Become Rich In Another World

Become Rich In Another World
Chapter 47 | Momen in Phantasia



...Chapter 47. Momen In Phantasia....


Karena aku tidak ingin menjalani waktu yang sama kini aku putuskan untuk membantu panti asuhan lebih cepat.


Pertama, aku pun bertemu dan berkenalan dengan Pemilik toko properti, Rui. Setelah itu, aku membeli gedung panti asuhan dan bertemu dengan Lizu.


Lizu pun menjelaskan kronologis panti asuhan terbengkalai dan aku pun menolong nya seperti pada waktu sebelum nya.


Merubah dan memperbaiki panti asuhan serta menjadi karyawan dan anak-anak panti asuhan menjadi karyawan ku.


Dariel yang melihat sikap ku itu, dia pun terharu dan bangga. Lalu, saat kami sedang di bar Dariel mengatakan sesuatu.


"Tuan Juan, bisakah saya menjadi karyawan anda?"


Mendengar itu, aku pun terkejut. "Eh? Tapi kan pak Dariel Kepala Desa. Apakah bisa?"


Pak Dariel menundukkan kepalanya, "Saya memiliki mimpi untuk membuka sebuah kedai di kota. Namun, karena keadaan saya tidak bisa pindah ke kota besar terlebih lagi kehidupan kota yang mahal."


Mendengar itu, aku sepintas mengingat Fina dan kedai nya. Maka terpikir sebuah ide.


"Kalau begitu, aku akan wujudkan mimpi bapak dengan membuka kedai di kota Aeri ini."


Mendengar itu, Pak Dariel sontak menegakkan kepala nya dan membuka lebar matanya. "Benarkah?!"


"Iya, secara kebetulan. Aku juga ingin membuka kedai."


Pak Dariel yang mendengar jawaban ku, dia menitihkan air mata dan mengusap nya. "Terimakasih, Tuan Juan."


"Dan, untuk pengaturan nya. Tolong percayakan kepada ku!"


Pak Dariel pun mengangguk kepalanya. "Iya, aku percaya kepada anda."


Sesudah itu, kamu menghabiskan malam di bar dan lagi-lagi pulang larut malam.


Akan tetapi, di gang kecil sebuah kejadian yang sama terjadi lagi namun, kali ini lebih cepat.


"Ku mohon lepaskan aku!"


Mendengar itu, aku pun menghampiri sumber suara yang mana ku melihat Fina bersama ketiga rentenir.


Lalu, Fina pun tangan nya dipegang dan dijambak oleh pria lusuh seraya memaki nya.


"Diam! Gadis rendahan!"


"Hiyaa ... Siapapun tolong!" teriak Fina yang kesakitan.


Melihat itu, aku pun membantunya.


"Hei, kalian! Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa membuat keributan disini?"


Saat aku berkata seperti itu, ketiga pria lusuh dan Fina sontak melihat ku.


"Hah?! Siapa kamu?" tanya pria lusuh.


"Ini bukan urusan mu, Pergi!" seru pria lusuh yang lain.


Fina yang melihat ku, dia sontak melihat ku dengan menitihkan air mata nya. "Tuan? Selamat saya! saya akan berikan apapun yang tuan inginkan."


Pria yang menjambak Fina pun sontak melihat ku dengan tatapan tajam."Hah? Jadi, kalian saling kenal?"


"Tentu, dia karyawati baru ku. Jadi, sebenarnya apa yang terjadi? Dan, bisakah kita bisa baik-baik dan lepaskan tangan mu dari rambut nya?"


"Hah?! Siapa kamu? Berani nya memerintahkan kami!" seru kesal pria lusuh.


Aku pun tersenyum seraya bergumam sendiri. "Seperti nya memang tidak bisa..." Lalu, aku merapalkan skill yang telah ku beli sebelumnya di Universal Shop.


"Absolute Charm."


Sesaat kemudian, pria lusuh yang memegang Fina menjadi terdiam dengan mata yang kosong.


"Hei, kamu lepaskan tangan mu dari Fina!"


Tanpa ada ekspresi, pria lusuh itu melepaskan tangan nya dari rambut dan tangan Fina.


Melihat reaksi itu, aku tersenyum sendiri.


Kedua pria lusuh sontak bingung dengan keadaan teman nya. "Oi, kenapa dengan mu?!"


Dengan ekspresi dingin, pria terhipnotis menjawab nya. "Tidak ada apa-apa."


Aku pun melihat kearah Fina dan memberikan nya anggukan kepala dan senyuman hingga membuat Fina juga tersenyum dan mengusap air mata nya.


"Sekarang, jelaskan kepada ku apa yang terjadi disini?"


Pria terhipnotis sontak menjawab nya, "Kami sebenarnya bukanlah bandit melainkan karyawan dari perusahaan Tate yang bertugas untuk menagih hutang."


