
...Chapter 29. Buka Bar di Kota Alberto....
Setiap misi yang dijalani tentu nya aku tidak ingin rugi ataupun membuang kesempatan untuk meraih untung besar dengan cara penjarahan.
Di gedung kumuh itu, aku melucuti beberapa pakaian, zirah ataupun senjata yang menurut ku baik saat menilai barang-barang itu dengan mengunakan Aplikasi Appraisal.
Selain itu, aku juga mendapatkan brangkas koin yang berisikan 10 platina Koin, 100 Koin Emas putih, 500 koin emas dan 1.000 koin perak.
Melihat itu, aku pun tersenyum senang dan aku menduga bahwa koin itu merupakan hasil dari penjualan gadis remaja.
Lepas dari itu, pemimpin dari organisasi melarikan diri. Sebenarnya, aku bisa saja menemukan nya dengan mudah namun, aku tunda dahulu karena sekarang ini, aku memiliki 5 budak gadis remaja. Mereka adalah;
Arisa, 12 tahun, gadis manusia berambut ungu bergelombang;
Lulu, 14 tahun, gadis manusia berambut hitam panjang;
Mio, 12 tahun, gadis berambut pirang panjang.
Fay, 16 tahun, gadis berambut pendek kecoklatan.
Dan, Erin, 15 tahun, gadis remaja berambut pirang pendek.
Dua diantara mereka memiliki kemampuan sihir, Arisa memiliki sihir Telekinetik dan Lulu memiliki sihir penyembuhan. Tapi, tidak menutup kemungkinan ketiga lainnya memiliki bakat sihir atau bertarung.
Sosok kelima gadis budak itu merupakan sosok gadis yang cantik dan imut meski begitu, aku tidak mengunakan mereka sebagai pemuas hasrat ku lantaran aku ingin mempergunakan mereka sebagai pegawai agar bisa membantu Panti Asuhan dan Kedai.
Dan, aku juga ingin membuka toko baru di kota Alberto. Lalu, aku pun meminta saran kepada Andreas tentang hal tersebut.
"Jadi, bagaimana pendapat anda? Toko apa yang bagus buka di kota Alberto?"
"Hmm ... Karena itu kota Pelabuhan. Kenapa tidak membuka Bar dengan sajian minuman keras disana?"
"Tunggu! Bukankah, disana ada banyak Bar?"
"Meski begitu ... Wine yang Tuan Rudi berikan tempo hari sangat lezat dan aku pikir kalau Tuan Rudi ingin membuka Bar, aku pastikan akan ada banyak pengunjung."
"Baiklah, aku akan mencoba nya."
Setelah itu, aku pun memutuskan untuk membuka Bar di Kota Alberto maka dari itu, aku meminta bantuan Rui untuk mencari tempat yang bagus di kota Alberto.
Dan, aku pun menemukan sebuah gedung kecil yang dahulu juga bekas Bar namun bar itu mengalami kebangkrutan. Lalu, Rui pun memberikan harga 6 platina Koin atau 6 juta Mozza.
Tanpa berat hati, aku pun memutuskan untuk membeli nya. Setelah itu, aku mengajak Y'shtola untuk memperbaiki toko tersebut.
"Y'shtola, bantu aku memperbaiki nya!"
"Baik, Master."
Setelah itu, Y'shtola mengambil tongkat sihir Hogwarts dan merapalkan mantra nya.
"Reparo."
Sesaat kemudian, bahan-bahan dan material yang hancur kembali ke posisi semula termasuk kaca yang pecah hingga beberapa menit kemudian toko terbentuk utuh kembali seperti sedia kala namun, lantai masih kotor.
"Maaf, master. Mantra hanya bisa memperbaiki saja."
"Tidak masalah, itu sudah lebih dari cukup." Lalu, aku melihat kearah samping yang mana ada Mio dan Fay.
"Mio, Fay. Ini tugas kalian untuk membersihkan toko!"
"Baik, Master!" jawab serentak Mio Dan Fay.
Lalu, mereka mengambil beberapa alat kebersihan yang ku beli dari Online Store dengan total 1 juta rupiah. Meski awalnya mereka sedikit kebingungan namun, mereka tetap bisa beradaptasi.
Melihat bar yang sudah bersih dan tidak ku rubah, Y'shtola terpikir sesuatu.
"Master, mungkin kah. Master ingin membuka Bar?"
"Jika begitu, boleh kah saya menolong master dalam mengelola Bar? Saya memiliki sedikit pengalaman dalam hal ini."
Mendengar itu, aku pun teringat akan cerita Y'shtola yang mana kehidupan dahulu nya, Ibunya Y'shtola atau Yua memiliki bar dan tidak ada ruginya, aku menyerahkan management kepada nya.
"Baiklah, aku serahkan Bar ini kepada mu! Dan ..." Lalu, aku menoleh ke arah Fay dan Mio. "Mio! Fay! Sebentar ke sini!"
Mio dan Fay menghentikan aktifitas nya dan menghampiri ku.
"Iya, Master," jawab serentak Mio dan Fay.
"Mulai hari ini, kalian berdua akan bekerja disini dan dipimpin oleh Y'shtola dalam pengelolaan nya. Kalian mengerti?"
"Baik, Master," jawab serentak Fay dan Mio.
Setelah itu, aku bersama Y'shtola memilih Wine yang cocok untuk diperjual belikan.
