Become Rich In Another World

Become Rich In Another World
Chapter 41 | 1 Ton Emas Antam



...Chapter 41. 1 Ton Emas Antam...


Setelah membeli Efil, aku mengajaknya ke dunia kabut yang mana disana membuat nya ketakutan.


"Tuan, ini dimana?"


"Dunia pribadi ku, dunia kabut dan sebelum itu, aku akan memberitahu mu sesuatu."


Mendengar ucapan ku, Efil memasang wajah bingung. Lalu, aku pun menonaktifkan aplikasi Makeover dan kembali ke wujud manusia.


Hal itu membuat Efil terkejut sampai dia menutup mulut nya dengan kedua tangan nya.


"Tuan, jadi anda bukan Undead?!"


"Iya, aku hanya manusia biasa dan aku harap kamu bisa merahasiakan identitas ku ini saat menjadi Undead."


Efil pun mengembalikan sikap nya, "Baik, Tuan."


Sesaat kemudian, Girl one dan beberapa Homunculus datang. Lalu, berdiri didepan ku.


"Tuan, anda sudah pulang."


"Girl one, tolong layani Efil! Mandikan dan berikan baju juga makanan di rumah ku!"


"Baik, Tuan."


Lalu, Homunculus yang lain menghampiri Efil. "Mari Nona!"


Meski Efil kebingungan, dia hanya bisa mengikuti arahan Homunculus dan pergi bersama mereka.


Lalu, aku pun juga melakukan hal yang sama yakni membasuh diri dan berganti pakaian.


Setelah itu, aku dan Efil sarapan bersama yang dimana makanan itu sudah dihidangkan oleh para Homunculus. Meski dihidangkan oleh mereka namun, rasa nostalgia bumi masih bisa kurasakan lantaran bumbu berasal dari aplikasi Online Store.


Terimakasih, Dewa-dewi.


Disisi lain, Efil menyantap makanan itu dengan lahap. Aku tidak tahu, apakah dia lapar? Atau sangat menikmati makanan nya.


Lalu, malam hari ditengah aku ingin istirahat tiba-tiba Efil datang ke kamar ku.


Tok! Tok!


"Tuan, apakah anda sudah tidur?"


Mendengar itu, aku yang sedang rebahan sontak bangun dan membuka pintu.


"Efil, ada apa? Kenapa kamu belum tidur?"


Efil menoleh samping dan sedikit menundukkan kepalanya dengan wajah yang memerah.


"Tuan, apakah anda tidak ingin pelayanan malam? Saya dengar manusia membeli budak Elf untuk kepuasan malam mereka."


Mendengar itu, aku pun sedikit malu. Wajah Efil memang sangat cantik dan cukup menggoda terutama kulit nya yang putih dan lembut akan tetapi esok hari aku ada kesibukan dan butuh stamina. Jika, aku melakukan sek pastinya akan membuat ku kelelahan.


Maka dari itu, aku pun menolak nya secara halus.


"Maaf, Efil. Malam ini aku tidak bisa dan tidak semua manusia setiap malam nya harus dilayani."


Efil pun sedikit terkejut dan dia menundukkan kepalanya seraya memegang dadanya. "Apakah karena Tuan tidak menyukai ku? Ataukah badan ku tidak sebagus Elf yang lain?"


Mendengar kekecewaan itu, aku memegang kepala Efil.


"Efil, kamu sangat cantik. Tapi, besok aku harus bangun lebih awal dan banyak yang harus kulakukan.


Mendengar itu, Efil sontak memandangiku dengan senyuman kecil dan dia menganggukkan kepalanya. "Baik, Tuan. Saya mengerti dan selamat beristirahat!"


"Kamu juga Efil. Selamat beristirahat!"


Setelah itu, Efil kembali ke kamar nya dan aku merebahkan diri diatas kasur.


Keesokan harinya, aku kembali menjadi skeleton dan pergi ke kota Niflheim dengan mengunakan sihir Hogwarts.


"Apparate."


Dan, dalam sekejap aku tiba di Kota Niflheim.


Meski, aku sudah bisa menggunakan apparate namun, aku belum bisa kembali ke benua Timur dengan mengunakan sihir itu. Disisi lain, aplikasi Go juga tidak kunjung diperbaiki.


Memahami itu, aku pun tersadar bahwa ada rancangan dewa yang mengharuskan Aku di bangsa iblis.


Setelah berpikir dan menganalisa, aku memutuskan untuk mengabaikan nya dan kembali kepada urusan ku sendiri yakni mencari uang serta informasi dengan pergi ke toko senjata dan disana, aku bertemu seorang wanita berambut hijau panjang, mata hijau dengan pakai minim. Namun, dia memiliki aura intimidasi yang kuat.


