
pangeran sudah sampai di mansion penguasa kota, ia melihat ke arah jendela di kamar nya :" maaf. kurasa ini adalah jalan terbaik untuk kalian " gumam pangeran.
:' tuk, tuk, tuk '
terdengar suara ketukan pintu, :" masuklah " ucap lion.
seseorang masuk, :" apakah kau sibuk lion " tanya hanna.
lion menggelengkan kepala nya :"tidak, ada apa kak hanna kemari "
:" bisakah kita mengobrol sebentar saja " ucap hanna.
lion mengangguk dan mempersilahkan kak hanna agar duduk, ia memanggilnya pelayan agar menyiapkan teh untuk mereka.
tak berselang lama pelayan itu kembali dan menuangkan teh di cangkir mereka, pelayan itu meminta izin agar kembali, lion pun mempersilahkan nya.
:" lion, apakah kau sudah mengetahui tentang mereka " tanya hanna membuka pembicaraan.
lion mengangguk dan berkata :" ya aku mengetahui nya, sebelum pertandingan di mulai wolf memberitahuku tentang mereka semua " jawab nya.
hanna terdiam sesaat, dan berkata kembali :" lalu, apa maksud dari tatapan mu sebelum nya? " tanya hanna serius.
lion menghela napas, :" aku minta maaf sebelumnya, itu adalah rencana ku, jika aku tidak seperti itu, aku tidak tahu bagaimana cara menghindari mereka " jawab lion menundukkan kepala.
mendengar jawaban lion begitu tulus hanna mempercayai nya :" baiklah, lalu soal teknik pedangmu sebelum nya? " tanya hanna kembali.
lion berdiri dan melihat ke arah jendela dan berkata :" teknik itu memang dari kehidupan ku sebelum nya, tapi itu teknik baru yang ku gabungkan dengan sihir " jawabnya.
:"sihir? " ucap hanna bingung.
lion mengangguk :" ya itu benar, tidak mungkin aku bisa menyerang begitu cepat jika bukan karena sihir " ucap lion membenarkan nya.
hanna terdiam dan mengingat kembali soal pertandingan lion sebelum nya, :" tapi, aku tak merasakan jejak sihir sedikit pun ? " ucap hanna bingung.
:" kau yakin? " ucap lion terkejut, bagaimana mungkin sekuat kak hanna tak mampu merasakan sihir yang ia keluarkan.
melihat lion yang sedang kebingungan, hanna mengajak nya berlatih bersama kembali dan mencoba semua teknik yang lion punya.
lion mengangguk setuju, atas usulan kak hanna, ia sendiri penasaran sampai mana kekuatan ia meningkat, merasa obrolan mereka sudah cukup lama, hanna mohon izin untuk pamit.
lion mempersilahkan nya.
setelah hanna pergi lion kembali melihat ke arah jendela dan bergumam :" jika aku mampu menguasai nya, kalian lah yang akan ku lindungi dengan kekuatan ku bukan kebangsawanan ku, aku harap kalian baik-baik saja" ucap nya,
kota lachen.
raul yang masih menahan amarah nya atas perkataan pangeran kepada mereka, membuat mereka kembali seperti layaknya sampah yang di buang begitu saja.
ia melihat ke arah aundrey dan kakaknya, mereka masih tampak sedih, akibat perkataan pangeran, ia tidak tahu bagaimana menenangkan mereka, saat ini mereka hanya ingin kembali ke penginapan untuk menenangkan diri ,
sesampai nya mereka di penginapan, mereka di buat terkejut oleh pelayan penginapan, barang-barang mereka sudah di kemas dari kamar mereka.
:" ada apa ini "teriak raul marah.
:" kalian sudah di usir dari penginapan ini dan sekarang kalian pergi " ucap salah satu pelayan.
