Become Rich In Another World

Become Rich In Another World
Chapter 22 | Pedagang melawan Vampir



...Chapter 22. Pedagang melawan Vampir...


Saat ini aku sedang berhadapan dengan sosok vampir dan pada umumnya, sang pahlawan akan berhadapan langsung dengan musuh didepan nya tapi tidak dengan ku.


"Berbahagia lah! Aku akan membunuh dan meminum darah mu disini!" seru bangga Vampir.


"Oh, benarkah?"


Lalu, aku pun sontak ingin mengunakan aplikasi hipnotis namun, tidak berhasil lantaran level dari Scott jauh dari level ku sehingga ada sebuah kondisi yang mana aku harus menyentuh target agar hipnotis bisa dilakukan.


Sesaat kemudian, vampir itu melompat horizontal kearah ku. Sebelum mencapai ku, tanpa dia sadari aku sudah menempatkan G-Two disisi samping yang mana G-Two sontak mengeluarkan tombak sihir.


Melihat serangan itu, Scott sontak menghindari serangan itu dengan mengunakan perisai sihir namun, aku tidak membiarkan nya.


"Cancel."


Kalimat ini merupakan perintah suara singkat untuk mengaktifkan aplikasi Cancel di Smartphone.


Sesaat aku mengatakan itu, sihir perisai Scott hancur hingga membuat nya telak terkena tombak api.


Serangan G-Two tidak berhenti disitu, dia pun menciptakan beberapa tombak api lainnya dan melesatkan kearah Scott. Lalu, dia mengunakan sihir Perisai namun, aku membatalkan nya kembali hingga membuat terkena telak lagi beberapa tombak yang dilesatkan oleh G-Two.


Hal itu membuat Scott kesal, "Bedebah! Berani nya kamu!" Scott meluruskan tangan nya dan merapalkan sihir. "Abyss Ball."


Bola hitam pekat pun terbentuk dan melesatkan kearah G-Two. Melihat itu, aku pun tidak tinggal diam.


"Neo, Cancel bola hitam!"


Ciuss!


Dalam sekejap bola sihir hitam menghilang.


Scott pun terkejut melihat sihir nya terpatahkan dengan mudah. "Tidak mungkin! Bagaimana bisa?!"


"Jika sihir tidak bekerja maka, aku akan menebas mu langsung!"


Sesaat mengatakan itu, Scott melompat horizontal kearah ku yang mana kali ini dia bergerak lebih cepat bahkan serangan G-Two tidak bisa menjangkau nya. Sesudah berjarak dekat, dia menaikan pedang nya keatas. "Mati!"


Melihat itu, aku sontak mengambil pistol revolver yang sudah berisi peluru dan menodongkan nya lalu, menembakkan nya.


Dor! Dor! Dor!


Suara tembakan di ruangan yang sunyi sangat menggelegar.


Tembakan itu pun tepat mengenai dahi dan wajahnya hingga membuat nya terjatuh dan geram kesakitan.


"AAA! Sakit!"


Meski dahi nya sudah berlubang namun, sihir penyembuhan diri tetap bekerja menutup luka. Melihat itu, aku pun membatalkan sihir penyembuhan nya.


"Cancel."


"Aaaaa!" Vampir itu pun tambah menjerit hingga akhirnya dia mati karena luka tembak tidak bisa disembuhkan.


Dan pertarungan pun berakhir.


Lalu, aku bergegas menghampiri Y'shtola dan membebaskan nya dari ikatan tersalib. Dia pun terjatuh dan pelukan ku.


Lalu, aku menidurkan dengan kepalanya tangan ku.


"Y'shtola!"


Mendengar panggilan ku itu, Y'shtola membuka matanya dan menatap ku.


"Oh, Tuan Rudi. Ini dimana?"


"Ini di rumah Vampir yang bernama Scott."


Sesaat kemudian, Y'shtola mengingat tentang kejadian yang menimpa nya. Lalu, dia mengumpulkan tenaga nya untuk duduk dan melihat sekitar nya yang mana dia terkejut melihat Scott yang seorang ras vampir terkenal dengan keabadian nya kini menjadi mayat.


Lalu, Y'shtola mengerutkan kening. "Aku tidak menyangka kamu bisa mengalahkan dan seperti nya kemampuan mu lebih kuat dibandingkan dengan pahlawan lain nya."


"Entahlah, aku hanya beruntung."


Y'shtola pun tersenyum kecil melihat kearah ku, "Seperti dengan kejadian ini aku akan berhutang Budi kepada mu seumur hidupku."


"Kamu berlebihan."


"Begitu kah."