"Senang bertemu dengan anda, Tuan ..."


"Aku Lucifer."


"Iya, Lucifer. Aku Zebiantes, salah satu dari empat jenderal Raja Iblis."


Aku pun sontak membungkukkan badan, "Senang bertemu dengan anda, Nona."


Lalu, Zebiantes menyilangkan kaki dan melipatkan tangan.


"Aku tidak akan berlama-lama dan berapa emas yang bisa kamu jual?"


"Berapa banyak yang nona ingin?"


"Ehh ... Jadi, kamu menantang ku. Baiklah, berikan aku 1 ton! Aku akan beli perkilo nya 1,2 milliar Vale dan jika berhasil. Maka aku akan membayar 1,2 triliun Vale. Bagaimana kamu sanggup?" tanya Zebiantes dengan nada remeh.


"Baiklah, aku sanggup tapi tidak bisa sekaligus."


"Tentu saja, aku akan berikan kamu satu bulan untuk mengumpulkan nya. Lalu, datanglah ke Istana Iblis."


"Baiklah, Nona Jenderal Zebiantes."


Zebiantes pun tersenyum. Lalu, dia beranjak diri dan memberikan tangan kepada ku.


"Senang bisa bernegosiasi dengan mu, Tuan Lucifer."


Aku pun juga bangkit berdiri dan memberikan tangan ku. "Sama-sama, Nona Jenderal Zebiantes."


"Tunggu! Jangan panggil aku Jenderal! Itu terdengar sangat aneh."


"Baik, Nona Zebiantes."


Setelah itu, aku pun mulai disibukkan dengan penjualan emas yang berawal dari 10 batang 1 kg dan terus bertahap sesuai dengan kemampuan rupiah ku di Online Store sampai memakan waktu 20 hari untuk mencapai 1.000 emas 1 kg batangan Antam.


Lalu, aku masukan kedalam item Box dan pergi ke istana iblis yang mana hal itu membuat ku tegang dan gugup.


Tapi, siapapun klien nya? Seorang pedagang harus memenuhi janji nya.


Aku pun memperkuat tekad dan terus melangkah sampai gerbang istana iblis yang mana di gerbang itu terdapat prajurit bayangan yang mengenakan baju zirah lengkap. Tubuh nya hitam pekat dan hanya terlihat kedua mata yang merah menyala.


"Undead, apa urusan mu disini?"


"Aku pedagang emas dan ingin bertemu dengan Nona Jenderal Zebiantes."


Sesaat kemudian, pintu istana terbuka dan terlihatlah sosok Zebiantes di tengah pintu tersebut.


"Dia tamu ku! Biarkan dia masuk!" seru Zebiantes.


Mendengar itu, kedua penjaga sontak menepi dan memberikan hormat kepada Zebiantes.


"Tuan Lucifer, mari ikut dengan ku!"


"Baik."


Lalu, aku pun melangkah masuk kedalam Istana Kerajaan Iblis. Setibanya didalam, pandangan ku tidak lepas dari apa yang ada disekitar ku yang mana banyak nya ornamen, lukisan, guci dan beberapa benda klasik lainnya.


Lepas dari itu semua, setibanya didalam langit tiba-tiba berubah menjadi gelap. Meski saat diluar tadi hari masih siang.


Hal itu membuktikan bahwa sihir di dunia ini sangat luar biasa.


Beberapa saat kemudian, aku pun tiba di ruang kerja Zebiantes. Lalu, dia pun menghentikan langkah.


"Sekarang, tunjukkan kepada ku emas nya!"


"Baik, Nona."


Lalu, aku pun mengeluarkan 1.000 batang emas Antam 1 kg hingga membuat seluruh ruangan tertutup oleh emas.


Melihat emas itu, Zebiantes tersenyum dan melihat sekeliling nya.


"Wuah ... indah nya. Emas memang luar biasa dan emas seperti ini aku baru lihat."


Aku yang mendengar itu hanya memberikan senyum meski tidak terlihat lantaran wujudku yang Undead dan aku pun menyadari kagum nya.


"Nona Zebiantes, bagaimana dengan pembayaran nya?"


Mendengar itu, Zebiantes sontak mengembalikan posisi tenang nya.


"Masalah itu, ikut dengan ku! Kita akan menemui Raja Iblis untuk membahas pembayaran nya."


Jawaban Zebiantes itu membuat ku terkejut yang mana tujuan ku terkirim ke dunia lain ada didepan mata dan hal itu membuat ku tega serta gugup.