Become Rich In Another World

Become Rich In Another World
Chapter 06 | Rumah Modern di Dunia Lain



...Chapter 06. Rumah Modern di Dunia Lain...


Tempat tinggal ku pertama di dunia lain masih lah dalam kondisi berantakan dan tidak terurus.


Dan, saat ini aku sedang bersama Clara di depan pintu.


"Maaf, Rudi. Kondisi rumah ini sangat berantakan."


"Tidak masalah, aku akan membersihkan nya."


Seusai pembincangan itu, kami pun melangkah ke pintu masuk akan tetapi langka kami berhenti lantaran di pintu terdapat sebuah surat kulit yang menempel pada pintu.


[Aku sudah lama tinggal di rumah ini akan tetapi suami dan putra ku telah memutuskan untuk pindah ke kota. Aku meninggalkan rumah ini kepada seseorang yang menginginkan nya dan pintu pun berbuka.]


Melihat itu, aku pun mengangguk kepala dan melihat kearah Clara.


"Clara, Siapa yang tinggal di sini sebelum nya?"


"Seingat ku seorang keluarga bangsawan yang dahulu masih bergelar Baron, mereka keluarga Stardia."


"Oh, begitu. Aku mengerti."


Sesuai itu, aku dan Clara masuk kedalam rumah yang mana kami disajikan dengan banyak nya debu dan sarang laba-laba meski begitu, kami tidak mempermasalahkan nya dan terus mengelilingi rumah.


Rumah itu terdiri dari beberapa ruangan diantaranya;


Kamar tidur ada 4 ruangan;


Kamar mandi yang mana kamar mandi masih kuno dengan mengunakan bak besar disertai Toilet di ruangan berbeda;


Ruang makan;


Dapur;


Ruang santai yang dilengkapi dengan cerobong asap;


Dan, ruang tamu.


Tidak hanya itu saja, perabotan yang terbuat dari kayu masihlah terlihat kokoh dan ini rumah yang sangat bagus.


"Rumah ini sangat bagus, baiklah. Aku akan menempati rumah ini."


"Iya, Rudi. Saya akan bicara dengan ayah tentang hal ini."


Sesudah itu, tanpa ada biaya apapun. Aku menempati rumah terbengkalai itu pada hari itu juga. Pak Dariel dan para warga pun sungguh baik juga ramah.


Dan, suatu hari ini aku harus membalas kebaikan mereka.


Setelah menempati rumah, aku membeli beberapa alat kebersihan seperti


Sapu lantai, 20k;


Alat pel lantai, 50k;


Alat pembersih sarang laba, 50k;


Arit, 80k;


Dan, Garukan rumput, 50k;


Total sementara saat ini sejumlah 280k rupiah.


Pekerjaan rumah ku diawali dengan membersihkan dalam rumah meski ini di dunia namun, aku masih bisa mengunakan peralatan modern.


Lepas dari itu, aku merasa semua peralatan ini sangat ringan untuk digunakan dan tidak membuat ku lelah. Aku menduga bahwa peralatan dari dunia lain memiliki efek sihir yang tidak ku ketahui.


Dan, dalam waktu yang singkat. Rumah yang sebelumnya sangat kotor kini sudah bersih kembali.


Sesudah itu, aku memangkas semua rumput dan ilalang dengan mengunakan arit yang mana peralatan ini juga tidak membuatku lelah dan memiliki ketajaman yang tinggi. Mungkin peralatan ini bisa kegunaan sebagai senjata.


Sesudah memangkas, aku mengumpulkan semua rumput yang terpotong dengan Garukan rumput. Lalu, membakar nya dengan korek gas Torch yang ku beli seharga 20k.


Ditengah membakar sampah, aku pun mendengar suara Clara yang terkagum-kagum.


"Wuah! Tuan Rudi cepat sekali bekerja nya!"


Mendengar itu, aku sontak menoleh kearah sumber suara yang mana terlihat lah Clara yang ditemani oleh Dariel.


Aku yang melihat itu sontak menghampiri mereka. "Clara, Pak Dariel!"


Pak Dariel pun memegang bahu kanan ku, "Tuan Rudi, anda memang rajin dan cepat!"


"Terimakasih, pak Dariel."


"Rudi, Saya membawakan makanan untuk anda. Jadi, Istirahat dahulu dan makan!" Seru Clara seraya memamerkan rantang kayu nya.


Aku tersenyum dan menganggukkan kepala. Lalu, aku pun makan dengan lahap di meja depan pintu masuk rumah yang mana meja itu berhadapan dengan halaman yang luas dari rumah ini.


"Bagaimana? Kamu menyukai rumah ini?" Tanya Dariel.


"Iya, aku menyukai nya."


"Ya sudah, semoga betah ya!"


Aku menganggukkan kepala seraya menjawab. "Iya, pak Dariel."


Seusai makan, Pak Dariel dan Clara pergi meninggalkan ku dan aku melanjutkan pekerjaan yakni membeli beberapa perabotan diantara nya;


Sofa L, 3M, Yang kutempatkan di ruang tamu;


Tiga Spring bed dan sprei, 4M, yang kutempatkan di tiga kamar tidur tapi hanya satu yang sprei nya tergelar;


Dan, peralatan masak, 500k.


Sesudah berhasil membeli perabotan dari dunia lain. Kini, aku mencoba membeli elektronik dan yang pertama yang ku beli ialah


Vakum Cleaner Portabel, 400k, Yang mana vakum ini mengunakan baterai Charger seperti layaknya ponsel akan tetapi, disinilah aku menemukan keanehan yang mana baterai tidak kunjung berkurang meski aku sudah mengunakan nya berkali-kali.


Memahami kejadian itu, aku mencoba membeli elektronik yang memakan banyak daya charger yakni Kulkas portabel, 1m. Namun, kejadian nya sama seperti sebelumnya. Baterai tidak berkurang sedikit pun.


Setelah mengetahui itu, aku pun tersenyum senang dan hanya bisa berkata, "Terimakasih, Dewa!"