
halaman istana kerajaan
kapten erland menunggu pangeran kedua di halaman istana kerajaan, tetapi ia masih belum datang.
seseorang pelayan berjalan ke arahnya, memberi tahu soal pangeran kedua, bahwa keadaan pangeran sedang tidak baik-baik saja.
:"apa yang terjadi pada pangeran kedua "ucap sang kapten.
:" saya tidak begitu mengerti detail nya, tetapi sejak pagi pangeran kedua sibuk mencari sepucuk surat "ucap pelayan.
mendengar penjelasan pelayan, kapten masih di buat bingung karena penjelasan nya yang tidak begitu detail, kapten memerintah pelayan untuk kembali
kapten memutuskan menanyakan soal pangeran kedua kepada yang mulia raja,apa yang terjadi dengan pangeran kedua.
setiba kapten erland di aula kerajaan ia memberi hormat kepada yang mulia raja
:" maaf atas kedatangan saya yang begitu tiba-tiba yang mulia raja "ucap sang kapten dengan hormat
kedatangan kapten erland . pasti untuk pangeran kedua yang tidak berlatih :" tidak apa-apa.kapten kedatangan mu kali ini, apakah untuk pangeran kedua "ucap yang mulia raja memberi isyarat agar ia berdiri
kapten erland berdiri :" benar. yang mulia apakah ada masalah kepada pangeran kedua "ucapnya
:" apakah kamu melihat guru zeila "kata yang mulia raja tak berdaya
dengan datar nya kapten menjawab :" saya melihat nya kemarin, guru zeila sendiri yang menemui saya di halaman istana kerajaan"
:"itu adalah pertemuan terakhir mu, ia sudah pergi sejak kemarin. sekarang kapten kau temui pangeran kedua di kamarnya cobalah tenangkan pangeran"ucap yang mulia raja.
:"siap.yang mulia. saya akan mencobanya"kata kapten hormat dan berbalik untuk meninggalkan aula kerajaan
dalam perjalanan, kapten memikirkan pembicaraan kemarin dengan guru zeila :"jadi ini yang kau maksud, kau memberi kan semua tanggung jawab mu kepada ku guru zeila"gumam sang kapten.
kapten erland sudah dekat dengan kamar pangeran, di depan kamar nya berdiri 2 orang pelayan,mereka merasa khawatir dengan keadaan pangeran
melihat seseorang berjalan ke arah nya 2 orang pelayan memberi hormat :"ada yang bisa kami bantu kapten"ucap pelayan membungkukkan kepalanya
kapten erland memerintahkan kedua pelayan mengangkat kepalanya :"bagaimana keadaan pangeran "
salah satu pelayan menjelaskan :"setelah pangeran menemukan sepucuk surat yang di tinggalkan oleh guru zeila, pangeran bergegas kembali ke kamar , tak lama kemudian.tiba-tiba sebuah suara tangisan yang begitu keras terdengar oleh penjaga dan pelayan , kami pelayan membagi tugas.satu orang bertugas memberi tahu yang mulia raja dan ratu , satu orang memberitahu anda dan kami berdua bertugas menjaga di pintu kamar pangeran"
mendengar penjelasan yang begitu detail dari pelayan, ia mulai paham akar dari masalah ini :"baiklah saya akan mencoba berbicara kepada pangeran "ucap kapten. maju ke depan kamar pangeran kedua
kedua pelayan memberi jalan kepada kapten.
saat kapten ingin mengetuk pintu, tiba-tiba ada sebuah suara dari dalam berkata:" masuklah" suara yang begitu berat
ketika kapten masuk ke kamar pangeran kedua,
kapten menghampiri pangeran kedua, ia duduk di sebelah nya :"aku punya seseorang yang aku kagumi, ia sangat hebat dari segala hal, dari sihir, berpedang bahkan memasak nya begitu luar biasa, yah. di sosok spesial di mata ku, ketika ia pergi untuk mencari bahan-bahan makanan, aku merasa hati ku sangat kesepian aku takut akan kehilangan nya, tapi yang aku takutkan tidak terjadi, ia kembali dengan senyuman hangat nya, melihat ia tersenyum . hati ku meleleh seketika, saat itu aku bertekad , aku akan menjaga senyuman itu meski harus nyawa ku korban kan"
ketika kapten ingin melanjutkan cerita nya, kapten melihat ke arah samping. bahwa pangeran kedua sudah tidak bersedih lagi tetapi dari wajah nya ia menantikan sebuah cerita yang ia bawakan
kapten melanjutkan cerita nya :"malam pun tiba, aku makan malam bersama-sama, malam itu penuh dengan kehangatan.hidangan yang di siapkan untuk makan malam sangat istimewa kami berdua nikmat makan malam bersama.