Lalu, aku dan Y'shtola saling tertawa kecil.


Setelah itu, aku pun menjarah semua benda-benda milik Vampir Scott yang mana dia memiliki pedang yang luar biasa yakni


Selanjutnya, aku memanggil salah satu Goblin untuk menyantap Scott. Hal hasil dia bisa berevolusi menjadi Hobgoblin Vampir dan ku beri nama G-Three.


Y'shtola yang melihat proses itu, dia pun merasa jijik namun, dia memilih diam dan menahan nya. Dari itu dia tahu bahwa aku bukan lah pahlawan atau orang baik.


Karena di dunia ini, aku tidak ingin merugi.


Selain itu, aku menemukan koin yang berlimpah diantaranya;


4 koin platina;


30 koin emas putih;


100 koin emas;


500 koin perak;


Dan, 1.000 koin perunggu.


Namun, hasil koin rampasan ini. Aku akan gunakan untuk Top Up menjadi 806 juta rupiah.


Lalu, ada juga beberapa senjata seperti pedang, tombak, kapak dan sebagainya. Namun, semua senjata itu terlihat biasa nya.


Dan, langkah terakhir. Aku membakar istana itu untuk membumikan puluhan jasad wanita yang sudah menjadi kering karena darah nya terhisap oleh Vampir Scott.


Seusai semua itu, aku mengunakan Aplikasi Go kembali bersama Y'shtola ke toko perbudakan.


Disana Jill terkejut saat melihat ku dan Y'shtola. Lalu, aku pun menceritakan semuanya yang terjadi hingga membuat para prajurit datang ke istana kosong namun, setibanya disana istana sudah hangus terbakar.


Disisi lain, Jill pun mengembalikan harga Y'shtola ke harga semula yakni 1 juta Mozza. Tanpa ada keraguan, aku pun membayar nya dan aku pun mendapatkan budak pertama ku.


Seusai semua proses itu selesai, aku dan Y'shtola kembali ke kota Aeri dan Fina yang bertemu dengan Y'shtola, dia pun sangat senang dan berterima kasih kepada ku.


Dengan ini, misi penyelamatan Y'shtola berakhir dengan sukses.


Sebagai rasa terima kasih nya, Fina dan Y'shtola meminta untuk melakukan pelayanan malam dan lebih dari itu, mereka ingin melakukan nya secara bersamaan hal hasil, aku mendapatkan pengalaman pertama Threesome hingga keesokan harinya, aku sangat kelelahan dan tidak bisa melakukan aktifitas apapun.


...****...


...Extra Chapter:...


Di asrama akademi Pahlawan, Rendy dan para transmigran lain nya sedang berkumpul di aula makan yang mana mereka sedang membahas sesuatu.


"Sial! Bagaimana bisa dia jatuh begitu saja?!" ucap kesal Putra.


"Cih ... lemah!" gumam Alexa.


Lalu, Dina pun melihat kearah Rendy.


"Rendy, apa yang akan kamu lakukan?Menyelamatkan nya atau tidak?"


Rendy pun menggelengkan kepalanya dan menghela nafas panjang. "Kemampuan kita belum kuat untuk bisa menyelamatkan."


"Jadi, kamu berdiam diri! Dan, tidak melakukan apapun?" sambung Dina.


"Oi, Dina. Kenapa kamu tidak selamat dia sendiri!" ucap ketus Jack.


Dina yang mendengar itu, dia sontak melihat Jack dengan tatapan tajam, "Kamu bicara apa?"


"Saya hanya bicara kenyataan lebih lagi salah dia sendiri terlalu lemah," jawab Jack.


"Kamu?!" seru kesal Dina.


"Sudah-sudah, jangan berdebat!"


Lalu, salah satu pemuda berambut rapih angkat bicara dan bangun dari duduk nya. Dia bernama Aditya.


"Sudah lah. Lebih baik, kita berpisah saja. Saya akan mencari kemampuan ku sendiri!"


Seusai mengatakan itu, Aditya pergi meninggalkan asrama diikuti oleh beberapa murid yang lain.


"Hei, Tunggu! Lebih baik kita bersama! Oi!" seru Rendy yang ingin mencoba menghentikan langkah mereka.


Akan tetapi, tidak ada satu pun yang mendengar kan bahkan Dina pun juga memutuskan hal yang sama.


"Jack, benar ucapan mu. Lebih baik, aku mencari kemampuan ku sendiri!"


Lalu, Dina pun juga pergi meninggalkan kelompok pahlawan.


Dan, sejak saat itu. kesembilan belas Transmigrator berpencar ke seluruh dunia Phantasia.