Become Rich In Another World

Become Rich In Another World
Chapter 39.5 | Juan Side: Pohon Iblis



...Chapter 39.5 Juan Side: Pohon Iblis...


Setelah Juan mendapatkan smartphone dan aplikasi Online Store nya.


Langkah awalnya tentu saja dana perbekalan yang masih sangat kurang. Maka dari itu, Juan berdiri didepan papan misi Guild Petualang dan melihat salah satu misi yang membuat nya tertarik.


"Misi menebang pohon Iblis. Persyaratan peringkat Tidak ada. Hadiah 5 koin emas ... seperti ini saja."


Sesaat kemudian, Jack yang ingin menjalan misi. Dia tersenyum senang dan ingin meledek Juan. Lalu, dia melihat Juan yang sedang melihat lembaran misi menebang pohon Iblis.


"Juan, misi itu memang cocok untuk mu yang seorang koki. Bukan petualang dan 100 tahun kemudian barulah kamu bisa menebang dan mengambil hadiahnya. Hahaha...."


Ucapan Jack itu pun membuat seluruh anggota petualang disana ikut tertawa.


Mendengar ledekan itu, Juan tersenyum kecil dan menoleh kearah Jack.


"Jack, bagaimana kalau kita bertaruh?" ajak Juan.


Jack pun sontak menoleh kearah Juan. "Oh, baiklah. Aku terima dan jika kamu tidak bisa menebang nya dalam waktu sebulan maka kamu akan menjadi budak ku dalam satu tahun."


"Begitu, bagaimana jika aku berhasil menebang nya dalam waktu sebulan?"


"Aku akan berikan 30 koin emas. Itu pun kalau kamu bisa. Hahaha..."


"Baiklah, aku terima tantangan mu," jawab Juan dengan senyuman yakin.


Ekspresi Juan itu membuat Jack sedikit bingung. "Apa maksud dari ekspresi mu itu?"


Juan pun tidak menanggapi nya dan pergi meninggalkan Jack dan kantor Guild Petualang.


Tujuan kali ini tentu langsung ke lokasi tempat pohon Iblis berada yang mana pohon itu berada di perbukitan wilayah timur dari kota Alberto


Perjalanan kesana cukup jauh dan memakan waktu sekitar satu hari untuk tiba di pohon Iblis. Maka dari itu, Juan pun harus bermalam di hutan.


Meski ada beberapa monster yang menghalangi nya. Juan pun dengan mudah mengalahkan mereka.


Melihat pemberitahuan itu, Juan pun tersenyum senang seraya melihat tangan yang diangkat serta dikepal nya.


"Perjalanan ku masih panjang. Aku harus lebih kuat lagi," ucap Juan.


Malam pun tiba dan Juan membuat api unggun di tepi sungai. Lalu, dia pun membakar ikan yang ditangkapnya sebelum gelap dan menyantapnya.


Setelah itu, Juan tidak ada aktifitas dan dia melihat keatas yang mana dia melihat langit malam yang cerah disertai dengan banyak bintang-bintang di sekeliling nya.


"Indah nya. Andai saja Rudi dan Dina melihat malam ini mungkin mereka akan merasa sangat senang."


Seusai mengucapkan itu, Juan pun menitihkan air mata nya.


Keesokan paginya, Juan pun melanjutkan perjalanan ke pohon Iblis dan tidak lama kemudian, dia pun tiba di pohon Cemara raksasa yang memiliki diameter empat meter serta tinggi 70 meter.


Melihat itu, Juan terbujuk kagum. "Besarnya! Sudah berapa lama pohon ini hidup ya?"


Sesaat kemudian, Juan pun menggelengkan kepalanya. "Sudah lah, tidak perlu memikirkan hal yang tidak penting."


Lalu, Juan pun mengambil kapak tulang naga yang mana setiap orang yang menjalan misi penebang pohon Iblis akan dikasih pinjam kapak tulang naga. Hal itu harus dilakukan lantaran kapak biasa tidak akan menebus kayu pohon Iblis satu inci pun.


"Yosh, aku akan mulai!" ucap Juan dengan menggulung lengan baju dan mengambil kapak.


Lalu, Juan mengayunkan nya dengan tenaga penuh.


