtola yang diikat secara tersalib di samping nya bersama beberapa gadis tlanjang dibawah nya yang mana mereka sudah seperti boneka dengan tatapan kosong serta tubuh nya sudah kurus kering.
Melihat situasi itu, aku pun menenangkan diri lantaran kejadian ini sama seperti kejadian penculikan vampir didalam game yang pernah kumainkan.
"Sebenarnya, apa yang kamu lakukan?"
Tidak lama kemudian, Scott menghampiri alunan piano nya dan beranjak diri. Lalu, menyambut ku dengan senyuman lebar.
"Selamat datang di istana ku, wahai manusia bodoh!" seru senang Scott.
Scott yang aku lihat saat ini berbeda dengan Scott sebelum nya yang mana saat ini dia memiliki mata merah dengan dua taring yang panjang. Ini membuktikan bahwa dia ras vampir.
"Aku tidak menyangka akan ada ras vampir di kota sepadat itu."
"Ini karena kalian manusia yang bodoh. Tidak ada yang menyadari kehadiranku."
"Jadi, apa yang akan kamu lakukan dengan budak yang baru saja aku beli?"
"Hal itu aku lakukan untuk ritual?"
Mendengar itu, aku pun sedikit terkejut dan terheran. "Ritual? Apa maksud mu?"
Lalu, Scott menoleh kearah Y'shtola. "Apakah kamu pernah mendengar bahwa darah dari gadis seorang reinkarnator akan memberikan umur 1.000 tahun?"
"Menjijikkan, teori apa itu?"
Scott pun menghela nafas panjang dan tersenyum lebar.
"Dari semua manusia, kamu memang yang terhebat mampu menemukan istanaku ini. Maka ... "Scott pun menghunuskan pedang hitam yang tersimpan pada pinggang nya. "Berbahagia lah! Aku akan membunuh dan meminum darah mu disini!"
Mendengar itu, aku pun hanya tersenyum kecil. "Benar kah."
Lalu, aku dan Scoot pun saling bertukar senyum remeh.
...####...
...Extra Chapter:...
Great Dungeon Anosia merupakan sebuah Dungeon besar yang berada tidak jauh dari Ibukota Alexandria dan disana, Rendy, Dina, Haikal dan kelompok pahlawan yang lain sedang menjelajah Dungeon.
"Saya tidak menyangka kalau Dungeon akan semudah ini," ucap remeh Jack.
"Jack, jangan lengah!" seru Rendy.
"Baik-baik, ketua kelas!" jawab Jack.
Beberapa orang lain nya pun tersenyum kecil termasuk Dina dan Haikal sedangkan, Rendy menghela nafas panjang.
Mereka pun tiba di sebuah lantai yang berupa jurang tajam yang mana mereka harus melewati jalan setapak di sisi bukit hingga tidak sengaja pijakan dari Dina terjatuh hingga membuat dia kehilangan keseimbangannya namun, Rendy dengan sigap menangkap Dina dan menariknya hingga membuat pandangan Dina dan Rendy sangat dekat dan berdiam sejenak dengan wajah yang memerah.
Siska yang melihat itu, dia pun batuk sengaja. "Hugh ... kalian kapan jalan nya?"
Mendengar itu, Dina dan Rendy sontak menjauhkan pandangan dan membantu Dina untuk berdiri disamping.
"Terimakasih," ucap Dina.
Rendy pun tersenyum, "Sama-sama."
Lalu, mereka terus melakukan penjelajahan sampai tiba di bagian tengah Dungeon yang mana tiba-tiba kelompok mereka terkepung oleh gerombolan monster dengan satu monster yang sangat kuat.
Meski begitu, Rendy dan lainnya terus melawan gerombolan monster itu sampai akhir Haikal yang berada di barisan belakang tiba-tiba terkena serangan dadakan dari monster dibelakang mereka hingga membuat Haikal terkena telak serangan dan terpental ke jurang.
"Haikal!" seru panik Rendy.
Melihat itu, Dina pun hanya terpikir satu yakni kabur.
"Tidak ada pilihan lain!" Lalu, Dina mengeluarkan sihir unik nya. "Warp Gate."
Sesaat kemudian, keluar lingkaran api dengan pantulan hutan ditengah lingkaran tersebut.
"Kalian, ayo kita pergi dari sini!"
Lalu, Rendy dan kelompok lainnya masuk kedalam portal sehingga mereka tiba di sebuah hutan dalam sekejap meninggalkan Haikal di dalam Dungeon.
Disisi lain yang mereka tidak ketahui, Haikal yang berada di dasar jurang membuka mata nya. "Saya masih hidup kah," batin Haikal seraya menatap langit gelap diatas nya.