:"apakah kalian bersekongkol dengan pangeran? bajingan kalian semua " ucap raul menghunus kan pedang kearah pelayan.
orang itu adalah penguasa kota lachen, ia menghampiri raul di hadapannya dan berkata :" ini atas perintah ku, kau bisa pergi dari penginapan ini, tapi. kau di pindahkan dari ksatria ke prajurit kota " ucapnya.
mendengar count wolf yang berbicara, raul tak bisa marah ia hanya bisa menundukkan kepala nya, :" bagaimana dengan kakak dan aundrey? " tanya raul.
:"untuk mereka saya akan memperkerjakan di mansion ku " jawab count wolf.
:"baiklah ku percaya kan mereka padamu " ucap raul memberi hormat.
raul mengajak yang lain untuk mengambil barang-barang mereka dan pergi dari penginapan ini, sebelum mereka pergi count memberhentikan mereka :" tunggu sebentar " ucap count.
mereka pun memberhentikan langkah mereka dan berbalik menghadap ke arah count :" ada apa? " tanya raul.
:" bawa ini " ucap count memberikan sekantong uang kepada mereka.
raul pun menerima nya, ia melihat isi katong tersebut, begitu ia melihat ia terkejut akan isi nya dan berkata :" bukankah ini terlalu banyak? " ucapnya.
:"simpan lah dengan baik, ini untuk kalian agar bisa bertahan hidup ke depannya " jawab count.
:"Terima kasih banyak " ucap mereka memberi hormat kepada count.
setelah itu mereka pergi meninggalkan penginapan tersebut untuk mencari penginapan lain di kota.
setelah kepergian mereka count memanggil bawahan nya :" perhatikan mereka, jika hal buruk terjadi jagalah mereka dengan baik " perintah count.
:" siap " ucap bawahannya.
hari sudah semakin gelap raul dan yang lain masih mencari penginapan, tapi, setiap mereka ke penginapan, penginapan itu selalu saja penuh dan mereka pun sudah sangat kelelahan.
hingga datang seorang pemuda menghampiri mereka, :" apa kalian sedang mencari penginapan? " tanya pemuda tersebut.
melihat sosok pemuda di hadapan nya angel bersembunyi di belakang adik nya, melihat kakak nya ketakutan seperti itu raul mewaspadai pemuda di hadapannya dan berkata :" ya, kami sedang mencari penginapan " Jawab raul.
:" hei, hei santai saja, aku tidak bermaksud buruk kepada kalian, jika kalian membutuhkan penginapan ikutlah dengan ku, aku arahkan kalian ke penginapan terbaik di kota ini hahahah " ucap pemuda tersebut meyakinkan mereka.
mendengar perkataan pemuda tersebut raul melihat kakak nya, tapi kakaknya masih bersembunyi di belakang nya, ia untuk melihat ke arah aundrey, aundrey hanya mengangguk.
raul melihat ke arah pemuda di hadapan nya dan berkata :" baiklah, tolong pimpin jalan " ucap nya.
:" hahaha, baiklah tuan, nona silahkan ikuti ku " ucap pemuda itu tersenyum.
mereka pun mengikuti pemuda tersebut,
setelah berjalan cukup lama, mereka baru menyadari bahwa sekeliling mereka sangat sunyi, melihat situasi yang tak begitu baik, raul menarik pedang dari sakunya.
tiba-tiba suara tawa terdengar dari telinga mereka :" hahahah bodoh kalian sangat bodoh, sudah terlambat bagi kalian hahaha "tawa dari pemuda tersebut, ia memanggil teman-teman nya dari kegelapan.
mereka pun muncul satu-persatu, melihat banyak nya musuh di hadapannya, raul tak mampu melawan mereka semua, ia meminta aundrey menjaga kakaknya dan pergi dari sini, sedangkan ia akan menahan mereka.
melihat adik nya yang ingin berkorban untuk nya, angel pun menolak untuk pergi, ia baru saja bersama adik nya, ia tak mau kehilangan orang yang ia sayangi lagi,
raul memegang kedua pundak kakak nya dan berkata :" tenang kak, aku akan kembali dengan selamat, pergilah " ucap raul tersenyum.
melihat wajah adik nya, angel memeluk nya dan pergi meninggalkan nya, dengan air mata di wajahnya.