,setelah makan malam tiba-tiba aku sangat ngantuk tidak seperti biasanya, sebelum kesadaran ku hilang seseorang yang spesial untuk ku, datang menghampiri ku, ia berbisik di telinga ku :"maaf, aku tidak ingin merepotkan mu lebih jauh lagi. beristirahat lah dengan nyaman"setelah mengatakan itu kesadaran ku hilang"
sebuah suara tiba-tiba muncul :" apakah orang itu meninggal kan mu juga kapten? "ucap pangeran kedua yang begitu simpati
kapten menghela napas :" ya. tapi pangeran cerita ku belum selesai apakah kamu masih ingin mendengar nya lagi "
:" ya" ucap pangeran kedua dengan penuh semangat
keadaan pangeran saat ini jauh lebih baik dari sebelum nya.
depan kamar pangeran kedua
beberapa orang sedang berdiri, salah satu dari mereka tak berniat masuk, karena mereka takut akan merubah suasana hati pangeran.
mereka hanya melihat kapten dan pangeran kedua yang saling bertukar cerita, mereka semua sudah merasa tenang, bahwa pangeran kedua baik-baik saja.
kapten melanjutkan kembali cerita nya :"saat ku terbangun, aku hanya ditinggalkan secarik tulisan yang berisi :"selamat tinggal" membaca itu aku mencari di sekeliling ku, bahwa ia tidak ada. aku berlari ke sana ke mari masih belum menemukan nya, aku sangat lelah, yang aku lakukan hanya menangis dan marah karena diriku yang lemah ini ,aku bertekad aku harus menjadi lebih kuat agar aku bisa menemukan dirinya dan menjaga nya.aku berlatih siang dan malam agar menjadi bisa menjadi kuat, ketika aku merasa sudah lebih kuat dari sebelum nya, aku mencari nya di seluruh penjuru, aku berhasil menemukan nya, ketika aku ingin menghampiri nya, ia berkata:"pergilah, jangan kemari "
aku diam seketika, aku bertanya pada diri ku sendiri :"mengapa ia mengatakan seperti itu, apakah semua usaha ku sia-sia"
ketika aku masih dalam pikiran ku, aku melihat orang yang ku kagumi dan ku sayangi itu di bunuh. di depan ku sendiri, aku menangis sejadi-jadinya. aku pun melawan orang yang telah membunuh nya, tapi perbedaan kekuatan kita terlalu jauh, aku di kalah kan dengan mudah, dengan badan yang penuh luka, aku berusaha menggapai orang yang ku sayangi dan memeluk nya"
mendengar cerita kapten. adelion merasakan rasa sakit yang sangat menyakitkan .
bagaimana jika itu diri nya!
apakah aku bisa merelakan nya!
sebuah suara tiba-tiba, yang memecahkan lamunannya
:" pangeran. apakah anda akan seperti ini saja " ucap sang kapten
mendengar pertanyaan dari kapten adelion menjawab dengan tekad yang membara :"tidak kapten.tolong ajari aku untuk menjadi lebih kuat "
melihat tekad yang begitu besar, kapten menganggukkan kepalanya :"baiklah.saya akan melatih mu untuk menjadi lebih kuat , tapi temui lah orang tua mu dahulu " memberi isyarat kepada pangeran agar menemui keluarganya . berada di depan kamar
melihat ke arah pintu kamar .adelion berlari ke arah orang tua nya yang sedang berdiri di sana, ia memeluk mereka dengan erat.
#next bab 10