Buk!


Suara kencang dari ayunan kapak meski begitu, Juan hanya bisa menebas sedalam 10 cm saja.


"Memang benar seperti yang dikatakan Jack. Aku kesulitan untuk menebas pohon ini dan itu hanya untuk orang biasa."


Lalu, Juan pun terpikir sebuah cara dan hal pertama yang dilakukan nya ialah Appraisal.


Ding!


[Kapak tulang naga. Atk: 600. Daya tahan: 1.000.]


Juan pun menempelkan tangan nya ke ujung kapak dan merapalkan skill.


"Enchant. Equality."


Enchant ialah skill yang baru Juan yang mana memiliki kemampuan memberikan efek magic pada suatu objek


Setelah menaruh skill Kesetaraan pada kapak yang membuat kapak itu memiliki peningkatan ATK dan Daya tahan setara dengan pohon Iblis.


Dan, kedua skill itu merupakan skill unik milik Juan selain skill Job Chef atau koki.


[Kapak tulang naga. Atk: 8.000. Daya tahan: 9.000.]


Setelah berhasil menyetarakan, Juan pun mengayunkan kapaknya.


BUK!


Suara lebih keras dan Juan berhasil menebas sekitar 100 cm dalam sekali tebas.


Melihat itu, Juan sontak tersenyum senang. "Berhasil! Dengan ini, aku bisa dengan mudah menebak pohon ini."


Dan, Juan pun terus mengayunkan kapaknya hingga pohon Iblis itu pun terjatuh hingga menimbulkan gempa besar disertai suara dengungan yang keras dan sinar matahari yang sebelumnya tertutup kini bersinar kembali.


Di perbukitan itu, ada sebuah desa bernama Rulid dan sesaat pohon itu tumbang, semua warga sontak terkejut senang.


"Pohon Iblis berhasil ditebang!" seru salah satu warga desa Rulid.


"Akhirnya, Pohon itu berhasil ditebang!"


"Saya penasaran dengan sosok penebang pohon Iblis," ucap warga lain yang sontak berlari ke dalam hutan.


Warga yang lain juga sontak menyusul dan berlari ke dalam hutan untuk melihat penebang pohon.


Lalu, Juan yang baru saja selesai menebang, dia pun berdasar dibawah pohon dan mengambil kantong air dari skill item box lalu, meminumnya.


"Huaaa ... Segar nya! Aku seperti hidup kembali," ucap Juan seraya mengusap air dari sekitar mulut nya.


Sesaat kemudian, datang beberapa orang yang menghampiri Juan. Lalu, dia pun sontak terkejut dan berdiri dari duduk nya.


"Ada apa ini? Apakah aku telah berbuat salah?" ucap panik Juan.


Lalu, para warga Rulid berhenti didekat Juan dengan ekspresi senang dan salah satu pria paruh baya menghampiri Juan serta meraih tangan nya untuk bersalaman.


"Terimakasih anak muda. Kamu telah menyelamatkan desa Rulid dari wabah kelaparan."


"Hehehe ... sama-sama."


"Siapa nama mu anak muda?"


"Nama ku Juan."


Lalu, warga yang lain memotong pembicaraan. "Nak Juan, jika berkenan datang lah ke desa Rulid. Kami sepakat untuk merayakan keberhasilan anda!"


Mendengar itu, Juan membuka mata nya. "Wuah ... Perayaan. Tentu aku tidak keberatan."


Juan dari kecil sangat menyukai perayaan terutama makan.


Dan, Juan pun diajak ke desa Rulid yang mana mereka mengadakan pesta besar-besaran dan Juan pun menikmati malam perayaan tersebut.


Sesudah itu, Juan kembali ke kota Alberto untuk melaporkan misi yang dimana dia membuat banyak orang terkejut salah satu nya teman sekelas nya, Jack.


Jack pun kalah taruhan dan memberikan 30 koin emas kepada Juan.


Melihat jumlah uang sebanyak itu, Juan yakin akan bisa membantu kedai Fina dan panti asuhan.


Dan, malam harinya. Juan melihat bintang-bintang di langit.


"Rudi, kemana kamu? Kenapa tidak kunjung kembali? Meski begitu, aku harap kamu baik-baik saja disana."