Menyadari rekan nya dengan mudah menjawab, pria lusuh yang lain sontak kesal dan menghampiri ku. "Oi, bedebah. Apa yang kamu lakukan dengan rekan kami?"


Saat melihat pria datang, aku mengunakan skill absolute Charm juga kepada kedua pria lusuh hingga membuat mereka dalam kondisi terhipnotis.


Fina yang melihat itu, dia pun sempat bingung namun, dia tidak takut mungkin dia percaya kepada ku.


Lalu, aku kembali kearah pria lusuh.


"Jadi, berapa hutang yang gadis ini tanggung?"


"500 ribu Mozza."


"Ayah dari gadis @njing ini telah meninggal dunia maka dari itu, anak nya yang harus menanggung hutan nya."


Mendengar itu, aku pun memutuskan untuk membantu nya karena aku sangat tidak suka ada pria yang menganiaya seorang wanita.


"Baiklah, aku yang akan membayar nya."


Dengan tatapan cemas, Fina pun melihat ku dan bergumam. "Tuan..."


Mendengar itu, aku pun hanya memberikan senyuman kepada nya. Lalu, mengambil 5 koin emas putih kepada pria lusuh. "Ini berikan kepada Boss mu!"


"Baik."


Dalam kondisi terhipnotis, pria itu menghampiri ku dan menerima uang pemberian ku.


Lalu, aku pun terpikir sesuatu dan memberikan satu koin emas lagi kepada pria lusuh.


"Ini buat kalian bertiga dengan syarat bunuh pemimpin Perusahaan Tate dan kalian akan sadar setelah meninggal kami!"


"Baik!" jawab serentak ketiga pria lusuh.


"Sekarang pergi!"


"Baik!" jawab serentak ketiga pria lusuh lagi.


Setelah itu, aku pun menghampiri Fina yang masih terduduk di tanah.


"Kamu tidak apa-apa?"


"Iya, saya baik-baik saja. Terimakasih sudah mau berbohong dan menolong saya. Nama Saya Fina."


"Aku Juan. Salam kenal, Fina!"


Sesaat kemudian, Dariel menyadari kedekatan ku dengan Fina. Dia pun pamit undur diri, "Tuan Juan, saya ke penginapan duluan."


"Iya."


Lalu, Dariel pun meninggalkan aku dan Fina.


"Kalau begitu, bisakah aku mengantarkan mu pulang? Akan berbahaya jika seorang gadis seperti mu pulang sendirian di tengah malam begini."


Wajah Fina pun memerah dan menundukkan kepala dengan anggukan kecil.


Setelah itu, aku mengantar Fina pulang dan selama perjalanan, kami saling diam hingga tiba dalam di kedai nya Fina.


"Kalau, begitu aku pulang dulu! Istirahatlah ya!" seru ku seraya memegang kepala nya dan tersenyum.


Fina yang melamun dia pun tersadar dan melihat ku.


Lalu, aku pun berbalik badan dan beranjak pergi akan tetapi, Fina meraih tangan ku hingga membuat langkah ku berhenti dan menoleh ke belakang. "Ada apa, Fina?"


Fina pun memalingkan wajahnya nya kesamping. "Tuan Juan, aku pasti akan membayarnya meski belum bisa sekarang. Tapi ..." wajah Fina memerah. "...Sebagai rasa terima kasih. Izin saya melayani anda diatas ranjang malam ini!"


Mendengar itu, aku pun sedikit terkejut. "Eh? Apa maksudmu?"


Momen ini sama seperti waktu sebelumnya dan aku tidak akan menyia-nyiakan untuk menikmati tubuh Fina.


Mendengar pertanyaan ku itu, Fina sontak melepaskan tangan ku dan membuka seluruh pakaiannya didepan ku sehingga tubuh yang putih bening, buah dada nya yang besar terlihat jelas. Seusai itu, Fina dengan wajah yang memerah dia sontak mencium bibir ku.


Sebuah ketulusan untuk berterimakasih tidak mungkin aku sia-siakan maka dari itu, aku sontak menerima ciuman itu hingga berujung diatas ranjang yang kumuh dan kotor meski begitu aku tidak peduli lantaran tertutupi oleh nikmat nya pelayan dari Fina.


Dan, dimalam yang sama. Ketiga rentenir itu melakukan pembantaian perusahaan nya sendiri dan membuat mereka juga terbunuh.


Keesokan harinya, Fina menceritakan kisah keluarga dan kedai nya. Lalu, aku pun menawarkan diri untuk melakukan investasi dan memberikan modal untuk Fina melalui Rui.


Dan, Fina pun sangat berterimakasih bahkan sampai menyerah tubuh nya kepada ku. Namun, aku hanya meminta dia untuk menjadi karyawati saja.


Setelah itu, aku meminta pak Dariel membantu Fina dalam mengurus kedai dan dia pun sangat senang.