Pertama-tama, aku membeli beberapa wine dari harga 500 ribu rupiah perbotol nya seperti Wine Cabernet Sauvignon sampai harga 5 milliar rupiah, Screaming Eagle Cabernet Sauvignon 1992 namun, aku tidak membayar nya secara full karena aku mendapatkan diskon 70 persen sehingga aku hanya perlu membayar 1,5 milliar rupiah dan Wine ini akan menjadi kebanggaan bar ini.
Selain Wine, aku juga membeli beberapa jenis Whiskey, Vodka, Champagne dan sebagainya.
Seusai, aku membeli beberapa gelas khusus dan beberapa peralatan serta perabotan yang dibutuhkan hingga aku pun mengeluarkan uang sebesar 3 milliar rupiah.
Seusai merapihkan botol dan perabotan, Y'shtola bertanya kepada ku.
"Master, apakah anda bisa membedakan rasa Wine?" tanya Y'shtola seraya menuangkan ketiga Wine yang berbeda.
Lalu, aku pun mencicipinya dan membuat penilaian.
"Sebenarnya, aku tidak begitu mengerti perbedaan nya namun, aku bisa merasakan wine harga 15 juta lebih baik dibandingkan wine 8 juta dan ini lebih baik dibandingkan wine 2 juta rupiah."
"Itu saja sudah cukup dan aku yakin bar Master ini akan banyak mengundang pelanggan dan memancing para bangsawan untuk menghabiskan uang nya untuk Wine disini," ucap senang Y'shtola.
"Iya, aku harap begitu."
Dan, pada hari itu. Bar milik ku dibuka. Lalu berkat koneksi Andreas dan profesionalisme dari Y'shtola. Bar menjadi cukup ramai.
Beberapa hari kemudian, Andreas datang ke bar dan dia mengajak ku untuk pergi ke Guild Pedagang yang ada di kota Alberto yang mana Guild Pedagang di ketuai oleh seorang wanita dewasa yang cantik bernama Adelia.
Lalu, aku dan Adelia saling bertukar senyum dan berjabat tangan.
"Senang bisa bertemu dengan anda, Tuan Rudi!"
"Aku juga senang bisa bertemu dengan Nona cantik seperti Nona Adelia ini."
"Kamu memang pintar memuji. Mari duduk!"
Setelah itu, aku duduk bersama Andreas sedangkan Adelia ada dihadapan kami.
"Maaf, aku akan ke topik pembicaraan. Apakah Tuan Rudi membuka bar baru disini?"
"Iya, maaf. Sebelum nya aku tidak memberitahu tentang bar ku ini."
"Hal itu tidak masalah untuk ku namun, aku mendengar kabar bahwa kamu memiliki wine yang memiliki kualitas tinggi?"
"Iya, aku memiliki nya."
"Apakah kami boleh diizinkan untuk menilai nya?"
Aku pun melirik kearah Andreas yang mana Andreas tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, saya akan tunjukkan!"
Lalu, aku pun mengeluarkan sekitar 10 jenis Wine, Vodka dan Champagne yang mana akan dinilai oleh orang yang dipercaya dari Guild Pedagang yang sudah dipersiapkan oleh Adelia.
Beberapa saat kemudian, sang ahli minuman membuat penilaian nya diantaranya;
Wine dengan kualitas rendah seharga 2 sampai 10 koin emas dan harga ini lebih tinggi dibandingkan dengan Wine yang ada di pasaran;
Wine dengan kualitas menengah dihargai 20 sampai 100 koin emas.
Dan, terakhir Wine dengan kualitas tinggi dihargai 150 sampai 500 koin emas.
Sosok ahli minuman keras itu sangat lah profesional meski, dia baru merasakan wine dari dunia lain. Dia masih bersikap tenang dan tidak berekspresi.
Memahami itu, aku pun menantang nya dengan mencoba wine termahal di bumi, Screaming Eagle Cabernet Sauvignon 1992.
"Pak, coba lah ini!"
Dengan sikap dingin, pria penilaian anggur menerima Wine dan mencicipi nya namun, berbeda dari Wine sebelum, mata nya yang dingin tiba-tiba terbuka dan dia berseru senang.
"Luar biasa! Aku sangat bersyukur hidup saat ini karena dapat merasakan Wine seenak dan sekuat ini. Aku sama sekali tidak pernah merasakan wine seperti ini. Ini sangat luar biasa!"
Melihat ekspresi senang ahli penilai, Aku, Andreas dan Adelia saling bertukar senyum.
"Lalu, berapa harga wine ini?" tanya ku.
Saat aku menanyakan itu, ahli penilai sontak merubah sikap dan dia pun menjawab ku dengan tatapan serius.
"Ini tidak ternilai dan mungkin, Tuan harus menaruh nya di pelelangan dengan harga buka 1.000 koin emas."
Mendengar itu, aku saling bertukar senyum lagi dengan Andreas dan Adelia.
"Baiklah, aku akan menaruh nya di pelelangan."
Mendengar itu, Adelia sontak memotong pembicaraan.
"Jika begitu, aku akan mengaturnya."
"Iya, mohon bantuannya, Nona Adelia."
Adelia pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Setelah hari itu, bar semakin ramai berkat bantuan dari Adelia dan Guild Pedagang nya.
Beberapa hari kemudian, bar didatangi oleh sebuah kereta kuda yang mewah dengan simbol dari kerajaan Alexandria diiringi oleh beberapa prajurit berzirah yang berhenti di bar.
"Siapa mereka?" tanya Y'shtola.
"Aku menembak, dia seorang bangsawan dari kerajaan Alexandria."