Karena hal itu, Dariel pun kembali ke desa yang dimana tujuan untuk menyerahkan jabatan nya kepada orang yang dipercaya nya dan mengajak Clara serta istrinya Novia untuk pindah rumah akan tetapi Novia dan Clara menolak dan memutuskan untuk tetap tinggal di desa Raflesia.


Dariel yang memahami situasi itu, dia pun memutuskan untuk menyerah dan kembali ke desa Raflesia.


Setelah semua permasalahan selesai, aku pun mengadakan pesta barbeque di panti asuhan bersama Fina, Lizu dan penghuni panti asuhan lainnya yang diakhiri bermalam di ranjang bersama Fina.


Dan, lagi-lagi sebuah momen lebih cepat.


Disaat aku dan Fina sedang beristirahat sehabis melakukan sek diatas kasur, Fina pun meminta sesuatu kepadaku.


"Tuan Rudi, bolehkah saya meminta tolong kepada Tuan?"


"Meminta apa?"


"Tolong bebaskan kakak ku dari perbudakan, dia bernama Y'shtola. Kakak ku menjual diri nya agar bisa membayar bunga hutang. Jangan saya merasa bersalah! Maka dari itu, Tuan, Saya mohon!"


Aku pun tersenyum dan mengelus-elus kepalanya. "Iya, aku akan bantu. Lalu, dimana dia sekarang?"


"Saya mendengar kakak ku berada di tempat perbudakan yang ada di kota Alberto."


"Oh, disana. Yasudah, aku akan kesana. Lagipula, aku ada urusan disana."


Jalan takdir lebih cepat dari pada sebelumnya meski begitu tidak masalah karena aku memiliki universal Shop.


Selain itu, aku pun menyadari bahwasanya dunia ini adalah dunia yang seharusnya aku tinggali


Aku tidak menyesal sama sekali meninggalkan bumi dan bereinkarnasi ke dunia meski sebelum aku transmigrasi bersama orang yang ku cintai tapi ...


Aku tidak ingin orang yang ku cintai itu mati di dunia yang bahkan dia tidak harus di dunia itu karena kedua orang tua dan adik nya yang sangat menyayangi nya. Dia Dina.


Maka dari itu, aku memutuskan untuk hidup seorang diri di dunia lain ini karena di bumi, aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi.


Aku pun akan terus hidup di dunia lain nya dengan menjalani takdir yang sama seperti menyelamatkan Y'shtola, membebaskan Raidenia, menyelamatkan Orc dan membangun desa di dunia kabut seperti waktu sebelumnya.


Dan, petualang ku akan terus berlanjut sampai akhir hayat di dunia Phantasia ini.


Terimakasih kepada para Dewa dan Dewi dunia ini yang telah memberikan ku kehidupan kedua ini.


...\=\=\=[ Tamat ]\=\=\=...


Hei, guys terimakasih yang sudah membaca novel ku ini meski masih banyak kekurangan namun, teman-teman semua masih bersedia membaca dan aku juga berterimakasih atas dukungan nya berupa vote, gift, like dan komen nya yang membuat ku terus update.


Dan, pada kesempatan ini juga aku ingin mempromosikan novel baru berjudul.


Weak Hunter.


Gendre: Fantasy Urban - Super System.


Rilis: 1 April 2023



Novel ini menceritakan tentang;


Di bumi terjadi sebuah bencana alam yang membuat setengah populasi dunia meninggal dunia. Bencana itu berupa muncul nya bulan kedua di dekat orbit bumi dan mereka menyebutkan The Another Moon.


The Another Moon pun memunculkan beberapa bencana alam seperti serangan gelombang elektromagnetik, gempa, Tsunami, Virus dan terakhir muncul sebuah lingkaran gerbang yang disebut Dungeon.


Dengan kehadiran bulan kedua itu, peradaban manusia berubah menjadi petarung dan pengguna skill serta sihir yang mereka sebut Hunter.


Salah satu pemuda yatim piatu bernama Rizal sangat ingin menjadi Hunter karena kehidupan ekonomi nya namun, dia gagal. Tidak hanya itu saja Rizal yang memiliki badan gemuk berkacamata sering dibully.


Sampai suatu ketika, rumah nya berubah menjadi Dungeon dan Rizal dipaksa untuk menaklukkan nya yang membuat nya tidak sadarkan diri selama satu tahun.


Sesaat Rizal sadar dari komanya didapatinya bahwa dirinya menjadi seorang player dan sistem yang berada di kepala Rizal memaksanya untuk menjadi yang terkuat.


Lalu, Rizal menuruti nya dan memutuskan untuk menjadi Hunter terkuat dan mendapatkan kehidupan yang layak.


Inilah kisah Hunter terlemah bernama Rizal Purnomo...


...•••...


Terimakasih atas perhatian nya sampai bertemu kembali di novel selanjutnya. See ya